Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Sabtu, 21 Maret 2026 12:48 WIB

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Sabtu, 21 Maret 2026 12:45 WIB

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Sabtu, 21 Maret 2026 12:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen
  • Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal
  • Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
  • Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar
  • Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar
  • Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda
  • Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Gelar Parlemen Mengabdi Meriahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila

By Putra JuangSelasa, 18 Juni 2024 14:34 WIB4 Mins Read
DPRD Jabar Gelar Seminar dan Lomba Peringati Hari Lahir Pancasila. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menggelar kegiatan bertajuk Parlemen Mengabdi untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat seminar bertemakan ‘Pancasila untuk Dunia’ yang akan diselenggarakan pada Jumat (21/6/2024) di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

Tak hanya itu, lomba artikel dengan tema “Pancasila atau Bung Karno” bagi dosen dan mahasiswa pasca sarjanana (S2, S3), lomba Content Creator tema “Pancasila” untuk siswa SMA, dan lomba Vlog konsep Live Report tema “Pancasila atau Bung Karno” untuk mahasiswa dan perguruan tinggi juga turut memeriahkan rangkaian acara.

Ketua Komisi I DPRD Jabar, Bedi Budiman didapuk menjadi salah satu pemateri dalam seminar tersebut. Bedi akan memberikan materi mengenai Geopolitik di Era Presiden Soekarno.

Kemudian, Penulis Buku berjudul Soekarno Menggenggam Dunia, Yudi Latif akan memberikan materi tentang nilai-nilai Universal Pancasila.

Sedangkan, Head of Foreign Affairs Republic of Indonesia, Yayan G.H. Mulyana akan menyampaikan materi terkait Implementasi Pancasila dalam Penerapan Strategi Politik Luar Negeri Indonesia.

Bedi mengatakan, Ir. Soekarno atau yang lebih akrab disebut dengan Bung Karno menjadi tokoh sentral dalam perjuangan Indonesia. Tak hanya itu, Bung Karno berperan penting dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jabar Yakin Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Segera Ditangani

“Bung Karno adalah penggagas utama dari Pancasila,” ucap Bedi, Selasa (18/6/2024).

Bedi mengungkapkan, pada sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni tahun 1945, Bung Karno mengemukakan konsep dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Ketika itu, Bung Karno merumuskan Pancasila berdasarkan pemikiran filosofis yang mendalam tentang kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

“Bung Karno menginginkan dasar negara yang mampu mempersatukan berbagai kelompok etnis, agama, dan budaya di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, Pancasila yang diyakini oleh Bung Karno mencerminkan nilai-nilai luhur seperti, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

“Nilai-nilai ini dianggap esensial untuk membangun bangsa yang kuat dan bersatu,” ujarnya.

Bedi menilai, Bung Karno sebagai Presiden pertama Indonesia senantiasa mengimplementasikan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahkan, Bung Karno mempromosikan Pancasila melalui pidatonya yang berjudul “to build the world a new” di sidang umum PBB tanggal 30 sept 1960.

Padahal kondisi saat itu konflik ideologis sedang melanda dunia tetapi Bedi yakin Pancasila berhasil mempersatukan bangsa indonsesia yang memiliki keragaman etnis, suku bangsa, dan agama.

“Bung Karno menawarkan Pancasila sebagai ideologi tengah yang mengakomodasi kedua ideologi yang sedang bertikai (era perang dingin),” katanya.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Pekerja Informal Hadapi Risiko Lebih Besar

Politisi PDI P ini menyebutkan, Pancasila sebagai dasar ideologi negara Indonesia, pengaruh Bung Karno dalam merumuskan, serta mempromosikan Pancasila terus dihormati dan diakui.

“Pemikiran dan semangatnya masih relevan dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya,” imbuhnya.

Bedi mengatakan,, perjuangan dan pemikiran Bung Karno tidak hanya memberikan dasar filosofis bagi bangsa Indonesia. Namun, pemikiran Sang Proklamator menjadi warisan yang terus hidup dalam bentuk Pancasila yang menjadi landasan dalam membangun negara yang adil, makmur, dan bersatu.

Dia menambahkan, Pancasila bisa berguna untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi antarbangsa. Kemudian, menguatkan solidaritas global dan memajukan demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), serta memperkuat ekonomi yang berkeadilan.

Dalam hal mempromosikan perdamaian dan toleransi antarbangsa, Pancasila bisa menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan sosial untuk mendorong perdamaian dan mengurangi konflik antar negara.

Lalu, mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan budaya, agama, dan ras untuk menciptakan harmoni global.

Sedangkan, terkait penguatan solidaritas global, Pancasila diyakini bisa mendorong kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial.

“Bisa juga untuk membina semangat gotong royong dan saling membantu antara negara-negara untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga:  KPU Jelaskan Alasan Nisya Adik Raffi Ahmad Dilantik Jadi Anggota DPRD Jabar

Bedi menyebut, dalam hal memajukan demokrasi dan HAM, Pancasila mampu mengadvokasi nilai-nilai demokrasi yang menjamin partisipasi aktif masyarakat dalam pemerintahan dan pengambilan keputusan.

“Pancasila bisa menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia di seluruh dunia,” sebutnya.

Selain itu, dalam hal penguatan ekonomi yang berkeadilan, Pancasila bisa menjadi medium untuk mempromosikan sistem ekonomi yang berlandaskan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama serta mengurangi kesenjangan ekonomi antar negara.

“Mendorong praktik bisnis yang beretika dan bertanggung jawab sosial,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bedi mengatakan, saat ini dibutuhkan penguatan di ranah pendidikan. Menurutnya, Pancasila harus terus dikembangkan melalui silabus dan motede pembelajaran.

Oleh karena itu, para pendidik perlu berinovasi untuk menyampaikan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) agar mudah dimengerti oleh peserta didik.

“Pendidik bisa menjadi penutur naskah Pancasila yang baik. Itu bisa direalisasikan dengan aktivitas kekinian seperti sosio drama dan kegiatan luar ruangan,” katanya.

Meski demikian, Bedi meyakini seluruh lapisan masyarakat Indonesia sudah hafal sila pertama hingga lima dalam Pancasila.

Namun, pengalaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegera harus diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Jadi Pancasila itu tidak hanya dihafalkan melainkan dihayati dan diamalkan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bedi Budiman DPRD Jabar Hari Lahir Pancasila Parlemen Mengabdi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar

Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang

Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.