Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC

Rabu, 12 Agustus 2026 09:05 WIB

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Rabu, 12 Agustus 2026 08:20 WIB

PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen

Rabu, 12 Agustus 2026 08:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC
  • Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg
  • PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
  • Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat
  • Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh Isu Penculikan Bocah SD di Garut, Fakta Sebenarnya Terungkap

By Aga GustianaRabu, 11 Februari 2026 08:15 WIB3 Mins Read
Ilustrasi penculikan anak. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media sosial Garut sempat ramai sejak Selasa (10/2/2026) setelah beredar kabar dugaan penculikan yang disebut menimpa dua bocah sekolah dasar. Informasi tersebut menyebar cepat dan memicu kekhawatiran publik, terutama para orang tua. Namun, hasil penelusuran aparat menunjukkan fakta yang berbeda.

Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan dua anak sekolah diculik dari lingkungan pendidikan di wilayah Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, lalu berhasil melarikan diri ketika kendaraan pelaku terjebak kemacetan.

“Hati hati yang punya anak sekolah, ini barusan ada korban penculikan dari pesantren Annur Cilawu sudah sampai di Alun-alun Garut, untung korban bisa kabur waktu di jalan macet,” demikian narasi isu penculikan tersebut, dalam unggahan warganet di Facebook.

Unggahan itu diperkuat dengan sebuah video amatir yang menampilkan dua pelajar SD tengah berada di kawasan Alun-alun Garut bersama petugas Satpol PP. Dalam video tersebut terdengar percakapan yang menarasikan seolah-olah keduanya baru saja menjadi korban penculikan.

Salah satu bocah dalam rekaman itu bahkan mengaku dibawa oleh tiga orang pria menggunakan mobil berwarna hitam. Video tersebut dengan cepat beredar luas, tak hanya di Facebook, tetapi juga tersebar melalui status WhatsApp warga Garut.

Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Setelah diamankan oleh petugas Satpol PP, kedua bocah laki-laki itu kemudian diserahkan ke pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin memberikan klarifikasi atas isu yang telanjur membuat resah masyarakat.

“Jadi itu kejadiannya pagi tadi di Alun-alun Garut dan kami pastikan isu penculikan itu tidak benar adanya,” ungkap Joko.

Menurut penjelasan polisi, hasil pemeriksaan mengungkap bahwa pengakuan penculikan tersebut tidak sesuai fakta. Kedua bocah akhirnya mengakui bahwa cerita yang mereka sampaikan hanyalah karangan.

Faktanya, kedua siswa tersebut diketahui bolos sekolah. Mereka menghabiskan waktu dengan berkeliling ke beberapa tempat, mulai dari area pemakaman hingga menaiki angkutan kota, sebelum akhirnya sampai di Alun-alun Garut.

Saat berada di lokasi, keberadaan mereka menarik perhatian petugas Satpol PP karena masih berada di luar sekolah pada jam pelajaran. Ketika dimintai keterangan, rasa takut dimarahi orang tua membuat salah satu bocah spontan mengaku menjadi korban penculikan.

“Pengakuannya diculik oleh tiga orang bapak-bapak, kemudian diturunin di Alun-alun Garut. Padahal itu tidak benar dan penculikan itu tidak pernah terjadi,” ungkap Joko.

Orang Tua Dipanggil, Polisi Beri Imbauan

Polisi kemudian memanggil orang tua dari kedua bocah tersebut untuk dimintai keterangan. Setelah proses klarifikasi selesai, anak-anak itu diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Menutup penjelasannya, Joko mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak cepat menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya, karena dapat menimbulkan dampak kecemasan di tengah-tengah masyarakat. Kami pastikan isu penculikan ini tidak benar,” pungkas Joko.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita garut bocah SD garut hoaks Isu Penculikan Viral Medsos
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.