bukamata.id – Nama Nikita Mirzani seolah tak pernah lepas dari berita utama. Dalam setiap babak kehidupannya, selalu ada cerita yang memantik perhatian publik — entah berupa sensasi, konflik hukum, atau sikapnya yang blak-blakan di ruang digital.
Kini, perempuan yang dikenal sebagai artis, presenter, sekaligus pengusaha itu kembali menjadi sorotan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis empat tahun penjara dalam kasus pemerasan terhadap pengusaha kecantikan Reza Gladys pada Selasa (28/10/2025).
Sidang yang dipimpin oleh Hakim Kairul Saleh itu dihadiri banyak pihak, mulai dari penasihat hukum, jaksa penuntut umum, hingga barisan jurnalis yang memenuhi ruang persidangan.
Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Nikita terbukti bersalah melakukan pemerasan dan pencemaran nama baik, namun tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana yang dituduhkan jaksa.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama empat tahun penjara serta denda sebesar Rp1 miliar, dengan ketentuan subsider tiga bulan kurungan,” ujar hakim saat membacakan keputusan.
Putusan tersebut terbilang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta hukuman sebelas tahun penjara. Kendati demikian, vonis itu tetap menyita perhatian publik. Banyak yang menilai keputusan ini sebagai titik krusial dalam perjalanan panjang karier Nikita, yang selalu diwarnai pasang surut dan perdebatan publik.
Kasus Reza Gladys: Bab Baru yang Paling Berat
Kasus pemerasan terhadap Reza Gladys menjadi episode paling serius dalam catatan panjang perjalanan hukum Nikita. Berdasarkan berkas perkara, Reza, pemilik perusahaan kosmetik besar PT Glafidsya RMA Group, melaporkan Nikita karena merasa ditekan melalui ancaman penyebaran komentar negatif di media sosial.
Jaksa mengungkapkan bahwa Reza akhirnya menyerahkan uang sekitar Rp4 miliar secara bertahap kepada Nikita dan asistennya, Ismail Marzuki alias Mail Syahputra. Dana tersebut, menurut penyidik, digunakan untuk melunasi cicilan rumah mewah di kawasan BSD, Tangerang Selatan.
Jaksa sempat mendakwa Nikita dengan pasal berlapis, termasuk pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Namun majelis hakim memutuskan hanya dua unsur yang terbukti kuat: pemerasan dan pencemaran nama baik.
Sejak Maret 2025, Nikita sudah mendekam di Rutan Pondok Bambu. Dengan vonis baru ini, masa hukumannya semakin panjang. Pihak kuasa hukumnya menyatakan masih mempelajari isi putusan dan membuka peluang untuk mengajukan banding.
Luka Lama di Dunia Hiburan: Kasus Penganiayaan di Kemang
Perjalanan Nikita di dunia hiburan tak pernah benar-benar tenang. Jauh sebelum dikenal sebagai artis papan atas, ia sudah mencuri perhatian publik karena kasus penganiayaan pada 2012.
Saat itu, Nikita terlibat perkelahian di sebuah bar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang melibatkan dua perempuan bernama Olivia dan Beverlie Sandie. Akibat peristiwa itu, Nikita dilaporkan ke polisi dan sempat ditahan.
Kasus tersebut menjadi titik awal citra Nikita sebagai “selebritis penuh masalah” yang kerap menghiasi pemberitaan infotainment. Namun, justru dari situlah ia membangun popularitas, dikenal sebagai sosok yang berani, tanpa filter, dan tidak takut menghadapi konsekuensi.
Skandal Hotel dan Tuduhan Prostitusi Online
Tiga tahun setelah kasus Kemang, Nikita kembali diguncang isu besar. Ia ditangkap polisi dalam sebuah operasi di hotel Jakarta dan disebut terlibat dalam praktik prostitusi daring. Kasus ini sontak menjadi sensasi nasional karena menyeret beberapa nama artis lain.
Namun Nikita dengan tegas menolak tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya dijebak dan menjadi korban rekayasa. Setelah proses penyelidikan panjang, tuduhan itu akhirnya tidak terbukti.
