bukamata.id – Potongan rekaman pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, menjadi bahan perbincangan hangat publik. Perhatian publik tersedot pada momen pengenalan seorang warga penerima bantuan pemerintah bernama Susana.
Di hadapan peserta sidang, Presiden memperkenalkan sosok pekerja harian asal Jawa Barat tersebut sebagai salah satu penerima manfaat dari program jaring pengaman sosial pemerintah.
“Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo, Jumat, dikutip dari YouTube TV Parlemen.
“Program Keluarga Harapan dan Program Sembako menjaga pendidikan anak-anaknya,” imbuhnya.
Pernyataan mengenai besaran upah jasa pengupasan bawang tersebut memicu respons cepat di berbagai platform media sosial. Sejumlah pengguna internet membandingkan nilai nominal tersebut dengan standar penghasilan di profesi lain.
“Saya dosen, S3, Lektor Kepala. Saat ini penghasilan saya jauh dari penghasilan mengupas bawang,” komentar seorang warganet.
Merespons riuhnya perbincangan publik mengenai data finansial yang disampaikan Presiden, pihak Istana Negara memberikan tanggapan singkat dan mengonfirmasi akan melakukan penelusuran ulang terkait perincian angka yang disebutkan.
“Nanti kita cek ya,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Pihak Sekretariat Negara menegaskan pentingnya verifikasi lapangan untuk memastikan keakuratan data pendukung pidato tersebut.
“Kalau detailnya kita cek,” lanjutnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








