bukamata.id – Persijap Jepara tampil solid saat menahan imbang Borneo FC tanpa gol pada pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Hasil tersebut menegaskan kekuatan lini pertahanan Laskar Kalinyamat yang mampu meredam salah satu tim paling produktif di kompetisi musim ini.
Performa disiplin tanpa kebobolan itu menjadi sinyal bahaya bagi Persib Bandung jelang laga pamungkas Super League 2025/2026 di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (23/5/2026) sore WIB.
Pertahanan rapat Persijap diprediksi menjadi tantangan serius yang harus dihadapi Maung Bandung jika ingin mengamankan hasil maksimal di laga penentuan.
Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bumi Kartini, Persijap Jepara bahkan sempat membuat kejutan dengan menaklukkan Persib 2-1. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Persib kerap kesulitan menghadapi tim dengan blok pertahanan rendah dan organisasi bertahan yang disiplin.
Situasi serupa juga terjadi saat Persib berhadapan dengan Arema FC, di mana mereka gagal mencetak gol meski mendominasi permainan. Lini belakang Arema tampil solid, ditambah performa gemilang kiper Lucas Frigeri yang membuat peluang Persib mentah di depan gawang.
Meski begitu, Persib tetap memiliki catatan positif, terutama kemampuan mencetak gol di momen krusial. Federico Barba dan rekan-rekannya kerap menjadi penentu di menit-menit akhir, termasuk saat menumbangkan PSM Makassar melalui gol dramatis di penghujung laga.
Asisten pelatih Persib, Igor Tolic, menegaskan bahwa kemenangan atas PSM menjadi bukti karakter kuat timnya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pemain yang telah berjuang di lapangan hingga detik terakhir. Itu menunjukkan karakter kita,” ujarnya.
Persib saat ini hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan gelar juara Super League 2025/2026. Namun, kemenangan di laga terakhir tentu akan menjadi penegasan dominasi Maung Bandung sepanjang musim.
“Kita akan jalani pertandingan terakhir di Bandung. Mari kita tuntaskan perjuangan kita untuk menjadi juara,” tegas Igor Tolic.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









