bukamata.id – Di balik megahnya Gedung Merdeka dan riuhnya lalu lintas Jalan Asia Afrika, ada satu titik yang siang itu menjadi panggung kemarahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Bukan tanpa sebab. Eks Palaguna ternyata dipenuhi sampah, dan bahkan sempat dijadikan lokasi hiburan malam.
Kamis (22/5/2025), di bawah terik matahari, Farhan meninjau langsung lokasi tersebut. Namun bukan sambutan ramah atau laporan rutin yang ia sampaikan. Nada suaranya meninggi, penuh amarah.
“Awalnya saya tidak berani menyentuh karena katanya ini milik swasta, katanya juga milik Pemprov. Tapi kemarin sempat dipakai pasar malam, dan pagi ini mendadak hilang. Setelah dicek, ternyata penuh sampah,” ujar Farhan.
Menurutnya, pelanggaran yang ditemukan tak hanya satu. Lahan yang seharusnya digunakan sebagai area parkir justru disulap menjadi tempat kegiatan tak berizin. Tak hanya mencemari lingkungan, kondisi itu juga mencederai banyak peraturan daerah.
Tanah eks Palaguna bukanlah sekadar ruang kosong. Di sanalah pernah mengalir Sumur Mata Air Bandung—sumber kehidupan warga tempo dulu. Sumur itu tidak hanya penting secara fungsional, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan budaya tinggi bagi masyarakat adat Sunda dan pemerhati sejarah kota.
Namun semua itu kini tinggal kenangan. Sumur tersebut bahkan disebut-sebut sudah tak lagi ada. Farhan pun menginstruksikan penyelidikan khusus untuk menelusuri keberadaan sumur yang konon menjadi bagian dari cagar budaya itu.
“Jika terbukti melanggar UU Cagar Budaya, bisa kena pidana. Dan itu tidak ringan,” tegasnya.
Atas temuan tersebut, Pemerintah Kota Bandung langsung mengambil tindakan. Farhan memutuskan untuk menyegel lahan eks Palaguna hingga waktu yang belum ditentukan. Selain mencegah kerusakan lebih jauh, penyegelan juga dimaksudkan untuk memberi ruang pada penataan ulang.
Beberapa dinas telah diminta turun tangan: mulai dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga (DSDABM), Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pembersihan, pemetaan ulang fungsi lahan, hingga penyuluhan kepada masyarakat sekitar akan menjadi bagian dari langkah lanjutan.
“Selama masa penyegelan, lahan ini akan kita benahi. Harus bersih, aman, dan tidak jadi sumber penyakit,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










