bukamata.id – Platform TikTok kembali diguncang oleh tren pencarian yang masif terkait sosok wanita bermukena merah muda dengan corak bunga. Video yang memperlihatkan seseorang tengah duduk di atas sajadah dengan latar lemari kayu cokelat ini mendadak menjadi pusat perhatian netizen Indonesia. Namun, di balik viralnya cuplikan tersebut, tersimpan risiko digital yang mengintai para pengguna media sosial.
Istilah “Ukhti Mukena Pink” mendadak memuncaki jajaran trending seiring dengan berkembangnya narasi liar di kolom komentar. Banyak akun anonim yang mengeklaim bahwa video singkat tersebut merupakan bagian dari konten “blunder” atau vulgar yang sengaja disensor, sehingga memicu gelombang rasa penasaran netizen.
Maraknya Akun Palsu dan “Link Full Video”
Fenomena ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan. Muncul ratusan akun baru yang menjanjikan akses ke video asli dengan mencantumkan tautan di bagian biodata atau kolom komentar. Strategi ini terbukti efektif menarik minat pengguna yang kurang waspada untuk mengeklik tautan tersebut.
Meski banyak yang memburu, hingga kini kebenaran mengenai adanya konten asusila di balik video tersebut belum terbukti secara faktual. Sebagian besar unggahan yang beredar hanyalah potongan gambar diam atau video berulang yang tidak menunjukkan aktivitas yang dituduhkan.
Ancaman Phishing dan Malware Mengintai
Para pakar keamanan siber memberikan peringatan keras bahwa perburuan link semacam ini sangat berisiko. Tautan yang tersebar di balik konten viral ini terindikasi kuat sebagai praktik phishing. Berikut adalah beberapa risiko yang menghantui:
- Pencurian Identitas: Situs web palsu biasanya dirancang menyerupai halaman login media sosial untuk mencuri username dan kata sandi pengguna.
- Kerugian Finansial: Data perbankan yang tersimpan di perangkat bisa terancam jika pengguna terjebak masuk ke situs berbahaya.
- Infeksi Malware: Klik pada tautan asing berpotensi menyusupkan virus ke dalam perangkat yang dapat merusak sistem atau mencuri data secara diam-diam.
Literasi Digital sebagai Benteng Pertahanan
Kasus “Ukhti Mukena Pink” hanyalah satu dari sekian banyak modus social engineering yang berulang di jagat maya Indonesia. Kecepatan akun anonim dalam menyebarkan link sering kali melampaui kemampuan moderasi otomatis platform seperti TikTok.
Oleh karena itu, pengguna media sosial—terutama kalangan milenial dan Gen Z—diimbau untuk mengedepankan akal sehat dan literasi digital. Menghindari rasa penasaran berlebih terhadap konten gosip yang tidak jelas sumbernya adalah langkah proteksi diri yang paling efektif di era digital saat ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











