bukamata.id – Dedi Kusnandar, gelandang bertahan andalan Persib Bandung, telah menjadi sosok kunci dalam perjalanan sukses klub berjuluk Pangeran Biru.
Pemain yang akrab disapa Dado ini dikenal sebagai penyeimbang permainan tim, terutama dalam fase transisi antara menyerang dan bertahan. Perannya yang krusial turut membawa Persib meraih gelar back-to-back champions.
Perjalanan karier Dado tak lepas dari Persib sejak usia dini. Ia tampil gemilang saat membawa tim muda Persib menjuarai Piala Haornas 2005 dan Piala Soeratin 2006. Namun, kesuksesan di level senior baru diraih saat dirinya kembali ke Bandung pada tahun 2015.
Perjalanan Panjang Sebelum Kembali ke Persib
Sebelum resmi membela Persib di level profesional, Dedi Kusnandar lebih dulu merantau. Ia sempat memperkuat Pelita Jaya, Arema Indonesia, dan Persebaya United.
Tahun 2015 menjadi momen penting ketika Dado akhirnya resmi berbaju Persib dan langsung ikut membawa klub menjuarai Piala Presiden.
Namun sebelum itu, Dado mengungkapkan bahwa ia beberapa kali harus menolak tawaran dari Persib karena merasa belum siap secara mental. Menurutnya, membela klub kebanggaan Bobotoh bukan sekadar soal teknik, tapi juga soal tanggung jawab besar.
“Waktu itu saya lebih memilih bermain di Pelita Jaya U-21. Keputusan yang tidak mudah karena harus berseberangan dengan keinginan ayah saya yang ingin saya bertahan di PERSIB U-21,” kata Dado, dikutip dari laman resmi Persib, Selasa (24/6/2025).
Keputusannya membuahkan hasil. Bersama Pelita Jaya, ia meraih trofi Liga Super Indonesia U-21 2008/09 dan promosi ke tim senior, bahkan bermain bersama nama-nama besar seperti Firman Utina dan Supardi.
Menolak Tawaran Demi Pengalaman
Pada 2012, Dado sempat menerima tawaran Persib, namun lagi-lagi ia memilih untuk mengembangkan diri di klub lain. Setelah memperkuat Arema Indonesia dan kemudian Persebaya United, barulah tawaran ketiga dari Persib benar-benar ia pertimbangkan secara matang.
“Saya akhirnya memutuskan kembali, walau saat itu banyak pemain bintang. Saya siap jika tidak selalu jadi starter,” ujarnya.
Debut resminya bersama PERSIB terjadi saat menghadapi Felda United. Di laga itu, ia langsung memberikan assist di hadapan ribuan Bobotoh, momen yang selama ini ia impikan.
Namun pada 2016, Dado harus meninggalkan Persib lagi karena menerima tawaran dari Sabah FA, klub asal Malaysia. Penampilan gemilangnya di Liga Super Malaysia membuatnya mendapat tawaran perpanjangan kontrak.
Menepati Janji: Kembali ke Bandung
Meski kariernya di luar negeri berjalan baik, Dado memutuskan kembali ke Bandung. Ia menolak tawaran kontrak dari Sabah FA karena merasa punya janji yang harus ditunaikan: kembali membela Persib Bandung.
“Saya kembali karena sudah janji untuk membela Persib. Bandung adalah rumah saya,” tutup gelandang kelahiran Sumedang, 23 Juli 1991 itu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











