bukamata.id – Sebuah media asal Argentina membocorkan dokumen resmi yang disebut-sebut milik salah satu pemain naturalisasi Malaysia yang terlibat dalam skandal pemalsuan dokumen. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan sangat geram dengan tindakan tersebut.
Seperti diketahui, Malaysia tengah menghadapi sanksi dari FIFA akibat kasus naturalisasi yang bermasalah. Sebanyak tujuh pemain terbukti menggunakan dokumen palsu untuk memperkuat tim nasional.
Atas pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan denda kepada FAM sebesar 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp 7,3 miliar). Ketujuh pemain juga dijatuhi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan sejak 26 September, serta denda tambahan 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp 41 juta per orang.
Baca Juga: Upaya Banding FAM Gagal? FIFA Ungkap Fakta Pemalsuan Dokumen Naturalisasi, Posisi Malaysia Terancam
Proses banding sudah diajukan, dan hasilnya dikabarkan akan diumumkan pada akhir pekan ini. Meskipun kemungkinan banding diterima cukup kecil, banyak pihak berharap ada keringanan terhadap hukuman tersebut.
Media Argentina Capital de Noticias (CDN) mengklaim berhasil memperoleh salinan akta kelahiran Carlos Rogelio Fernandez, salah satu dari tujuh pemain yang terseret kasus ini. Dalam dokumen itu tercantum bahwa kakek Facundo Garces lahir di Santa Fe, sementara nenek buyutnya, Sebastiana Justa Fernandez, adalah warga negara Argentina.
Isi dokumen tersebut berbunyi:
“Nyonya Sebastiana Justa Fernandez, 26 tahun, status lajang, berkewarganegaraan Argentina, warga Villa Maria Selva, hadir dan menyatakan bahwa di rumahnya di Jalan 22, tanpa nama, pada tanggal 29 Mei lalu, pukul 18.40, telah lahir seorang anak kulit putih yang merupakan anak kandung dari pemberi pernyataan dan ia mengakuinya sebagai anak kandung,” tulis Catatan Sipil Argentina dalam akta tersebut.
Menanggapi bocornya dokumen itu, Pelaksana Tugas Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, menyatakan kekesalannya. Dikutip dari Scoop, Yusoff menilai kebocoran informasi itu bisa berdampak buruk bagi Malaysia, terutama karena keputusan banding dari FIFA belum diumumkan.
Baca Juga: FIFA Tunda Keputusan, Masa Depan 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Masih Gantung!
“Ini benar-benar merugikan, terutama karena kami masih menunggu putusan banding FIFA. Kami tidak tahu dari mana informasi ini berasal dan tidak adil untuk menarik kesimpulan sebelum keputusan resmi diumumkan,” ujar Yusoff.
Ia juga mengimbau publik agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Saya harap masyarakat tidak menyebarkan informasi palsu atau yang belum diverifikasi. Itu sama sekali tidak membantu para pemain atau sepak bola Malaysia,” tambahnya
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








