Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Rabu, 30 September 2026 01:00 WIB

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

Selasa, 29 September 2026 21:27 WIB

Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham

Selasa, 29 September 2026 20:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
  • EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026
  • Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah
  • Tak Bisa Bela Timnas, Pemain Persib Ini Tetap Pantau Perjuangan Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

FIFA Tunda Keputusan, Masa Depan 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Masih Gantung!

By SusanaJumat, 31 Oktober 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Skuad Timnas Malaysia saat berlaga di Piala Asia 2023 Qatar.
Skuad Timnas Malaysia. (Foto: Dok AFC)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Skandal naturalisasi sepak bola Malaysia kembali memanas setelah FIFA menunda pengumuman keputusan terkait dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi.

Hingga Jumat dini hari, 31 Oktober 2025, batas waktu yang diumumkan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah terlewati, namun keputusan resmi dari FIFA belum keluar, meninggalkan masa depan pemain dan reputasi FAM dalam ketidakpastian.

Kasus Naturalisasi Bermasalah dan Investigasi FIFA

Kasus ini berawal dari pengaduan yang diterima FIFA pada Juni 2025. Investigasi rahasia selama dua bulan mengungkap bahwa kakek-nenek ketujuh pemain lahir di Spanyol, Argentina, dan Brasil, bukan di Malaysia seperti dokumen yang diajukan FAM.

Baca Juga:  Banding Malaysia ke FIFA Bisa Gagal, Kualifikasi Piala Asia 2027 Terancam!

Perkembangan terbaru muncul dari Argentina, di mana surat kabar Capital de Noticias menerbitkan dokumen akta kelahiran asli kakek Facundo Garces, salah satu pemain yang terlibat, menunjukkan ia lahir di Argentina, bertentangan dengan data resmi FAM. Dokumen ini diyakini menjadi bukti kuat yang dikumpulkan FIFA.

Sanksi Awal FIFA dan Banding FAM

Pada 6 Oktober 2025, FIFA menjatuhkan sanksi awal terhadap FAM dan pemain:

  • Denda 350.000 Franc Swiss (sekitar Rp5,8 miliar) untuk FAM
  • Denda 2.000 Franc Swiss (Rp33 juta) untuk setiap pemain
  • Larangan beraktivitas sepak bola selama 12 bulan bagi ketujuh pemain, termasuk Hector Hevel, kontributor penting tim nasional Malaysia
Baca Juga:  Disanksi FIFA, Ini Jalan Panjang 7 Pemain Naturalisasi Malaysia untuk Kembali ke Timnas

FAM kemudian segera menyewa pengacara internasional, meminta dokumen dan dasar hukum dari FIFA, dan mengajukan banding pada 14 Oktober 2025. Hingga kini, keputusan akhir masih ditunggu, menimbulkan ketidakpastian besar bagi sepak bola Malaysia.

Dampak Besar bagi Tim Nasional Malaysia

Jika banding gagal, sanksi awal akan tetap berlaku. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga memperingatkan konsekuensi serius:

  • Malaysia bisa kalah 0-3 di pertandingan yang sudah dimenangkan, termasuk melawan Nepal dan kemenangan 4-0 atas Vietnam di kualifikasi Piala Asia 2027
  • Potensi kehilangan 6 poin, turun dari puncak klasemen Grup F, dan berisiko tersingkir dari turnamen
Baca Juga:  Skandal Naturaliasi Malaysia: 7 Pemain Timnas Terjerat Sanksi FIFA

Di luar skor, dampak terbesarnya adalah krisis kepercayaan publik terhadap integritas FAM dan reputasi sepak bola Malaysia di mata internasional. Pemalsuan dokumen menimbulkan pertanyaan serius soal transparansi dan profesionalisme.

Pandangan Pakar dan Reformasi yang Diperlukan

Pakar sepak bola Datuk Pekan Ramli menekankan FAM harus menghadapi kenyataan dan memperbaiki sistem internal, alih-alih hanya berlarut di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh industri sepak bola Malaysia: kesuksesan tidak bisa dibangun di atas ketidakjujuran. Sepak bola Malaysia kini membutuhkan keputusan FIFA sekaligus reformasi mendasar untuk memulihkan integritas dan kepercayaan publik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Timnas Malaysia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026

Pemain Timnas Indonesia usai mencetak gol ke gawang Arab Saudi.

Belum Aman! Ini Hitung-hitungan dan Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kevin Diks

Drama Indonesia vs Malaysia: Kartu Merah, Teriakan Penonton hingga Target Besar Lawan Bangladesh

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Garuda Wajib Pesta Gol di SUGBK!

Bukan Pertahanan! John Herdman Akui Sektor Ini Jadi PR Timnas Indonesia

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.