Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Terbendung! Mbappe Cetak Dua Gol, Prancis Permalukan Irak di Philadelphia

Selasa, 23 Juni 2026 16:00 WIB

Nyala Flare di GBLA Bikin Rekening Persib Bandung Kembali Kebobolan Ratusan Juta

Selasa, 23 Juni 2026 15:44 WIB
Kode Redeem FF

Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Hadirkan Skin MP40 Cobra hingga Diamond

Selasa, 23 Juni 2026 15:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Terbendung! Mbappe Cetak Dua Gol, Prancis Permalukan Irak di Philadelphia
  • Nyala Flare di GBLA Bikin Rekening Persib Bandung Kembali Kebobolan Ratusan Juta
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Hadirkan Skin MP40 Cobra hingga Diamond
  • Tanpa Antre ke Kelurahan, Begini Cara Cek Angka Desil Bansos 2026 Hanya Pakai NIK KTP
  • Buru Tersangka Penganiayaan Berat di Bandung, Ini Karakteristik Fisik Taufik Hidayat DPO yang Paling Menonjol
  • Benarkah Jawa-Bali Akan Gelap Gulita Selama 3 Hari? PLN Beri Penjelasan Resmi
  • Penjaga Kos Diduga Diancam Terduga Pelaku Penyiksaan YTR, Polisi Buru Taufik Hidayat
  • Polda Jabar Gandeng Meta, Lacak Jejak Siber Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Wanita Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 23 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

By SusanaMinggu, 15 Maret 2026 18:48 WIB4 Mins Read
Kisah haru Fendi, bocah di Gunungkidul yang berhenti sekolah demi merawat ibunya yang lumpuh dan buta. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sebuah rumah sederhana di Padukuhan Jerukan, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, hidup seorang bocah bernama Ahmad Tri Efendi atau akrab disapa Fendi.

Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan aktivitas belajar di bangku sekolah dasar, Fendi justru menjalani peran besar sebagai perawat bagi ibunya yang sakit.

Kisah bocah kelahiran 2015 itu menjadi sorotan publik karena keputusan besarnya: berhenti sekolah demi merawat ibunya yang mengalami kebutaan dan kelumpuhan. Keputusan itu diambil Fendi bukan tanpa alasan. Sejak tiga tahun lalu, sang ibu, Siaminah, mengalami kondisi kesehatan yang memburuk hingga tak lagi mampu beraktivitas secara mandiri.

Rutinitas Fendi: Dari Memasak hingga Menyuapi Ibunya

Setiap pagi, saat anak-anak lain bersiap menuju sekolah, Fendi justru memulai harinya dengan membantu kebutuhan rumah tangga. Di rumah berdinding batako yang belum diplester dan berlantai semen sederhana, ia menyiapkan makanan untuk ibunya bersama sang ayah.

Ayah Fendi, Slamet, sebenarnya juga sedang berjuang melawan kondisi kesehatan yang menurun. Meski fisiknya semakin lemah, Slamet masih berusaha membantu di dapur dengan menyiapkan bumbu masakan.

Setelah itu, Fendi melanjutkan proses memasak di dapur sederhana. Ketika makanan telah siap, ia menyuapi ibunya dengan sabar. Tidak hanya itu, ia juga memberikan minum serta membantu berbagai kebutuhan ibunya sehari-hari.

“Masak, ambilin minum, bantu masak tempe dan tahu,” kata Fendi sederhana.

Peran tersebut dijalani Fendi hampir setiap hari sejak ia memutuskan berhenti sekolah.

Awal Penyakit yang Mengubah Hidup Keluarga

Siaminah awalnya hanya mengalami migrain yang sering kambuh. Namun lama-kelamaan penglihatannya mulai kabur. Dalam tiga tahun terakhir, ia kehilangan penglihatan sepenuhnya.

Kondisinya semakin memburuk setelah mengalami stroke sehingga kini lebih banyak terbaring di rumah.

Keluarga sempat membawa Siaminah berobat ke dokter. Namun keterbatasan biaya membuat perawatan lebih banyak dilakukan di rumah.

Di tengah situasi sulit tersebut, Fendi memutuskan untuk berhenti sekolah agar dapat merawat ibunya sekaligus membantu ayahnya yang juga sakit.

