Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak

Kamis, 1 Oktober 2026 20:20 WIB

Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi

Kamis, 1 Oktober 2026 20:11 WIB
Ilustrasi pencairan BSU

Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung

Kamis, 1 Oktober 2026 20:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak
  • Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi
  • Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
  • Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya
  • Jadwal Berubah! Garudayaksa FC vs Persib Dimajukan, Ini Waktu Terbarunya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Membangun Mimpi Petarung Jalanan: Aksi Nyata Bos Koi Hartono Soekwanto

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 14:40 WIB3 Mins Read
Hartono Soekwanto
Bos Koi Hartono Soekwanto (kanan) bersama Yulianto Bazzo. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengusaha sukses yang dikenal sebagai Bos Koi Hartono Soekwanto, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap dunia olahraga, khususnya seni bela diri campuran (MMA). Ia memberikan dukungan dalam bentuk dana tunai kepada para atlet MMA Indonesia, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan dedikasi mereka.

Hartono mengungkapkan, dorongan untuk membantu para atlet muncul dari pengalaman pribadinya. Saat kecil, ia bercita-cita menjadi pemain basket, namun menyadari minimnya perhatian terhadap para atlet di Indonesia, terutama dari sisi finansial.

“Saya dulunya sangat ingin jadi pemain basket. Tapi waktu itu, sekitar tahun 1990-an, atlet basket dari Jawa Timur gajinya per minggu tidak lebih dari 50 ribu. Sekarang sudah jauh lebih baik, tapi tetap, perjuangan mereka belum sepadan dengan penghargaan yang diterima,” ungkap Hartono saat ditemui, Selasa (5/8/2025).

Berbeda dengan cabang olahraga tinju yang sudah lebih maju dari segi komersial, Hartono melihat MMA masih tertinggal, baik dari segi penghargaan maupun eksposur.

Baca Juga:  Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

“Kita prihatin juga, kalau melihat MMA di luar negeri hadiahnya gak besar dibanding tinju, kalau petinju bisa ratusan juta seperti Mike Tyson, sedangkan kelas Joy Jonce gak sehebat yang didapat kalau sama sama atlet hebat, tapi kalau tinju jauh lebih dalam pembayarannya,” jelasnya.

Dukungan yang diberikan oleh Hartono tidak bersifat komersial maupun mengharapkan imbal balik. Ia menegaskan bahwa bantuannya datang murni dari hati.

“100 persen dari hati yang dalam, tidak ada permintaan apapun, ketulusan dalam berbagi kebahagiaan,” tegasnya.

Salah satu atlet yang mendapat perhatian khusus dari Hartono adalah Yulianto Bazzo, petarung jalanan yang kini bertransformasi menjadi atlet profesional.

Baca Juga:  Misteri Sapi Matilda: Bertingkah Aneh & Berbobot Jumbo, Ternyata Reinkarnasi Anak Bos Kaya?

Bazzo dikenal karena gaya bertarung ekstremnya melawan tiga lawan sekaligus di atas ring, termasuk dalam laga mendatang pada 24 Agustus di Stadion Jalak Harupat, yang juga akan dihadiri Hartono.

“Saya bersyukur dari dulu, dari amatir, bahkan sebelum amatir, saya hidup di jalanan. Dulu latihan sambil narik becak. Sekarang alhamdulillah, setiap ada pertandingan selalu didukung oleh Pak Hartono,” kata Bazo.

Menariknya, pertandingan-pertandingan Bazo selalu bertema “melawan gangster”, dengan tujuan memotivasi anak muda agar tidak mencari jati diri di jalanan.

“Jangan cari jati diri di jalanan atau tawuran. Lebih baik di ring yang terhormat,” ujar Hartono.

Meski belum merancang pembangunan camp bela diri, Hartono tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan event sendiri jika ada dukungan sponsor dan saluran televisi.

Baca Juga:  Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga

“Kalau ada sponsor dan tayangan TV, kenapa tidak? Tapi untuk sekarang, kita lakukan apa yang kita bisa dulu,” tambahnya.

Hartono juga menolak disebut sebagai “bapak angkat” bagi para atlet yang ia bantu. Menurutnya, hubungan yang ia jalin lebih dari itu.

“Istilah bapak angkat kurang pas. Kita teman baik yang saling mendukung. Namanya teman, bantu sampai kapanpun,” ujarnya.

Dengan kepedulian tulus dan konsistensi selama puluhan tahun mendukung atlet seperti Bazzo, Bos Koi Hartono Soekwanto menunjukkan bahwa peran dunia usaha sangat penting dalam mengangkat martabat olahraga Indonesia, terutama cabang yang masih kurang mendapat perhatian seperti MMA.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bos Koi Hartono Soekwanto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Batal Cerai atau Prank? Kemunculan Demian di Live Sara Wijayanto Bikin Heboh, Cinta Belum Usai?

Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 1 Oktober, Ada Duel Perebutan Emas

Bansos PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Penerima Lewat HP Cukup Pakai NIK

Rekomendasi Kuliner Malam Bekasi: Tempat Nongkrong & Makan Enak yang Buka Seharian

Bikin Ngiler! 4 Nasi Goreng Bandung dengan Racikan Unik dan Topping Melimpah

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.