Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak

Kamis, 1 Oktober 2026 20:20 WIB

Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi

Kamis, 1 Oktober 2026 20:11 WIB
Ilustrasi pencairan BSU

Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung

Kamis, 1 Oktober 2026 20:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak
  • Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi
  • Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
  • Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya
  • Jadwal Berubah! Garudayaksa FC vs Persib Dimajukan, Ini Waktu Terbarunya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Farhan Ajak Hartono dan Irfan Hakim Tinjau Sampah, Siap Replikasi ke 1.592 RW Bandung

By SusanaMinggu, 22 Februari 2026 22:29 WIB3 Mins Read
Wali Kota Bandung Farhan ajak Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim tinjau pengelolaan sampah berbasis masyarakat di 3 lokasi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak pengusaha Hartono Soekwanto dan presenter Irfan Hakim meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tiga lokasi strategis di Bandung, pada Minggu (22/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan sampah berbasis komunitas di seluruh RW Kota Bandung yang mencapai 1.592 RW.

Tiga Lokasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Tiga lokasi yang dikunjungi yakni:

  1. Jasmine Integrated Farming di Antapani
  2. Buruan SAE Cibangkong, Kecamatan Batununggal
  3. Rumah Maggot Kurdi Timur

Ketiga lokasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sampah rumah tangga diubah menjadi maggot, pupuk kompos, hingga mendukung urban farming warga, sekaligus meningkatkan ekonomi komunitas.

Di Jasmine Integrated Farming, pengolahan sampah sudah berjalan sejak 2019 secara terintegrasi, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan hasil olahan untuk pertanian warga. Setiap hari, sekitar 150 kilogram sampah organik diolah di lokasi ini, atau hampir lima ton per bulan, sehingga tidak perlu dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Baca Juga:  Bukan Pengobatan Biasa, Ini Rahasia Kesehatan Holistik yang Bikin Bos Koi Hartono Soekwanto Terpukau

Ketua KSM Jasmine Integrated Farming, Dodi Iriana, menekankan bahwa konsistensi warga menjadi kunci keberhasilan program.

“Kalau dibilang duitnya mungkin tidak besar, tapi keberkahannya luar biasa. Dari 2019 sampai sekarang kami mendapat penghargaan dari tingkat kecamatan, kota, provinsi sampai nasional. Bahkan tamu dari luar kota dan luar negeri datang karena tahu dari media sosial,” ujar Dodi.

Dari pengolahan sampah ini, warga mampu menghasilkan sekitar Rp2 juta per bulan yang digunakan untuk operasional dan kegiatan ekonomi komunitas.

Baca Juga:  Bos Koi Rayakan Ultah Pakai Tuna Raksasa 88 Kg, Simbol Infinity Pemikat Rezeki

Dukungan Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim

Hartono Soekwanto, yang akrab disapa Bos Koin, mengaku terkesan dengan kesadaran warga dalam mengelola sampah dari sumbernya.

“Sampah yang dihasilkan sendiri, dikelola sendiri, menjadi maggot dan pupuk kompos. Luar biasa. Kami sebagai warga tentu gembira melihat perkembangan ini,” kata Hartono.

Ia pun mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana untuk mendukung kebersihan Kota Bandung.

“Mulai dari hal kecil, misalnya kulit buah dipisahkan. Kita bantu program pemerintah. Cita-cita semua orang kan Bandung lebih bersih,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan warga. Menurutnya, keberhasilan sejumlah RW harus segera direplikasi ke seluruh Kota Bandung.

Baca Juga:  Membangun Mimpi Petarung Jalanan: Aksi Nyata Bos Koi Hartono Soekwanto

“Kita harus replikasi, replikasi, replikasi. Komitmen kita sampah harus selesai dari hulunya, dari rumah dan lingkungan kita sendiri,” ujar Farhan.

Presenter Irfan Hakim menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan, terutama di kota kreatif seperti Bandung.

Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat, dan Figur Publik

Kunjungan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, figur publik, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dimulai dari rumah dan lingkungan warga, gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendukung kota Bandung menjadi lebih bersih dan sehat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hartono Soekwanto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak

Ilustrasi pencairan BSU

Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru

Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya

PP Jabar Gelar Diskusi Publik Bahas Penegakan Hukum, Keadilan dan Kepercayaan Publik

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.