bukamata.id – Konflik antara mantan dosen UIN Malang, Imam Muslimin atau yang akrab dipanggil Yai Mim, dengan pemilik usaha rental Sahara, Nurul Sahara, kembali mengundang perhatian publik.
Setelah sebelumnya Yai Mim bersama sang istri, Rosyida, tampil di podcast Denny Sumargo untuk membeberkan kronologi versinya, kini giliran pihak Sahara yang bersiap menyampaikan sudut pandang mereka.
Nurul Sahara datang bersama suaminya, Mohammad Sofwan, serta sopir mereka, Agil, yang belakangan ramai diperbincangkan warganet. Tak hanya itu, rekan dekat Sahara bernama Imma Kalean juga membuat sebuah video yang kemudian menjadi sorotan di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, suasana di dalam mobil terekam jelas. Imma yang duduk di kursi depan mengarahkan kamera ke Agil yang berada di kursi belakang. “Mau lihat orangnya, nih,” ucap Imma memperkenalkan Agil.
Imma kemudian menyebut bahwa Agil akan menjadi sosok kunci dalam podcast berikutnya. “Jadi bukan saya yang akan menjelaskan, tapi dia yang akan menjelaskan sendiri,” tegas Imma.
Ia meminta publik untuk menyaksikan tayangan itu secara menyeluruh. “Nanti kalau podcastnya udah tayang, tonton sampai selesai, harus kita objektif lah,” lanjutnya.
Agil sendiri tampil percaya diri. Dengan tenang, ia mengatakan, “Biarlah kebenaran menemukan jalannya,” sambil tersenyum.
Pernyataan paling mencolok datang dari Imma saat ia menyebut Agil sebagai sosok penting yang akan membuka fakta baru.
“Agil, Agil dicari netizen, jangan berpikir, jangan menuduh tanpa bukti, pokoknya Agil ini kartu As ini dia, kartu As,” ujar Imma dengan mantap.
Hal ini membuat publik semakin berspekulasi bahwa Agil akan menjadi tokoh utama dalam klarifikasi pihak Sahara, khususnya terkait peristiwa dini hari yang memicu perselisihan dan sederet tuduhan yang beredar.
Awal Perseteruan dan Respons Denny Sumargo
Pertikaian antara Yai Mim dan Sahara sendiri bermula dari sengketa lahan di kawasan Perumahan Joyogrand, Kota Malang. Persoalan ini kemudian memanas setelah Yai Mim hadir di Podcast Denny Sumargo pada Minggu (28/9/2025).
Dalam tayangan tersebut, Yai Mim memaparkan kronologi kasus, dampak pribadi yang ia rasakan, serta bantahan atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Denny Sumargo, sebagai host, juga berupaya menghadirkan pihak Sahara untuk memberikan hak jawab. Namun langkah ini memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian publik menilai Sahara sebaiknya tidak diberi panggung.
Menanggapi kritik itu, Denny memberikan penjelasan. “Ketika kalian mendengar sebuah info, jangan langsung menelan mentah-mentah. Lihat dulu dari sisi lain, baru evaluasi. Itu akan mendewasakan kita dalam menyikapi masalah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan posisinya tetap netral. “Saya tidak berpihak, tugas saya hanya memberikan hak jawab. Kalau tidak digunakan, itu pilihan mereka,” jelas Denny.
Namun, setelah protes netizen terus berdatangan, Denny akhirnya mengadakan voting untuk menentukan apakah konten klarifikasi Sahara ditayangkan. Hasilnya, mayoritas memilih agar video tersebut tidak dipublikasikan.
“Jadi sesuai dengan vote, saya kan biasanya podcast harusnya tayang jam 7 malam, podcast yang Sahara, dan sesuai janji saya karena votenya banyak yang ingin tidak tayang, maka hari ini saya tidak tayangkan,” kata Denny melalui akun TikTok resminya, @dennysumargoreal, pada Kamis (2/10/2025).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











