bukamata.id – Di tengah hiruk-pikuk TikTok yang biasanya dipenuhi joget viral, tren kecantikan instan, hingga tantangan ekstrem yang memacu adrenalin, sebuah fenomena sederhana justru mencuri perhatian. Tak ada koreografi rumit, tak pula visual mencolok. Yang terdengar hanya lantunan doa—pelan, tulus, dan penuh kasih—yang mengalir dari potongan lirik dinyanyikan Ayu Ting Ting untuk putrinya, Bilqis Khumairah Razak.
Tren ini oleh warganet dijuluki sebagai “setor hafalan doa”. Bukan doa yang dibaca dari kitab atau teks formal, melainkan sepenggal lirik doa yang dinyanyikan dengan nada sederhana. Ribuan pengguna TikTok dari berbagai latar belakang ikut mengunggah video versi mereka, seolah sedang menghafal doa di hadapan guru atau orang tua.
Potongan lirik yang kini membanjiri halaman FYP (For Your Page) berbunyi:
“Ya Allah lindungi Bilqis. Ya Allah sehatkan Bilqis. Ya Allah jaga Bilqis. Ya Allah sayangi Bilqis,”
Empat kalimat pendek itu tak memiliki metafora rumit, tak pula permainan kata yang indah secara sastra. Namun justru kesederhanaannya itulah yang membuat doa tersebut terasa dekat. Banyak pengguna TikTok mengaku langsung tersentuh karena lirik tersebut mewakili isi hati orang tua: permohonan paling mendasar untuk keselamatan, kesehatan, dan kasih sayang bagi anak-anak mereka.
Alih-alih mengikuti tren demi hiburan semata, pengguna TikTok kali ini datang dengan niat yang lebih personal. Dalam berbagai video, terlihat orang tua menyebut nama anak mereka sendiri di sela-sela doa. Ada pula yang menuliskan nama anak di kolom teks, sementara suara latar tetap mengikuti nada doa Ayu Ting Ting. Tak sedikit pula remaja dan anak muda yang mengunggah versi mereka sambil meneteskan air mata, mendedikasikan doa itu untuk orang tua, adik, atau bahkan diri mereka sendiri.
Yang menarik, tren ini tidak dibungkus dengan musik remix atau aransemen modern. Sebaliknya, banyak kreator justru memilih menyanyikannya tanpa iringan musik, polos, apa adanya. Gaya ini mengingatkan pada suasana ruang kelas madrasah atau pengajian sore, ketika anak-anak menyetorkan hafalan doa dengan suara lirih dan penuh kehati-hatian.
Kesederhanaan itu pula yang membuat tren ini terasa jujur. Tanpa efek visual berlebihan, tanpa filter dramatis, hanya suara dan doa. Beberapa netizen bahkan menuliskan bahwa mereka tak kuasa menahan tangis ketika pertama kali mendengar lantunan doa tersebut di FYP.
Fenomena ini menjadi semakin menarik karena lagu yang digunakan sebenarnya bukan karya baru. Lagu berjudul “Doa Buat Bilqis” telah diciptakan dan dinyanyikan Ayu Ting Ting sejak beberapa tahun lalu. Lagu tersebut merupakan ungkapan kasih sayang seorang ibu kepada anak perempuannya, Bilqis Khumairah Razak, yang selama ini dikenal sangat dekat dengan Ayu.
Namun, versi audio yang kini viral di TikTok ternyata bukan berasal dari rilisan lama atau video klip resmi. Potongan suara yang ramai digunakan justru datang dari momen yang relatif baru dan tak dirancang untuk menjadi tren.
Suara Ayu Ting Ting yang kini memenuhi TikTok direkam saat dirinya menjadi bintang tamu di kanal YouTube Comic 8 Revolution. Dalam video yang diunggah pada 23 November 2025 itu, Ayu hadir sebagai tamu dan berbincang santai bersama Sara Wijayanto.
Dalam suasana perbincangan yang hangat dan penuh tawa, Ayu diminta kembali menyanyikan potongan doa yang dulu sering ia lantunkan untuk Bilqis. Tanpa persiapan khusus, tanpa aransemen musik, Ayu menyanyikannya dengan suara lembut—suara seorang ibu yang tengah memanjatkan doa.
Tak disangka, meski video tersebut telah tayang hampir tiga minggu, potongan audionya justru baru meledak beberapa hari terakhir. Sejumlah kreator TikTok mulai memotong bagian doa tersebut, mengunggahnya ulang, dan menggunakannya sebagai latar video mereka. Dari situlah, tren ini menyebar cepat, menembus berbagai segmen pengguna.
Dalam waktu singkat, ribuan video bermunculan. Ada yang merekam diri mereka sambil menatap foto anak di ponsel, ada yang merekam suasana kamar tidur anak, ada pula yang hanya menampilkan teks doa dengan latar layar hitam. Semuanya terasa personal, seolah setiap unggahan adalah doa yang sungguh-sungguh dipanjatkan.
Banyak pengguna TikTok memilih untuk tidak sekadar memutar audio, tetapi menyanyikannya sendiri. Mereka mengikuti nada Ayu Ting Ting, menyebut nama anak atau orang terkasih, dan merekamnya dengan satu kali pengambilan gambar. Gaya “setor hafalan” ini justru membuat tren tersebut terasa lebih sakral, jauh dari kesan pamer atau mencari perhatian.
Tak sedikit netizen yang mengaku awalnya hanya lewat di FYP, tetapi akhirnya ikut terseret arus karena nada doanya begitu mudah diingat. Empat kalimat sederhana itu cepat melekat di kepala, seperti doa-doa pendek yang diajarkan sejak kecil.
Di kolom komentar, banyak pengguna menuliskan pengalaman emosional mereka. Ada yang mengaku sedang jauh dari anak karena bekerja di luar kota. Ada pula yang mendedikasikan doa tersebut untuk anak yang sedang sakit. Bahkan, beberapa pengguna menulis bahwa mereka mengubah nama “Bilqis” dalam doa tersebut menjadi nama almarhum anak atau anggota keluarga yang telah tiada.
Tren ini pun dianggap sebagai jeda emosional di tengah kerasnya dunia digital. Saat algoritma biasanya mendorong konten yang sensasional, doa sederhana justru menjadi ruang refleksi kolektif. TikTok, yang kerap dicap dangkal, mendadak berubah menjadi tempat berbagi doa dan rasa rindu.
Fenomena “setor hafalan doa” ini menunjukkan bahwa konten viral tak selalu harus heboh. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah kejujuran perasaan. Dalam lantunan singkat Ayu Ting Ting—”Ya Allah lindungi Bilqis. Ya Allah sehatkan Bilqis. Ya Allah jaga Bilqis. Ya Allah sayangi Bilqis,”—tersimpan doa universal yang melintasi batas usia, latar belakang, dan status sosial.
Mungkin inilah alasan mengapa tren tersebut begitu cepat menyentuh banyak orang. Karena di balik layar ponsel, setiap orang pernah, sedang, atau akan menjadi seseorang yang berdoa dengan kalimat sesederhana itu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











