bukamata.id – Misteri hubungan antara Dwinanda Linchia Levi, dosen Untag Semarang yang ditemukan tewas di sebuah kostel kawasan Semarang, dengan anggota Direktorat Samapta Polda Jateng AKBP Basuki, akhirnya menemukan titik terang.
Publik sebelumnya curiga karena AKBP Basuki diketahui sebagai orang terakhir yang bersama Levi sekaligus pihak yang melaporkan kematian sang dosen.
Bukan Sekadar Teman: Hubungan Levi dan AKBP Basuki Ternyata Berpacaran
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, membenarkan bahwa hubungan antara Levi dan AKBP Basuki bukan sekadar pertemanan, tetapi hubungan asmara yang telah berlangsung beberapa tahun.
“Hubungan asmara itu memang benar. Menurut pengakuan yang bersangkutan, dari tahun 2020,” ujar Artanto.
Meski AKBP Basuki telah berkeluarga, ia dan Levi disebut sudah lama menjalin hubungan dan bahkan tinggal bersama di kostel tempat Levi ditemukan meninggal.
Nama AKBP Basuki dan Levi Tercantum dalam Satu Kartu Keluarga
Fakta hubungan keduanya semakin memanas setelah kerabat Levi bernama Tiwi mengungkapkan bahwa nama Levi dan AKBP Basuki tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK).
“Iya, mereka satu KK. Katanya Levi dimasukkan sebagai saudara,” jelas Tiwi.
Namun pihak keluarga korban tidak menerima penjelasan tersebut dan menilai alasan itu tidak logis.
AKBP Basuki Jalani Patsus 20 Hari
Polda Jateng sebelumnya telah menetapkan Penempatan Khusus (Patsus) terhadap AKBP Basuki selama 20 hari, terhitung 19 November hingga 8 Desember 2025.
Sanksi ini dijatuhkan karena dugaan pelanggaran kode etik, lantaran AKBP Basuki tinggal bersama Levi sebelum sang dosen ditemukan tewas.
Keputusan Patsus diambil setelah gelar perkara pada Rabu lalu, yang menyimpulkan bahwa AKBP Basuki diduga kuat melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi Polri.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











