Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

By Aga GustianaSelasa, 19 Mei 2026 22:47 WIB4 Mins Read
Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: BPMI Setpres)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Angin segar berembus bagi seluruh lapisan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah secara resmi memberikan garansi tidak akan mengutak-atik atau menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Komitmen ini tetap dipegang teguh oleh otoritas terkait walau fluktuasi nilai tukar rupiah dan pergerakan harga minyak mentah internasional terus membayangi kas negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan situasi perminyakan dalam negeri masih berada dalam batas yang sangat terkendali. Langkah penyelamatan daya beli ini mengacu pada instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto agar Indonesian Crude Price (ICP) dijaga pada koridor yang aman. Sejak awal tahun bergulir, rata-rata ICP domestik dilaporkan masih bertahan di bawah angka psikologis 100 dolar AS per barel.

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80 dolar AS, 80 sampai 81. Jadi belum sampai 100 dolar AS. Dan belum ada kenaikan, tidak akan naik insya Allah ya, doakan ya. Tidak akan kita naikkan subsidi BBM,” ujar Menteri ESDM di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Bahlil optimis dinamika pasar energi global saat ini masih memberikan ruang yang cukup bagi fiskal negara untuk menopang beban subsidi. Meski begitu, kementeriannya tidak akan lengah dan terus memantau pergerakan harga komoditas dunia yang bergerak fluktuatif belakangan ini.

Baca Juga:  Perjalanan Bahlil Lahadalia: Dari Sopir Angkot hingga Menteri ESDM dan Ketua Golkar

Selain mengunci harga BBM, Bahlil membeberkan agenda strategis lain seperti pengkajian skema impor tabung compressed natural gas (CNG) yang kini masuk dalam fase pengujian. Di sektor pertambangan, pemerintah juga sedang merapikan konsolidasi ekspor mineral demi mendukung hilirisasi. Pasokan bahan baku untuk kebutuhan pabrik pemurnian (smelter) wajib dijamin kepastiannya agar iklim investasi tidak terganggu.

Fokus sinkronisasi ini menyasar dua komoditas andalan nasional, yaitu nikel dan bauksit. Bahkan, guna memperkuat ekosistem pertambangan dari hulu ke hilir, pemerintah memberikan sinyal kuat akan segera membentuk badan mineral nasional dalam waktu dekat.

Mengupas Gejolak Pasar Global dan Rapor ICP April 2026

Jika menengok ke belakang, grafik harga minyak mentah Indonesia sebenarnya sempat mengalami lonjakan signifikan. Pada April 2026, kementerian mencatat rata-rata ICP menyentuh angka 117,31 dolar AS per barel, alias meroket sebesar 15,05 dolar AS dibandingkan edisi Maret 2026 yang berada di posisi 102,26 dolar AS per barel.

Baca Juga:  Ijazah Cuma Kertas, Bahlil Adalah Bukti! Presiden Prabowo Ungkap Resep Jadi Menteri, Gak Perlu Sekolah?

Angka tersebut tertuang secara resmi dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 203.K/MG.03/MEM.M/2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa lonjakan harga pada bulan lalu itu merupakan efek domino dari meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz,” kata Laode.

Menurut penjelasan Laode, sepanjang April lalu pasar dunia dihujani sentimen negatif mulai dari ketegangan di Selat Hormuz, pemblokiran pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, hingga sabotase infrastruktur energi di Timur Tengah yang memicu kecemasan atas stabilitas pasokan global.

Meskipun laju permintaan sempat terdongkrak oleh pertumbuhan ekonomi China yang menyentuh level lima persen secara tahunan pada kuartal I 2026, pemerintah memproyeksikan adanya faktor penahan. Salah satunya adalah estimasi penurunan konsumsi minyak global hingga lima juta barel per hari secara tahunan pada kuartal II 2026.

Baca Juga:  Subsidi BBM Masih Dinikmati Orang Kaya, Menkeu Purbaya Sentil Bahlil

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri,” ujar Laode.

Data Perbandingan Harga Minyak Mentah Utama (April vs Maret 2026):

  • ICP Indonesia: Naik sebesar 15,05 dolar AS per barel, bergeser dari 102,26 dolar AS menjadi 117,31 dolar AS per barel.
  • Brent (ICE): Terkerek naik sebesar 2,86 dolar AS per barel, dari 99,60 dolar AS menuju 102,46 dolar AS per barel.
  • WTI (Nymex): Meningkat sebanyak 7,06 dolar AS per barel, dari posisi 91,00 dolar AS menjadi 98,06 dolar AS per barel.
  • Dated Brent: Melonjak hingga 16,66 dolar AS per barel, dari 103,89 dolar AS merangkak ke posisi 120,55 dolar AS per barel.
  • Basket OPEC: Menunjukkan tren penurunan sebesar 7,81 dolar AS per barel, menyusut dari 116,36 dolar AS menjadi 108,55 dolar AS per barel per 29 April 2026.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.