bukamata.id – Komite Disiplin dan Etik AFC akhirnya merilis keputusan resmi terkait insiden panas dalam laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC. Dalam pengumuman yang dirilis Rabu (18/3/2026), bomber andalan Maung Bandung, Uilliam Barros, menjadi sosok yang paling terdampak hukuman tersebut.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari lalu memang menyisakan luka mendalam. Meski Persib menang tipis 1-0 berkat gol Andrew Jung di menit ke-39, langkah Pangeran Biru harus terhenti karena kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand tersebut.
Kartu Merah Fatal Uilliam Barros
Tensi tinggi pertandingan memuncak sesaat sebelum turun minum. Uilliam Barros diusir keluar lapangan oleh wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al-Shamrani, setelah melakukan pelanggaran keras di menit ke-45+6. Kehilangan satu pemain membuat perjuangan Maung Bandung membalikkan keadaan menjadi kian berat.
Berdasarkan dokumen resmi AFC, Barros dinyatakan melanggar Pasal 47 Kode Disiplin dan Etik AFC karena kategori “pelanggaran serius”. Akibatnya, pemain asal Brasil ini dijatuhi sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan. Tak hanya itu, Barros juga diwajibkan merogoh kocek untuk membayar denda sebesar USD 1.500 atau sekitar Rp25 juta.
“Terdakwa dikeluarkan oleh wasit karena melakukan pelanggaran serius,” tulis pernyataan resmi dalam situs AFC.
Drama Wasit dan Invasi Lapangan
Sejatinya, sanksi untuk Barros hanyalah puncak gunung es dari kericuhan yang terjadi di GBLA. Sepanjang laga, kepemimpinan wasit Al-Shamrani terus menuai protes keras, terutama setelah sebuah gol Persib dianulir yang memicu amarah di tribun penonton.
Begitu peluit panjang berbunyi, atmosfer stadion berubah mencekam. Kekecewaan atas kegagalan agregat dan ketidakpuasan terhadap wasit memicu sejumlah oknum suporter nekat merangsek masuk ke area lapangan. Aksi pelemparan botol hingga petasan sempat mewarnai kepanikan, hingga petugas keamanan harus bertindak cepat mengawal wasit dan tim tamu ke ruang ganti demi keselamatan.
Menanti Sanksi Tambahan untuk Klub
Meskipun surat keputusan saat ini baru menyasar individu pemain, publik sepak bola Jawa Barat masih harap-harap cemas menanti kelanjutan nasib Persib sebagai klub. Mengingat adanya catatan invasi lapangan dan penggunaan flare/petasan, ancaman sanksi lebih berat untuk manajemen Maung Bandung di kompetisi Asia mendatang masih sangat terbuka lebar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak AFC belum memberikan pernyataan resmi tambahan terkait rincian hukuman untuk insiden kericuhan pasca-pertandingan tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









