Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lebaran Paling Pilu! Ibu Berpulang Jelang Hari Raya, Kata-Kata Terakhir di Liang Lahat Menyayat Hati

Minggu, 22 Maret 2026 13:13 WIB

Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit

Minggu, 22 Maret 2026 11:14 WIB

Panas! Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid, Mbappe Jadi Penentu?

Minggu, 22 Maret 2026 10:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lebaran Paling Pilu! Ibu Berpulang Jelang Hari Raya, Kata-Kata Terakhir di Liang Lahat Menyayat Hati
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Panas! Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid, Mbappe Jadi Penentu?
  • Dipanggil Timnas, Eliano Reijnders Ungkap Persaingan Sengit di Skuad Garuda
  • Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen
  • Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal
  • Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 22 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

FIFA Tunda Keputusan, Masa Depan 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Masih Gantung!

By SusanaJumat, 31 Oktober 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Skuad Timnas Malaysia saat berlaga di Piala Asia 2023 Qatar.
Skuad Timnas Malaysia. (Foto: Dok AFC)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Skandal naturalisasi sepak bola Malaysia kembali memanas setelah FIFA menunda pengumuman keputusan terkait dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi.

Hingga Jumat dini hari, 31 Oktober 2025, batas waktu yang diumumkan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah terlewati, namun keputusan resmi dari FIFA belum keluar, meninggalkan masa depan pemain dan reputasi FAM dalam ketidakpastian.

Kasus Naturalisasi Bermasalah dan Investigasi FIFA

Kasus ini berawal dari pengaduan yang diterima FIFA pada Juni 2025. Investigasi rahasia selama dua bulan mengungkap bahwa kakek-nenek ketujuh pemain lahir di Spanyol, Argentina, dan Brasil, bukan di Malaysia seperti dokumen yang diajukan FAM.

Baca Juga:  Heboh! Striker JDT Ini Berpeluang Dinaturalisasi, Perkuat Timnas Malaysia di Piala AFF 2026

Perkembangan terbaru muncul dari Argentina, di mana surat kabar Capital de Noticias menerbitkan dokumen akta kelahiran asli kakek Facundo Garces, salah satu pemain yang terlibat, menunjukkan ia lahir di Argentina, bertentangan dengan data resmi FAM. Dokumen ini diyakini menjadi bukti kuat yang dikumpulkan FIFA.

Sanksi Awal FIFA dan Banding FAM

Pada 6 Oktober 2025, FIFA menjatuhkan sanksi awal terhadap FAM dan pemain:

  • Denda 350.000 Franc Swiss (sekitar Rp5,8 miliar) untuk FAM
  • Denda 2.000 Franc Swiss (Rp33 juta) untuk setiap pemain
  • Larangan beraktivitas sepak bola selama 12 bulan bagi ketujuh pemain, termasuk Hector Hevel, kontributor penting tim nasional Malaysia
Baca Juga:  Ong Kim Swee Resmi Jadi Pelatih Persis Solo, Mantan Juru Taktik Timnas Malaysia

FAM kemudian segera menyewa pengacara internasional, meminta dokumen dan dasar hukum dari FIFA, dan mengajukan banding pada 14 Oktober 2025. Hingga kini, keputusan akhir masih ditunggu, menimbulkan ketidakpastian besar bagi sepak bola Malaysia.

Dampak Besar bagi Tim Nasional Malaysia

Jika banding gagal, sanksi awal akan tetap berlaku. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga memperingatkan konsekuensi serius:

  • Malaysia bisa kalah 0-3 di pertandingan yang sudah dimenangkan, termasuk melawan Nepal dan kemenangan 4-0 atas Vietnam di kualifikasi Piala Asia 2027
  • Potensi kehilangan 6 poin, turun dari puncak klasemen Grup F, dan berisiko tersingkir dari turnamen
Baca Juga:  Hukuman Mengerikan Mengintai, FAM Cari Jalan Selamat di CAS!

Di luar skor, dampak terbesarnya adalah krisis kepercayaan publik terhadap integritas FAM dan reputasi sepak bola Malaysia di mata internasional. Pemalsuan dokumen menimbulkan pertanyaan serius soal transparansi dan profesionalisme.

Pandangan Pakar dan Reformasi yang Diperlukan

Pakar sepak bola Datuk Pekan Ramli menekankan FAM harus menghadapi kenyataan dan memperbaiki sistem internal, alih-alih hanya berlarut di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh industri sepak bola Malaysia: kesuksesan tidak bisa dibangun di atas ketidakjujuran. Sepak bola Malaysia kini membutuhkan keputusan FIFA sekaligus reformasi mendasar untuk memulihkan integritas dan kepercayaan publik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FIFA tunda keputusan FAM Naturalisasi sepak bola Malaysia Skandal 7 pemain Malaysia Timnas Malaysia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Panas! Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid, Mbappe Jadi Penentu?

Senegal vs Maroko

Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan

Presiden FIFA Gianni Infantino

FIFA Resmi Sanksi Federasi Sepak Bola Israel Terkait Diskriminasi dan Rasisme

Prediksi Skor Bournemouth vs MU: Bruno Fernandes Jadi Andalan, Tuan Rumah Tak Terkalahkan

Jangan Terlewat! Ini Link Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Jadwal Liga Champions 19 Maret 2026: Laga Penentuan Perempat Final Bakal Penuh Drama

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.