Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Minggu, 1 November 2026 17:30 WIB

Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama

Minggu, 1 November 2026 16:29 WIB

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Minggu, 1 November 2026 15:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lecehkan Pasien di Kosan, Dokter Cabul di Garut Terancam 12 Tahun Penjara

By SusanaJumat, 18 April 2025 15:00 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus dugaan pelecehan seksual oleh dokter kandungan di Garut. Foto: Instagram @polresgarut.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter kandungan berinisial M.S.F (33), yang bertugas di Klinik Karya Harsa, Garut.

Tersangka diduga melakukan tindakan asusila terhadap pasiennya di tempat kos pribadinya di kawasan Tarogong Kidul.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa korban, seorang perempuan berinisial A.E.D (24), awalnya menghubungi tersangka untuk berkonsultasi terkait masalah kesehatan reproduksi.

Setelah menjalani pemeriksaan medis di klinik pada 22 Maret 2025, korban dijadwalkan menerima suntikan vaksin gonore seharga Rp6 juta. Suntikan itu diberikan pada 24 Maret 2025 malam di rumah orang tua korban.

Baca Juga:  4 Rekomendasi Pantai di Garut Tawarkan Pemandangan Indah Memesona

Baca Juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Dokter Cabul di Garut Sempat Kena Bogem Suami Pasien

Usai tindakan medis tersebut, tersangka meminta korban mengantarkannya pulang ke tempat kos karena dirinya tidak membawa kendaraan dan hanya menggunakan ojek online.

Sesampainya di kos, tersangka meminta korban membayar jasa medis secara tunai di dalam kamar dengan alasan malu terlihat orang lain.

Namun, saat berada di dalam kamar yang kemudian dikunci oleh tersangka, pelaku diduga mencium dan meraba tubuh korban meskipun telah ditolak dan diperingatkan. Korban akhirnya berhasil melawan dan melarikan diri.

Baca Juga:  MUI Dorong Penerapan Hukuman Maksimal bagi Pelaku Kekerasan Seksual

“Polisi telah memeriksa 10 orang saksi, termasuk keluarga korban, tenaga medis, dan seorang psikolog,” jelas Hendra.

Baca Juga: Fakta Baru! Polisi Ungkap Dokter Kandungan di Garut Lecehkan Pasien di Kamar Kos

Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti flashdisk berisi rekaman video, memory card, dan pakaian korban.

Atas perbuatannya, M.S.F dijerat dengan Pasal 6 huruf b dan/atau c jo Pasal 15 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp300 juta.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Masalah Akut Anak Jabar: Dari Penjualan Bayi hingga 'Janji Satu Darah' Remaja

Tersangka kini telah diamankan dan dalam proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga menduga masih ada korban lain yang belum melapor.

​​​“Sebagai bentuk komitmen dalam menangani kasus kekerasan seksual dan memberikan ruang aman bagi masyarakat untuk melapor, Polres Garut telah membuka posko pengaduan khusus,” ujarnya.

Masyarakat yang memiliki informasi atau mengalami kejadian serupa dapat menghubungi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) atau mengirim laporan ke nomor pengaduan resmi di 0811-1340-4040.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter garut pelecehan seksual
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.