bukamata.id – Karier pemain naturalisasi Malaysia, Gabriel Palermo, tengah menghadapi masa sulit. Pemain muda yang sebelumnya memperkuat Unionistas de Salamanca itu resmi diputus kontraknya oleh klub peminjam maupun klub induknya, CD Tenerife, setelah namanya terseret dalam sanksi FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi.
Palermo termasuk satu dari tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia yang dijatuhi sanksi oleh FIFA. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinilai telah melakukan pelanggaran serius dalam proses administrasi naturalisasi pemain asing.
Kasus Naturalisasi Malaysia Berujung Sanksi FIFA
FIFA menjatuhkan sanksi keras kepada FAM setelah menemukan dugaan pemalsuan dokumen kelahiran yang digunakan untuk mempercepat proses naturalisasi pemain. Pelanggaran ini dianggap melanggar integritas regulasi internasional yang berlaku.
FIFA Menilai FAM Lakukan Pemalsuan Dokumen Kelahiran
Dalam temuan resmi, FIFA menyebut bahwa beberapa dokumen yang digunakan FAM tidak sesuai dengan catatan resmi negara asal pemain. Hal inilah yang membuat FIFA akhirnya turun tangan dan melakukan investigasi lebih dalam.
Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahir untuk Naturalisasi
Menurut laporan, sejumlah pemain yang dinaturalisasi mengajukan dokumen kelahiran baru dengan data yang dianggap tidak valid. Praktik ini digunakan untuk mempercepat proses pengesahan kewarganegaraan mereka.
Pemeriksaan Data oleh FIFA dan Bukti Administratif
FIFA melakukan pemeriksaan silang terhadap data kependudukan, catatan sipil, dan dokumen resmi dari negara asal pemain. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan antara data asli dan dokumen yang diserahkan ke FAM.
FAM Dikenai Denda dan Pemain Dilarang Bermain Selama 12 Bulan
FIFA kemudian menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM. Selain itu, tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dikenai larangan bermain selama 12 bulan.
FAM sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun Komite Banding FIFA menolak pengajuan tersebut. Dengan demikian, sanksi kepada FAM dan para pemain tetap berlaku tanpa perubahan.
Gabriel Palermo Jadi Korban Efek Domino Sanksi FIFA
Gabriel Palermo menjadi salah satu pemain yang paling terdampak oleh sanksi ini. Pemain berusia 23 tahun itu bukan hanya kehilangan kesempatan tampil di level internasional, tetapi juga kehilangan kontrak profesional di Eropa.
Larangan Bermain 12 Bulan Berdampak ke Klub
Larangan bermain yang dijatuhkan FIFA membuat klub peminjamnya, Unionistas de Salamanca, tak bisa memanfaatkan jasa Palermo hingga sanksinya berakhir. Situasi itu membuat klub memilih mengakhiri kerja sama lebih awal.
Unionistas de Salamanca dan CD Tenerife Putus Kontrak Palermo
Pada Jumat (7/11), Unionistas de Salamanca resmi mengumumkan pemutusan kontrak dengan Palermo setelah menerima komunikasi langsung dari FIFA.
“Unionistas de Salamanca telah mencapai kesepakatan dengan Club Deportivo Tenerife untuk mengakhiri masa peminjaman pemain Gabri Palmero, berdasarkan komunikasi yang diterima dari FIFA pada 25 September dan setelah banding sang pemain ditolak pada 3 November,” demikian pernyataan resmi klub.
Unionistas juga mengucapkan terima kasih kepada Palermo atas kontribusinya selama beberapa bulan terakhir. Klub menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak menimbulkan biaya finansial tambahan.
Tak lama berselang, CD Tenerife selaku klub induk Palermo juga merilis pernyataan resmi serupa.
“Gabriel Felipe Arrocha mengakhiri masa peminjamannya di Unionistas de Salamanca CF dan ikatan kontraknya dengan CD Tenerife pada Jumat, 7 November,” tulis pernyataan resmi Tenerife melalui akun X.
FAM Ajukan Banding, Tapi FIFA Menolak
Setelah dijatuhi sanksi, FAM mencoba memperjuangkan banding melalui jalur resmi FIFA. Namun, Komite Banding tetap menolak seluruh permohonan mereka. FIFA menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan mengikat.
Masa Depan Gabriel Palermo Masih Tanda Tanya
Dengan pemutusan kontrak dari dua klub Spanyol dan larangan bermain selama satu tahun, masa depan Palermo di dunia sepak bola profesional kini masih belum jelas.
Kemungkinan Kembali ke Liga Lain
Beberapa laporan menyebut Palermo berpeluang mencari klub baru di luar Eropa setelah masa sanksinya berakhir. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari sang pemain.
Sanksi FIFA dan Dampaknya terhadap Karier
Kasus ini menjadi peringatan bagi federasi sepak bola di Asia Tenggara untuk lebih berhati-hati dalam proses naturalisasi. Sanksi FIFA tak hanya menghantam institusi, tapi juga karier para pemain yang terlibat.
Kesimpulan: Kasus Gabriel Palermo menjadi contoh nyata bagaimana kesalahan administrasi dapat berdampak panjang. Bagi FAM, sanksi ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem naturalisasi pemain di masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










