bukamata.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit TNI di panggung internasional. Seorang prajurit muda dari Tentara Nasional Indonesia, Prada Nawawi M.M. Latifullah, sukses mengharumkan nama bangsa setelah meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an Internasional ke-2 yang digelar di Misrata, Libya.
Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan simbol kuat bahwa prajurit Indonesia mampu bersaing tidak hanya dalam bidang militer, tetapi juga dalam aspek spiritual dan keagamaan di tingkat dunia.
Perjalanan Menuju Juara Dunia
Ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional ini berlangsung selama enam hari, mulai 7 hingga 13 Maret 2026, bertepatan dengan 17–23 Ramadan 1447 Hijriah.
Kompetisi yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Libya tersebut diikuti lebih dari 50 prajurit dari berbagai negara, termasuk Mauritania, Komoro, hingga Pantai Gading.
Dalam kompetisi bergengsi ini, Nawawi tampil pada kategori hafalan 30 juz—kategori tertinggi dalam lomba tahfiz. Dengan ketenangan, ketelitian, dan kekuatan hafalan yang teruji, ia mampu mengungguli para peserta lain dan keluar sebagai juara pertama.
Momen penyerahan penghargaan menjadi semakin istimewa karena dilakukan langsung oleh Perdana Menteri Libya, Abdul Hamid Al-Dabiba, di hadapan pejabat tinggi militer dan pemerintahan setempat.
Tempaan Spiritual Sebelum Bertanding
Di balik kemenangan tersebut, terdapat proses panjang yang tidak mudah. Sebelum berangkat ke Libya, seluruh delegasi TNI menjalani pembinaan intensif, mulai dari tahsin hingga penguatan mental spiritual.
Kegiatan pembekalan dilakukan pada 2–5 Maret 2026 di sejumlah masjid di Jakarta, dengan bimbingan para ulama ternama seperti Adi Hidayat, Syekh Syahrir dari Libya, serta Ustadz Ulil Abshar Alhafidz.
Delegasi TNI sendiri dipimpin oleh Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan diperkuat sejumlah prajurit terbaik dari berbagai satuan. Mereka bukan hanya membawa misi kompetisi, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di mata dunia.
Bukti Kekuatan Mental dan Spiritual Prajurit
Keberhasilan Prada Nawawi mendapat apresiasi tinggi dari jajaran TNI. Komandan Yonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Justikhandinata T menyebut prestasi ini sebagai kebanggaan besar bagi satuan dan bangsa.
“Kami keluarga besar Yonif TP 834/Wakanga Mere sangat bangga atas prestasi yang diraih Prada Nawawi yang telah mengharumkan nama TNI, khususnya Kodam IX/Udayana, serta bangsa Indonesia di tingkat internasional,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman yang menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi bukti nyata kualitas prajurit TNI yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.
Menurutnya, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, berintegritas, dan berakhlak.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kodam IX/Udayana, TNI AD, dan bangsa Indonesia. Keberhasilan Prada Nawawi menunjukkan bahwa prajurit TNI juga mampu berprestasi dan bersaing di bidang keagamaan hingga tingkat internasional. Hal ini sekaligus mencerminkan bahwa pembinaan mental dan spiritual prajurit merupakan bagian penting dalam membentuk karakter prajurit TNI yang profesional, tangguh, dan berintegritas,” tegas Kapendam.
Banjir Apresiasi Warganet, Jadi Inspirasi Nasional
Prestasi Prada Nawawi juga memantik gelombang apresiasi dari warganet di media sosial. Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dipenuhi konten sensasional, kisah ini justru menjadi oase yang menyegarkan.
Sejumlah komentar yang dikutip dari akun Instagram @tuturmediadigital, Selasa (17/3/2026), menunjukkan rasa bangga masyarakat terhadap sosok Nawawi.
Seorang warganet menyoroti bahwa pangkat bukanlah penghalang untuk berprestasi. Ia menilai keberhasilan Nawawi membuktikan bahwa dedikasi dan kemampuan jauh lebih penting daripada status.
“Luar biasa walaupun pangkat prajurit tapii untuk bisa berprestasi pangkat bukan sebuah halangan,” tulis akun @pul***
Komentar lain menyebut Nawawi sebagai “tentara Allah” yang mengharumkan nama Indonesia melalui jalan yang mulia. Ungkapan ini mencerminkan kekaguman mendalam atas kombinasi antara profesi militer dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“MasyaaAllah… Tentara nya Allah SWT ini , dgn wujud sbg TNI … Mengharumkan nama bangsa Indonesia,” tullis akun @las***
Tak sedikit pula yang menyebut prestasi ini sebagai gambaran ideal sosok prajurit Indonesia. Istilah seperti “TNI berkelas” hingga “kebanggaan negara” ramai menghiasi kolom komentar, menandakan tingginya apresiasi publik.
“Masya Allah ini baru tentara kebanggaan negara bravo tni,” tulis akun @tri***
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat menghargai prestasi yang berlandaskan nilai-nilai religius dan moral.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Ajang MHQ Internasional bukan hanya sekadar perlombaan hafalan Al-Qur’an. Dengan mengusung tema “Martyrs of the Homeland”, kegiatan ini menjadi simbol penghormatan kepada para syuhada sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan militer dunia.
Partisipasi Indonesia dalam ajang ini juga mempererat hubungan antarnegara sekaligus memperkuat citra positif bangsa di kancah global.
Keberhasilan Prada Nawawi menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki generasi muda yang tidak hanya cerdas dan tangguh, tetapi juga berakhlak dan beriman.
Di tengah berbagai tantangan zaman, kisah ini menjadi pengingat bahwa prestasi sejati tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, tetapi juga dari kedalaman spiritual dan keteguhan hati.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










