Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hati Emas Lalisa! Alasan Haru di Balik Kunjungan Mendadak Lisa BLACKPINK ke Kandang Monyet Punch

Sabtu, 14 Maret 2026 13:42 WIB

Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Terkapar di Jalan Cihampelas, Polisi Endus Keterlibatan Kelompok SMAN 2

Sabtu, 14 Maret 2026 11:52 WIB

Persiapan Mudik 2026: Catat Jadwal Libur Lebaran, Cuti Bersama, hingga Bonus WFA!

Sabtu, 14 Maret 2026 11:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hati Emas Lalisa! Alasan Haru di Balik Kunjungan Mendadak Lisa BLACKPINK ke Kandang Monyet Punch
  • Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Terkapar di Jalan Cihampelas, Polisi Endus Keterlibatan Kelompok SMAN 2
  • Persiapan Mudik 2026: Catat Jadwal Libur Lebaran, Cuti Bersama, hingga Bonus WFA!
  • Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Indonesia Berpeluang Curi Slot Lewat Jalur ‘Mimpi’?
  • Dilema Ekonomi Gig Indonesia: Antara Fleksibilitas dan Bayang-bayang Eksploitasi
  • Pantang Pulang Sebelum Wangi! Petugas Damkar Dihadiahi Paket Nyalon Lengkap Usai Bantu Warga
  • Netizen Dibikin Penasaran, Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor Jadi Sorotan
  • 10 Laga Sisa Persib Jadi Final, Rivalitas dengan Persija Semakin Panas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 14 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Gabriel Palermo Diputus Kontrak Klub Spanyol Usai Sanksi FIFA Terkait Kasus Naturalisasi Malaysia

By Aga GustianaSenin, 10 November 2025 07:18 WIB4 Mins Read
Pemain Timnas Malaysia
Pemain Timnas Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Karier pemain naturalisasi Malaysia, Gabriel Palermo, tengah menghadapi masa sulit. Pemain muda yang sebelumnya memperkuat Unionistas de Salamanca itu resmi diputus kontraknya oleh klub peminjam maupun klub induknya, CD Tenerife, setelah namanya terseret dalam sanksi FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi.

Palermo termasuk satu dari tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia yang dijatuhi sanksi oleh FIFA. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinilai telah melakukan pelanggaran serius dalam proses administrasi naturalisasi pemain asing.

Kasus Naturalisasi Malaysia Berujung Sanksi FIFA

FIFA menjatuhkan sanksi keras kepada FAM setelah menemukan dugaan pemalsuan dokumen kelahiran yang digunakan untuk mempercepat proses naturalisasi pemain. Pelanggaran ini dianggap melanggar integritas regulasi internasional yang berlaku.

FIFA Menilai FAM Lakukan Pemalsuan Dokumen Kelahiran

Dalam temuan resmi, FIFA menyebut bahwa beberapa dokumen yang digunakan FAM tidak sesuai dengan catatan resmi negara asal pemain. Hal inilah yang membuat FIFA akhirnya turun tangan dan melakukan investigasi lebih dalam.

Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahir untuk Naturalisasi

Menurut laporan, sejumlah pemain yang dinaturalisasi mengajukan dokumen kelahiran baru dengan data yang dianggap tidak valid. Praktik ini digunakan untuk mempercepat proses pengesahan kewarganegaraan mereka.

Pemeriksaan Data oleh FIFA dan Bukti Administratif

FIFA melakukan pemeriksaan silang terhadap data kependudukan, catatan sipil, dan dokumen resmi dari negara asal pemain. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan antara data asli dan dokumen yang diserahkan ke FAM.

Baca Juga:  FIFA Ultimatum Bahrain Jika Tak Mau Main di Indonesia, Siap-siap WO

FAM Dikenai Denda dan Pemain Dilarang Bermain Selama 12 Bulan

FIFA kemudian menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM. Selain itu, tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dikenai larangan bermain selama 12 bulan.

FAM sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun Komite Banding FIFA menolak pengajuan tersebut. Dengan demikian, sanksi kepada FAM dan para pemain tetap berlaku tanpa perubahan.

