bukamata.id – Konflik panjang antara Imam Muslimin atau Yai Mim, mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan tetangganya Nurul Sahara, kembali ramai diperbincangkan. Awalnya dihujat warganet karena framing di media sosial, kini banyak pihak justru berbalik mendukung Yai Mim setelah sejumlah fakta baru terungkap.
Bermula dari Persoalan Sepele
Pertikaian ini bermula dari masalah batas tanah hingga parkir mobil rental milik Nurul Sahara yang dinilai mengganggu akses keluar-masuk rumah Yai Mim. Perseteruan makin panas ketika Sahara mengunggah rekaman pertengkaran mereka ke media sosial dengan narasi yang menuding Yai Mim sebagai tetangga bermasalah.
Video yang menampilkan Yai Mim berguling di tanah hingga datang ke kantor polisi dengan kepala diperban membuat publik tersulut emosi dan menghujatnya habis-habisan.
Baca Juga: Fakta Konflik Yai Mim vs Sahara Memanas, Eks Dosen UIN Malang Diusir Warga Setelah Sengketa Tanah
Tuduhan Dosen Cabul
Konflik kian memanas ketika dalam sebuah video, Sahara menyebut Yai Mim sebagai dosen cabul di hadapan mahasiswa.
“Ini dosen kalian yang cabul itu, dia cabulin saya,” ucap Sahara dalam video yang viral.
Yai Mim tidak tinggal diam dan menanggapi langsung tuduhan tersebut. “Dengarin ya, kapan saya nyabulin kamu?” katanya dengan nada tegas.
Klarifikasi Versi Yai Mim
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Yai Mim membeberkan kisah yang menurutnya menjadi akar fitnah. Ia menceritakan, saat istrinya tengah berhaji, anak Sahara kerap bermain ke rumahnya. Hingga suatu ketika, Sahara masuk rumah sambil membawa makanan dan mengunci pintu.
“Saya bilang, ‘Mbak jangan dikunci dong, istri saya lagi nggak ada di rumah.’ Dia bilang, ‘biar anaknya nggak keluar,’” cerita Yai Mim dikutip Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, saat sedang mencuci pakaian di lantai tiga dengan hanya mengenakan celana pendek, Sahara tiba-tiba menuduhnya cabul. “Dia langsung bilang, ‘woi Pak Kyai cabul!’ Saya kaget banget,” ujarnya.
Baca Juga: Viral Kasus Pengusiran Yai Mim di Malang, Ketua RT-RW Joyogran Jadi Sorotan Publik
Balik Dukungan dari Publik
Seiring klarifikasi dan munculnya berbagai kesaksian, pandangan publik mulai berubah. Banyak warganet kini merasa bersalah karena sempat menghujat Yai Mim tanpa mengetahui duduk perkara sebenarnya.
“Akhirnya terungkap, maafkan saya Yai Mim ikut menghujat waktu viral kemarin,” tulis seorang pengguna media sosial.
“Semoga bapak dosen dan istri diberikan kelapangan dalam kasusnya. Maafin saya ya pak ikut menghujat,” komentar lain menimpali.
Podcast Denny Sumargo yang menghadirkan Yai Mim kini sudah ditonton jutaan kali, memperkuat opini publik bahwa kasus ini tidak sesederhana narasi awal yang beredar.
Pelajaran dari Kasus Viral
Kasus ini menjadi pengingat bahwa fenomena “trial by social media” kerap membuat opini publik terjebak dalam informasi sepihak. Banyak pihak kini menyerukan agar masyarakat lebih bijak menyikapi konten viral dan tidak langsung menghakimi sebelum fakta terungkap.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









