bukamata.id – Pangeran Biru kini berada di ambang sejarah emas yang sangat langka. Cukup dengan mengamankan minimal satu poin saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026), Persib Bandung akan menobatkan diri sebagai jawara Liga Super 2025/2026. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai tim pertama di tanah air yang mengoleksi lima trofi sejak era Liga Indonesia bergulir.
Namun, di balik euforia pesta juara yang sudah di depan mata, ada satu teka-teki besar yang membuat publik Bobotoh cemas: bagaimana nasib Bojan Hodak musim depan? Maklum, masa bakti arsitek taktik asal Kroasia itu akan kedaluwarsa akhir musim ini, setelah sukses mempersembahkan trofi beruntun pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Menghormati Fokus Pelatih dan Suasana Duka
Merespons spekulasi yang liar berkembang, manajemen Maung Bandung akhirnya angkat bicara. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak sebenarnya sudah berjalan sejak lama. Namun, manajemen memilih menahan diri demi kenyamanan sang pelatih.
“Obrolan mah sudah ada dari lama ya, cuma kami juga sangat menghormati Bojan ya, beliau ingin fokus dulu sampai akhir musim,” kata Adhitia saat diwawancarai di Graha Persib, Selasa (19/5/2026).
Faktor kemanusiaan juga menjadi alasan mengapa manajemen enggan menodong Bojan dengan draf kontrak baru saat ini. Seperti diketahui, mantan pelatih PSM Makassar tersebut baru saja kehilangan ibunda tercintanya yang wafat beberapa hari lalu.
“Apalagi juga kan beliau baru ada kabar duka ya kemarin ibunya meninggal dunia, jadi kami juga memberikan waktu yang cukup untuk beliau fokus dulu sampai akhir musim dan mengurus keperluan dari orang tuanya,” ujarnya.
Adhit meminta para suporter untuk tidak cemas. Pasalnya, masa depan kursi kepelatihan akan langsung diputuskan begitu peluit panjang laga kontra Persijap dibunyikan.
“Jangan khawatir nanti setelah tanggal 23 kita pasti akan duduk bareng dan akan memberikan informasi terbarulah sama teman-teman semua,” ucapnya.
Sinyal Saling Cinta dan Upaya Memagari Sang Legenda
Secara terbuka, manajemen mengaku sangat puas dengan rapor emas yang diukir Bojan selama menukangi Persib. Hubungan harmonis antara manajemen, jajaran pemain, hingga suporter menjadi modal kuat untuk mempertahankan sang juru taktik.
“Yang pasti Bojan kami yakin juga happy di Bandung, dia juga cinta sama Persib. Tapi pasti ada beberapa personal reason yang dia juga lagi pertimbangkan. Jadi ya nanti kita lihat aja setelah tanggal 23 seperti apa,” kata Adhit.
“Tapi intinya manajemen happy dengan dia, pemain happy sama dia, semua juga happy dengan dia, jadi kita akan berusaha yang terbaiklah untuk memastikan dia juga bisa stay bersama Persib,” lanjutnya.
Terkait rumor yang menyebutkan Bojan meminta peningkatan fasilitas latihan sebagai mahar bertahan, Adhit menilai hal itu sebagai permintaan yang wajar bagi setiap pelatih profesional, meski bukan menjadi syarat mati.
“Semua pelatih pasti minta yang sama ya, fasilitas. Tapi kalau boleh jujur-jujuran, fasilitas terbaik sekarang di Indonesia di mana? (Bali United) Betul, enggak banyak yang punya itu,” ujarnya.
Adhit menambahkan, infrastruktur Persib sebenarnya terus merangkak naik dalam dua tahun terakhir, termasuk ketersediaan lapangan latihan eksklusif dan area kebugaran di GBLA.
“Sekarang kita latihan dedicated di lapangan pendamping. Terus gym, oke kita belum pernah gym yang mungkin maksimal tapi di tempat GBLA udah ada gym,” katanya.
Pihak manajemen pun berkomitmen untuk terus berinvestasi pada infrastruktur penunjang tim demi mengejar standar klub modern.
“Persib in the progress ke sana, dalam waktu dekat musim depan juga kita udah punya plan untuk ganti rumputlah, untuk melengkapi gym lah, kita lagi mau bikin sesuatu yang baru lagi,” ungkap Adhit.
Janji Kenaikan Nilai Kontrak
Satu hal yang pasti, jika pria asal Kroasia tersebut sepakat memperpanjang masa baktinya, manajemen siap mengganjarnya dengan nilai kontrak yang lebih menggiurkan.
“Oh naik, dong! Bojan kan billing offering-nya good. Haha. Apa lagi?” ucapnya sambil tertawa.
Kendati demikian, PT PBB tetap memakai kacamata rasionalitas bisnis jangka panjang dalam menggodok angka-angka di dalam kontrak baru tersebut.
“Kita tuh percaya bahwa Bojan itu pelatih yang tepat buat kita. Tapi kita juga punya rules yang kita juga tahulah bahwa ada maksudnya ini reasonable buat kita apa enggak, reasonable buat klub jangka panjang apa enggak,” katanya.
Pada akhirnya, Adhit sangat optimis bahwa ikatan emosional Bojan dengan publik Bandung jauh lebih kuat ketimbang sekadar urusan finansial belaka.
“Kita percaya Bojan mah bukan tentang numbers kok, kita yakinlah. Dia di Bandung udah 3 tahun dan udah jadi legenda kan, kita yakinlah Bojan bukan bukan bukan numbers guy,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









