Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 12:02 WIB

Belum Main Lawan Sabah FC, Ini Alasan Igor Tolic Tahan Debut Bek 189 Cm Persib

Minggu, 16 Agustus 2026 11:32 WIB

Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku

Minggu, 16 Agustus 2026 11:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus
  • Belum Main Lawan Sabah FC, Ini Alasan Igor Tolic Tahan Debut Bek 189 Cm Persib
  • Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF Hari Ini Banjir Hadiah Gratis, Ada Diamond dan Skin Langka
  • Arsenal vs Man City Malam Ini: Duel Panas, Siapa Bawa Pulang Trofi Community Shield 2026?
  • DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 Agustus 2026: 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta
  • Menang Telak 3-0! Persib Tampil Menggila Lawan Sabah FC di Dewata Challenge Series
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

By SusanaMinggu, 15 Maret 2026 18:48 WIB4 Mins Read
Kisah haru Fendi, bocah di Gunungkidul yang berhenti sekolah demi merawat ibunya yang lumpuh dan buta. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sebuah rumah sederhana di Padukuhan Jerukan, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, hidup seorang bocah bernama Ahmad Tri Efendi atau akrab disapa Fendi.

Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan aktivitas belajar di bangku sekolah dasar, Fendi justru menjalani peran besar sebagai perawat bagi ibunya yang sakit.

Kisah bocah kelahiran 2015 itu menjadi sorotan publik karena keputusan besarnya: berhenti sekolah demi merawat ibunya yang mengalami kebutaan dan kelumpuhan. Keputusan itu diambil Fendi bukan tanpa alasan. Sejak tiga tahun lalu, sang ibu, Siaminah, mengalami kondisi kesehatan yang memburuk hingga tak lagi mampu beraktivitas secara mandiri.

Rutinitas Fendi: Dari Memasak hingga Menyuapi Ibunya

Setiap pagi, saat anak-anak lain bersiap menuju sekolah, Fendi justru memulai harinya dengan membantu kebutuhan rumah tangga. Di rumah berdinding batako yang belum diplester dan berlantai semen sederhana, ia menyiapkan makanan untuk ibunya bersama sang ayah.

Ayah Fendi, Slamet, sebenarnya juga sedang berjuang melawan kondisi kesehatan yang menurun. Meski fisiknya semakin lemah, Slamet masih berusaha membantu di dapur dengan menyiapkan bumbu masakan.

Setelah itu, Fendi melanjutkan proses memasak di dapur sederhana. Ketika makanan telah siap, ia menyuapi ibunya dengan sabar. Tidak hanya itu, ia juga memberikan minum serta membantu berbagai kebutuhan ibunya sehari-hari.

“Masak, ambilin minum, bantu masak tempe dan tahu,” kata Fendi sederhana.

Peran tersebut dijalani Fendi hampir setiap hari sejak ia memutuskan berhenti sekolah.

Awal Penyakit yang Mengubah Hidup Keluarga

Siaminah awalnya hanya mengalami migrain yang sering kambuh. Namun lama-kelamaan penglihatannya mulai kabur. Dalam tiga tahun terakhir, ia kehilangan penglihatan sepenuhnya.

Kondisinya semakin memburuk setelah mengalami stroke sehingga kini lebih banyak terbaring di rumah.

Keluarga sempat membawa Siaminah berobat ke dokter. Namun keterbatasan biaya membuat perawatan lebih banyak dilakukan di rumah.

Di tengah situasi sulit tersebut, Fendi memutuskan untuk berhenti sekolah agar dapat merawat ibunya sekaligus membantu ayahnya yang juga sakit.

Beban Berat Keluarga yang Bertahan dengan Bantuan Sosial

Fendi merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakak sulungnya, Wahyu Adi Saputra, harus bekerja sejak lulus sekolah menengah pertama untuk membantu ekonomi keluarga.

Sementara kakak keduanya, Ayu Ambarwati, masih bersekolah di tingkat SMP.

Kondisi ekonomi keluarga memang sangat terbatas. Mereka mengandalkan bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, serta jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

Meski demikian, bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan hidup keluarga, terutama karena ayah Fendi juga sudah dua tahun terakhir tidak bekerja akibat sakit.

Tetangga dan Guru Berusaha Membujuk Fendi Kembali Sekolah

Kisah Fendi membuat warga sekitar dan tokoh masyarakat merasa iba. Banyak pihak berusaha membujuknya agar kembali bersekolah.

Namun hingga kini, Fendi tetap memilih tinggal di rumah untuk menjaga ibunya.

Kepala Padukuhan Jerukan, Winarsih, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan agar Fendi mau kembali melanjutkan pendidikan.

“Fendi sudah dibujuk oleh tetangga dan guru-gurunya untuk kembali ke sekolah, tetapi tidak mau,” ujar Winarsih.

Pemerintah setempat juga mulai berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul untuk memberikan pendampingan lanjutan kepada keluarga tersebut.

Berjuang Membantu Ekonomi Keluarga

Selain merawat ibunya, Fendi juga berusaha membantu ekonomi keluarga dengan cara sederhana. Ia kerap mencari rumput untuk neneknya, Wakinem, dengan upah seadanya.

Uang yang diperoleh digunakan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Meski usianya masih sangat kecil, Fendi menunjukkan tanggung jawab besar terhadap keluarganya.

Kisah Fendi Viral dan Tuai Reaksi Warganet

Kisah perjuangan Fendi juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet yang terharu sekaligus mempertanyakan perhatian terhadap keluarga tersebut.

Komentar tersebut muncul di akun Instagram @cruside pada Minggu (15/3/2026).

Sebagian warganet memuji keteguhan hati Fendi.

“Masya Allah anak sekecil ini sudah berani mengambil keputusan besar,” tulis akun @iru***.

Komentar lain juga mendoakan masa depan Fendi.

“Calon orang sukses ini, Aamiin Ya Allah,” tulis akun @evi***.

Namun ada pula yang mempertanyakan peran pemerintah dalam membantu keluarga tersebut.

“Di mana peran negara? Pak Kadesnya, Pak Camatnya, sampai Presiden?” tulis akun @iva***.

Harapan Besar untuk Masa Depan Fendi

Kisah Fendi menggambarkan realitas pahit yang masih dialami sebagian keluarga di daerah. Di satu sisi, keberanian dan pengorbanan seorang anak untuk keluarganya menuai simpati luas.

Di sisi lain, kisah ini juga menjadi pengingat pentingnya dukungan sosial dan pendidikan bagi anak-anak agar tetap bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi warga sekitar, harapan terbesar tetap sama: Fendi bisa kembali bersekolah tanpa harus meninggalkan tanggung jawab merawat ibunya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak berhenti sekolah Gunungkidul bocah berhenti sekolah rawat ibu cerita inspiratif Indonesia kemiskinan keluarga Gunungkidul kisah Fendi Gunungkidul kisah haru anak rawat ibu lumpuh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus

Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku

DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut

Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana

Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami

gempa

Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.