Beban Berat Keluarga yang Bertahan dengan Bantuan Sosial

Fendi merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakak sulungnya, Wahyu Adi Saputra, harus bekerja sejak lulus sekolah menengah pertama untuk membantu ekonomi keluarga.

Sementara kakak keduanya, Ayu Ambarwati, masih bersekolah di tingkat SMP.

Kondisi ekonomi keluarga memang sangat terbatas. Mereka mengandalkan bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, serta jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

Meski demikian, bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan hidup keluarga, terutama karena ayah Fendi juga sudah dua tahun terakhir tidak bekerja akibat sakit.

Tetangga dan Guru Berusaha Membujuk Fendi Kembali Sekolah

Kisah Fendi membuat warga sekitar dan tokoh masyarakat merasa iba. Banyak pihak berusaha membujuknya agar kembali bersekolah.

Namun hingga kini, Fendi tetap memilih tinggal di rumah untuk menjaga ibunya.

Kepala Padukuhan Jerukan, Winarsih, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan agar Fendi mau kembali melanjutkan pendidikan.

“Fendi sudah dibujuk oleh tetangga dan guru-gurunya untuk kembali ke sekolah, tetapi tidak mau,” ujar Winarsih.

Pemerintah setempat juga mulai berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul untuk memberikan pendampingan lanjutan kepada keluarga tersebut.

Berjuang Membantu Ekonomi Keluarga

Selain merawat ibunya, Fendi juga berusaha membantu ekonomi keluarga dengan cara sederhana. Ia kerap mencari rumput untuk neneknya, Wakinem, dengan upah seadanya.

Uang yang diperoleh digunakan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Meski usianya masih sangat kecil, Fendi menunjukkan tanggung jawab besar terhadap keluarganya.

Kisah Fendi Viral dan Tuai Reaksi Warganet

Kisah perjuangan Fendi juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet yang terharu sekaligus mempertanyakan perhatian terhadap keluarga tersebut.

Komentar tersebut muncul di akun Instagram @cruside pada Minggu (15/3/2026).

Sebagian warganet memuji keteguhan hati Fendi.

“Masya Allah anak sekecil ini sudah berani mengambil keputusan besar,” tulis akun @iru***.

Komentar lain juga mendoakan masa depan Fendi.

“Calon orang sukses ini, Aamiin Ya Allah,” tulis akun @evi***.

Namun ada pula yang mempertanyakan peran pemerintah dalam membantu keluarga tersebut.

“Di mana peran negara? Pak Kadesnya, Pak Camatnya, sampai Presiden?” tulis akun @iva***.

Harapan Besar untuk Masa Depan Fendi

Kisah Fendi menggambarkan realitas pahit yang masih dialami sebagian keluarga di daerah. Di satu sisi, keberanian dan pengorbanan seorang anak untuk keluarganya menuai simpati luas.

Di sisi lain, kisah ini juga menjadi pengingat pentingnya dukungan sosial dan pendidikan bagi anak-anak agar tetap bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi warga sekitar, harapan terbesar tetap sama: Fendi bisa kembali bersekolah tanpa harus meninggalkan tanggung jawab merawat ibunya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak berhenti sekolah Gunungkidul bocah berhenti sekolah rawat ibu cerita inspiratif Indonesia kemiskinan keluarga Gunungkidul kisah Fendi Gunungkidul kisah haru anak rawat ibu lumpuh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buru Tersangka Penganiayaan Berat di Bandung, Ini Karakteristik Fisik Taufik Hidayat DPO yang Paling Menonjol

Padam Listrik

Benarkah Jawa-Bali Akan Gelap Gulita Selama 3 Hari? PLN Beri Penjelasan Resmi

Penjaga Kos Diduga Diancam Terduga Pelaku Penyiksaan YTR, Polisi Buru Taufik Hidayat

Polda Jabar Gandeng Meta, Lacak Jejak Siber Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Wanita Bandung

Resmi Masuk DPO! Foto Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Disebar Polisi

Fakta Baru Penganiayaan di Cileunyi: Korban Dikurung di Kamar Kos Selama Berbulan-bulan

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.