bukamata.id – Langkah mentereng Persib Bandung dalam memburu trofi ketiga secara beruntun di Liga Super 2025/2026 harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Di balik kehebatan performa taktik di lapangan, manajemen Pangeran Biru justru dipusingkan oleh tagihan denda kedisiplinan yang terus membengkak.
Tak main-main, tim kebanggaan warga Jawa Barat ini dihujani berbagai sanksi finansial dari otoritas tertinggi sepak bola, mulai dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI hingga konfederasi Asia (AFC). Akibat ulah non-teknis tersebut, manajemen harus merogoh kocek hingga miliaran rupiah.
Rentetan Pelanggaran yang Menguras Kas Klub
Berdasarkan laporan sepanjang musim 2025/2026, akumulasi hukuman yang diterima Maung Bandung terjadi akibat berbagai macam pelanggaran regulasi. Beberapa di antaranya meliputi nekatnya suporter menghadiri laga tandang, penyalaan petasan serta flare, pelemparan benda asing ke area lapangan, aksi invasi penonton, hingga insiden kerusuhan saat berlaga di kancah internasional.
Fakta mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. Ia blak-blakan menyebutkan bahwa beban finansial yang harus ditanggung manajemen saat ini sudah berada di angka yang mengkhawatirkan.
“Denda itu total kalau dari awal musim kita hitung-hitung tuh mungkin udah lebih dari Rp5 miliar,” kata Adhitia saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).
Setara Biaya Renovasi Total Lapangan dan Rumput Kelas Dunia
Pria yang akrab disapa Adhit ini menyayangkan hilangnya dana segar tersebut. Pasalnya, jika dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, uang sebesar Rp5 miliar mampu menyulap fasilitas latihan maupun stadion Persib menjadi jauh lebih megah dan berstandar internasional.
“Rp5 miliar itu biaya yang bisa digunakan untuk merapikan lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 cm, mengganti rumput dari dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp5 miliar cukup lah,” ujarnya.
Meskipun menyisakan penyesalan mendalam dari sisi bisnis klub, Adhit memilih untuk tidak berlarut-larut menyesali keadaan. Momentum pahit ini ingin ia jadikan sebagai bahan refleksi besar bagi manajemen, tim, dan juga seluruh basis masa pendukung setia, Bobotoh.
“Tapi ya sudahlah ya yang sudah terjadi terjadi,” katanya.
Sanksi Ganda: Finansial dan Laga Tanpa Penonton
Musim ini, Persib tercatat sebagai salah satu kontestan yang paling sering masuk dalam daftar hitam komite disiplin. Di panggung lokal, Komdis PSSI berkali-kali mengetok palu sanksi akibat ulah oknum suporter, baik dalam laga kandang maupun saat melakoni partai tandang.
Kondisi jauh lebih pelik terjadi di panggung Asia, tepatnya pada gelaran AFC Champions League Two. Akibat pelanggaran berulang terkait aspek keamanan stadion, penyalaan cerawat (flare), hingga kericuhan massa, AFC menjatuhkan sanksi denda yang berkali-kali lipat lebih besar.
Bukan cuma rugi bandar secara materi, Persib juga harus menerima kenyataan pahit dijatuhi hukuman menggelar pertandingan tanpa penonton. Sebuah kerugian ganda yang menggerogoti pendapatan tiket sekaligus menghilangkan suntikan motivasi dari pemain ke-12 mereka di tribun.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










