Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sempat Terdengar Teriakan, Pria Jatuh dari Flyover Kopo hingga Meninggal

Senin, 5 Oktober 2026 20:03 WIB

Dulu Serba Pink, Sekarang Makeup?! Penampilan Terbaru Ustaz Riza Muhammad Kembali Disorot Warganet

Senin, 5 Oktober 2026 19:55 WIB

Angin Segar Persib Jelang ASEAN Club Championship: Sandy, Gakuto, dan Luciano Kembali Merumput

Senin, 5 Oktober 2026 19:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sempat Terdengar Teriakan, Pria Jatuh dari Flyover Kopo hingga Meninggal
  • Dulu Serba Pink, Sekarang Makeup?! Penampilan Terbaru Ustaz Riza Muhammad Kembali Disorot Warganet
  • Angin Segar Persib Jelang ASEAN Club Championship: Sandy, Gakuto, dan Luciano Kembali Merumput
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • Viral Aksi Begal Siang Bolong di Garut, Korban Diancam Sajam hingga HP Dirampas
  • Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di Final ASEAN Cup 2026, Igor Tolic Harapkan Trofi untuk Garuda
  • Kasus Bullying di SMAN 3 Tasikmalaya, Tujuh Pelajar Lakukan Pelanggaran Berat
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral Besar! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Diburu Warganet, Benarkah Ada di Telegram?

By SusanaSelasa, 24 Februari 2026 20:50 WIB3 Mins Read
Viral video teh pucuk. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat media sosial Indonesia kembali diramaikan oleh dua kata kunci yang mendadak meroket di mesin pencarian: “Teh Pucuk viral” dan “KKN 17 menit.”

Banyak warganet mengaku menemukan tautan yang diklaim berisi video berdurasi 17 menit dan disebut-sebut beredar di Telegram. Namun, benarkah video tersebut nyata? Atau ini hanya pola lama konten sensasional yang dikemas ulang untuk memancing klik?

Dari Video Pendek ke Klaim 17 Menit

Viralnya isu ini bermula dari potongan video singkat yang beredar di TikTok dan grup percakapan. Cuplikan tersebut memperlihatkan dua orang berada di dalam kamar, dengan detail kecil seperti botol minuman kemasan yang kemudian menjadi sorotan.

Dari potongan singkat itulah muncul berbagai narasi liar. Sejumlah akun mulai menyematkan judul provokatif, bahkan mengaitkannya dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nusa Tenggara Barat.

Angka “17 menit” ikut dicantumkan dalam berbagai unggahan untuk meningkatkan rasa penasaran publik. Padahal, hingga saat ini belum ada bukti autentik mengenai keberadaan versi lengkap berdurasi 17 menit tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana fragmen visual sederhana dapat berkembang menjadi klaim besar hanya karena dikemas dengan judul yang sensasional.

Kenapa Disebut “Teh Pucuk Viral”?

Istilah “Teh Pucuk viral” muncul karena nama produk minuman yang terlihat dalam cuplikan video dijadikan sebagai “kata kunci umpan” untuk mempercepat penyebaran konten.

Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari pihak merek terkait konten tersebut. Istilah itu lebih banyak digunakan sebagai label clickbait dibandingkan representasi fakta yang terverifikasi.

Strategi ini umum digunakan dalam pola viral digital: menyebut merek populer agar konten lebih mudah masuk algoritma dan memancing rasa ingin tahu pengguna media sosial.

Link Beredar, Tapi Tidak Selalu Aman

Seiring meningkatnya rasa penasaran, warganet mulai berburu tautan yang diklaim sebagai link video KKN 17 menit versi lengkap. Namun, banyak di antaranya justru mengarah ke situs mencurigakan.

Beberapa tautan meminta pengguna memasukkan data pribadi, login ulang akun media sosial, atau diarahkan ke halaman dengan iklan berlebihan. Pola ini dikenal sebagai modus penipuan digital yang memanfaatkan tren viral untuk menjebak korban.

Pakar literasi digital mengingatkan bahwa risiko mengklik tautan palsu jauh lebih besar dibandingkan manfaat mengetahui isi video yang belum tentu ada atau belum terverifikasi.

Pola Lama yang Terulang

Kasus “Teh Pucuk viral” dan “KKN 17 menit” memperlihatkan pola yang berulang di media sosial:

  1. Potongan video singkat beredar.
  2. Judul provokatif disematkan.
  3. Klaim video panjang dimunculkan.
  4. Link palsu disebarkan.
  5. Publik terpancing rasa penasaran.

Siklus ini bukan hal baru, namun selalu efektif menarik perhatian, terutama ketika dibungkus dengan unsur sensasi dan angka durasi tertentu.

Di tengah derasnya arus informasi digital, publik diimbau untuk tetap kritis, tidak mudah percaya pada klaim yang belum terverifikasi, serta menghindari mengklik tautan mencurigakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.