Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget

Minggu, 29 Maret 2026 17:04 WIB
CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Minggu, 29 Maret 2026 16:00 WIB

Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026

Minggu, 29 Maret 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
  • Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘7 Menit’ Ramai Dicara, Ada Link Telegram?
  • Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna
  • Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Kepemimpinan One Man Show, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dikritik

By Aga GustianaSelasa, 11 Maret 2025 19:32 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat sorotan terkait gaya kepemimpinannya yang dinilai terlalu dominan dan minim melibatkan Wakil Gubernur, Erwan Setiawan. Kritik ini disampaikan oleh Kristian Widya Wicaksono, pakar kebijakan publik dari Universitas Parahyangan (Unpar).

Kristian menilai bahwa peran Erwan nyaris tidak terlihat dalam kepemimpinan Dedi Mulyadi. Menurutnya, seharusnya ada pembagian tugas yang jelas antara gubernur dan wakil gubernur agar tercipta sinergi yang lebih baik.

“Dalam beberapa pekan kepemimpinan beliau (Dedi Mulyadi), saya merasakan bahwa peran Wagub (Erwan) kurang nampak,” kata Kristian, Selasa (11/3/2025).

Kristian juga mengingatkan bahwa masyarakat memilih Dedi dan Erwan sebagai pasangan dalam Pilkada 2024, sehingga tidak seharusnya satu pihak lebih dominan sementara yang lain seolah tidak bekerja. Selain itu, keduanya menerima penghasilan dari APBD yang bersumber dari pajak dan retribusi masyarakat, sehingga mereka wajib menunjukkan kinerja yang baik.

Baca Juga:  KDM Tunjuk Jari di Tengah Penyelidikan Korupsi Pemkot Bandung: Sampah dan Drainase Selesaikan

Dituding Autocratic dan Narsistik

Tak hanya soal gaya kepemimpinan one man show, Kristian juga mengkritik Dedi Mulyadi sebagai pemimpin yang cenderung otoriter (autocratic) dan terlalu narsistik di media sosial.

Menurutnya, Dedi lebih banyak mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan perangkat daerah lainnya. Hal ini berisiko membuat bawahan tidak mendapat informasi yang cukup mengenai kebijakan yang diambil, sehingga ketika muncul dampak negatif, mereka hanya berperan sebagai “pemadam kebakaran”.

Baca Juga:  Ibu Kota Jabar Dikepung Banjir: Dampak Kemarau Basah dan Wilayah Terparah

“Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi sehingga cenderung mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan pihak lain,” jelas Kristian.

“Namun dengan kebiasaannya yang narsistik di media sosial, saya menyebut gaya kepemimpinannya sebagai narcissistic-autocratic,” lanjutnya.

Baca Juga:  Sah! Dedi Mulyadi Coret Anggaran Pembelian Mobil Dinas Gubernur

Kristian menekankan bahwa gaya kepemimpinan seperti ini dapat berdampak buruk terhadap tata kelola pemerintahan. Jika bawahan tidak dilibatkan sejak awal dalam pengambilan keputusan, maka kebijakan yang dihasilkan bisa tidak efektif dan berisiko menimbulkan masalah dalam implementasinya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Erwan Setiawan gubernur HL jawa barat Unpar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.