Gabriel Palermo Jadi Korban Efek Domino Sanksi FIFA

Gabriel Palermo menjadi salah satu pemain yang paling terdampak oleh sanksi ini. Pemain berusia 23 tahun itu bukan hanya kehilangan kesempatan tampil di level internasional, tetapi juga kehilangan kontrak profesional di Eropa.

Larangan Bermain 12 Bulan Berdampak ke Klub

Larangan bermain yang dijatuhkan FIFA membuat klub peminjamnya, Unionistas de Salamanca, tak bisa memanfaatkan jasa Palermo hingga sanksinya berakhir. Situasi itu membuat klub memilih mengakhiri kerja sama lebih awal.

Baca Juga:  Debut Patrick Kluivert, Timnas Indonesia Bisa Tambah 20 Poin FIFA Jika Kalahkan Australia

Unionistas de Salamanca dan CD Tenerife Putus Kontrak Palermo

Pada Jumat (7/11), Unionistas de Salamanca resmi mengumumkan pemutusan kontrak dengan Palermo setelah menerima komunikasi langsung dari FIFA.

“Unionistas de Salamanca telah mencapai kesepakatan dengan Club Deportivo Tenerife untuk mengakhiri masa peminjaman pemain Gabri Palmero, berdasarkan komunikasi yang diterima dari FIFA pada 25 September dan setelah banding sang pemain ditolak pada 3 November,” demikian pernyataan resmi klub.

Unionistas juga mengucapkan terima kasih kepada Palermo atas kontribusinya selama beberapa bulan terakhir. Klub menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak menimbulkan biaya finansial tambahan.

Tak lama berselang, CD Tenerife selaku klub induk Palermo juga merilis pernyataan resmi serupa.

“Gabriel Felipe Arrocha mengakhiri masa peminjamannya di Unionistas de Salamanca CF dan ikatan kontraknya dengan CD Tenerife pada Jumat, 7 November,” tulis pernyataan resmi Tenerife melalui akun X.

FAM Ajukan Banding, Tapi FIFA Menolak

Setelah dijatuhi sanksi, FAM mencoba memperjuangkan banding melalui jalur resmi FIFA. Namun, Komite Banding tetap menolak seluruh permohonan mereka. FIFA menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan mengikat.

Baca Juga:  Adidas OCEAUNZ, Bola Canggih yang Digunakan saat Pertandingan Piala Dunia U-17

Masa Depan Gabriel Palermo Masih Tanda Tanya

Dengan pemutusan kontrak dari dua klub Spanyol dan larangan bermain selama satu tahun, masa depan Palermo di dunia sepak bola profesional kini masih belum jelas.

Kemungkinan Kembali ke Liga Lain

Beberapa laporan menyebut Palermo berpeluang mencari klub baru di luar Eropa setelah masa sanksinya berakhir. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari sang pemain.

Sanksi FIFA dan Dampaknya terhadap Karier

Kasus ini menjadi peringatan bagi federasi sepak bola di Asia Tenggara untuk lebih berhati-hati dalam proses naturalisasi. Sanksi FIFA tak hanya menghantam institusi, tapi juga karier para pemain yang terlibat.

Kesimpulan: Kasus Gabriel Palermo menjadi contoh nyata bagaimana kesalahan administrasi dapat berdampak panjang. Bagi FAM, sanksi ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem naturalisasi pemain di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cd tenerife FAM Malaysia FIFA gabriel palermo naturalisasi malaysia unionistas de salamanca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Indonesia Berpeluang Curi Slot Lewat Jalur ‘Mimpi’?

Marc Klok Bahagia Elkan Baggott Kembali Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Update: Haye Tinggalkan Persib, Hilgers Sinyal Kuat Comeback

Prediksi Borneo FC vs Persib, Siapa akan Rebut Poin Penuh?

NBA

5 Transfer yang Mengubah Sejarah NBA

Timnas Iran

Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa Penggantinya?

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.