Nikita dinyatakan bebas, tetapi reputasinya semakin melekat dengan kata “kontroversi.” Momen itu sekaligus memperkuat kesan bahwa apa pun yang menyangkut dirinya selalu menjadi santapan publik.
Pertarungan di Dunia Maya
Salah satu alasan Nikita selalu viral adalah keberaniannya bersuara di media sosial. Ia tak segan menyampaikan pendapat keras terhadap siapa pun, termasuk tokoh publik ternama. Pada 2019, misalnya, ia berseteru dengan pengacara Elza Syarief dalam sebuah program televisi. Perdebatan mereka yang panas di depan kamera langsung menjadi viral dan menuai reaksi beragam.
Tak hanya itu, Nikita juga sempat menyinggung tokoh agama Rizieq Shihab dalam siaran langsung di Instagram. Ucapannya yang dianggap menyinggung membuatnya mendapat ancaman dari beberapa kelompok. Namun, seperti biasa, ia tidak mundur. “Saya tidak takut,” katanya tegas dalam salah satu wawancara.
Selain kedua nama itu, Nikita juga pernah berselisih dengan aktor Baim Wong, Dito Mahendra, hingga sejumlah pengusaha ternama. Setiap perseteruannya selalu menjadi trending topic, membuktikan bahwa apa pun yang diucapkan Nikita selalu berhasil memecah perhatian publik.
Drama Rumah Tangga dan Konflik Keluarga
Kehidupan pribadi Nikita tak kalah pelik dari kariernya. Ia tercatat beberapa kali menikah dan bercerai. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah pernikahannya dengan Dipo Latief. Hubungan itu berakhir di meja hijau dan sempat menyeret Nikita ke kasus hukum dengan tuduhan penganiayaan. Perseteruan mereka berlangsung lama, bahkan hingga perebutan hak asuh anak.
Bagi sebagian orang, Nikita adalah potret seorang ibu yang berjuang keras mempertahankan hak dan kebenaran menurut versinya. Namun bagi pihak lain, ia dinilai terlalu terbuka membagikan masalah pribadi di media sosial. Meski begitu, Nikita selalu punya pembelaan: baginya, keterbukaan adalah bentuk kejujuran. “Saya hanya apa adanya,” ujarnya dalam salah satu wawancara televisi.
Konflik dengan Sang Putri: Loly dan Luka Antargenerasi
Beberapa tahun terakhir, hubungan Nikita dengan putri sulungnya, Laura Meizani alias Loly, menjadi sorotan baru. Perselisihan keduanya mulai mencuat ketika Loly memilih tinggal di luar negeri dan mengungkapkan kekecewaannya terhadap sang ibu melalui media sosial. Ia menuding Nikita terlalu keras dan terlalu ikut campur dalam kehidupannya.
Alih-alih diam, Nikita justru membalas lewat unggahan dan pernyataan terbuka. Konflik itu berkembang menjadi perdebatan publik tentang pola asuh, batas privasi, dan relasi antara ibu dan anak di era media sosial. Banyak yang menilai kisah mereka sebagai gambaran nyata benturan antara generasi tua dan muda dalam ruang digital yang serba terbuka.
Antara Citra, Kekuatan, dan Kehidupan yang Terus Berjalan
Meski dihantam berbagai masalah, Nikita Mirzani tetap bertahan. Ia menjalani kehidupannya dengan cara yang konsisten: lantang, jujur, dan tanpa menutupi sisi gelapnya. Tak sedikit yang mencibir, tapi juga banyak yang mengaguminya karena keberanian dan keteguhan mentalnya menghadapi badai.
Vonis empat tahun penjara mungkin menjadi ujian terberat dalam hidupnya, namun sejarah panjang menunjukkan bahwa Nikita selalu punya cara untuk bangkit.
Di mata publik, ia mungkin sosok penuh kontradiksi — antara glamour dan kontroversi, antara kejujuran dan kekerasan, antara korban dan pelaku. Namun di balik segala hiruk-pikuk itu, Nikita Mirzani tetap menjadi simbol tentang bagaimana seorang perempuan menghadapi sorotan dunia tanpa pernah menunduk.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











