bukamata.id – Ramadhan 1447 Hijriah baru saja dimulai, namun sebuah pemandangan tak biasa sudah menghiasi lini masa media sosial. Bukan soal war takjil yang jamak terjadi, melainkan fenomena “war” tempat salat Tarawih di Pajagalan, Kabupaten Sumenep, Madura. Ribuan warga dilaporkan telah memadati area jalanan sejak siang hari, berjam-jam sebelum azan Maghrib berkumandang pada Jumat (20/2/2026).
Potret antusiasme luar biasa ini viral setelah diunggah oleh akun Instagram @Lambe_Turah. Dalam video tersebut, terlihat lautan manusia meluber hingga ke badan jalan, memaksa aparat kepolisian lalu lintas turun tangan untuk mengurai kemacetan di sekitar area masjid.
Magnet Zakat Mal di Kota Keris
Lantas, apa yang membuat jemaah begitu militan menunggu sejak terik matahari masih menyengat? Usut punya usut, lokasi tersebut adalah Masjid Naqsabandiyah, yang merupakan milik keluarga politisi senior asal Madura sekaligus Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah.
Sudah menjadi tradisi tahunan di “Kota Keris” ini bahwa keluarga besar Said Abdullah menyalurkan sedekah dan zakat mal selama bulan suci. Pada Tarawih perdana tahun 2026 ini, jemaah yang hadir dikabarkan menerima amplop berisi uang tunai sebesar Rp300.000 per orang. Angka yang cukup signifikan ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk beribadah sekaligus mengharap berkah materi.
Tradisi Tahunan yang Terorganisir
Meski kerap memicu kerumunan massa, pihak keluarga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin yang diniatkan sebagai ibadah sosial. Moh Fauzi, Tim Distribusi Zakat Mal Said Abdullah di Sumenep, menjelaskan bahwa aksi bagi-bagi amplop ini adalah pemenuhan kewajiban agama.
“Pembagian zakat mal itu merupakan kewajiban yang ditunaikan oleh Bapak Said Abdullah dan rutin tiap tahun. Termasuk tahun 2026 ini,” tegas Moh Fauzi dikutip Kamis (19/2/2026).
Untuk tahun ini, pendistribusian tidak hanya terpusat di satu titik. Tercatat ada delapan lokasi masjid dan musala yang menjadi sasaran, termasuk Masjid Laju, Masjid Wakaf Abdullah, hingga Masjid Fathimah binti Said Gauzan di Manding. Amplop yang dibagikan pun tampak polos, tanpa atribut politik atau logo tertentu.
“Alhamdulillah, distribusi zakat mal Bapak Said Abdullah berjalan lancar. Semoga bermanfaat dan bisa membantu meringankan kebutuhan jemaah pada Ramadan ini,” tambah Fauzi.
Jejak Politik dan Harta Kekayaan Said Abdullah
Said Abdullah bukanlah sosok baru di panggung nasional. Politisi kelahiran Sumenep yang menempuh pendidikan di Arab Saudi ini telah menduduki kursi DPR RI selama beberapa periode sejak 2004. Kariernya yang moncer, mulai dari Ketua Banggar DPR RI hingga kini menjabat Ketua DPD PDIP Jatim (2025-2030), menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh di Jawa Timur.
Kesuksesan kariernya sebanding dengan pundi-pundi kekayaan yang dimilikinya. Berdasarkan LHKPN per 31 Maret 2025, Said Abdullah tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp101,3 miliar. Kekayaan ini didominasi oleh aset tanah dan bangunan senilai Rp66,5 miliar serta surat berharga senilai Rp45,2 miliar.
Menepis Isu Politik Uang
Tradisi bagi-bagi amplop ini bukannya tanpa kontroversi. Pada tahun-tahun sebelumnya, aksi serupa sempat viral karena penggunaan amplop berlogo partai. Namun, Said selalu menegaskan bahwa kegiatannya murni zakat mal dan dilakukan di luar masa kampanye.
“Kenapa ada logo PDI Perjuangan, sebab `rtsebagian kader bergotong royong dan itu juga diniatkan zakat mal. Kegiatan ini dibarengkan dengan pembagian sembako. Dan kegiatan ini kami lakukan di luar masa kampanye yang diatur oleh KPU,” pungkas Said.
Fenomena di Sumenep ini menjadi potret unik bagaimana religi, tradisi sosial, dan ketokohan politik berkelindan di bulan Ramadhan. Bagi warga Pajagalan, Tarawih bukan sekadar ibadah, tapi juga momen kebersamaan yang berujung pada bantuan ekonomi nyata.23y0
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











