bukamata.id – Persib Bandung tengah berada di ambang gelar juara Liga 1 2025/2026. Namun, di tengah euforia performa positif tersebut, klub kebanggaan Jawa Barat ini justru harus menghadapi rangkaian sanksi dan denda besar akibat pelanggaran yang melibatkan suporter.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI merilis hasil sidang pada 4, 5, dan 7 Mei 2026 yang berujung pada hukuman denda total lebih dari Rp455 juta kepada Persib Bandung dalam berbagai kategori pelanggaran di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Sebelumnya, Persib juga telah dijatuhi sanksi besar oleh Komite Disiplin dan Etik AFC dengan total denda mencapai Rp3,5 miliar, ditambah hukuman dua laga kandang tanpa penonton di kompetisi antarklub Asia musim berikutnya.
Sanksi AFC: Dampak Insiden di Liga Champions Asia Two
Sanksi dari AFC diberikan sebagai buntut insiden yang terjadi pada laga leg kedua 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi (Thailand).
Dalam pertandingan tersebut, terjadi invasi lapangan oleh sejumlah suporter Persib Bandung yang dikenal sebagai Bobotoh.
Aksi tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi keamanan pertandingan, sehingga AFC menjatuhkan sanksi berat berupa denda miliaran rupiah dan pembatasan penonton pada laga kandang.
Rincian Sanksi Komdis PSSI 4 Mei 2026
Dalam hasil sidang Komdis PSSI, Persib Bandung menerima beberapa hukuman atas laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 30 April 2026, di antaranya:
- Kehadiran suporter Persib di laga tandang → denda Rp25.000.000
- Dua suporter masuk ke lapangan setelah pertandingan → denda Rp60.000.000
- Penyalaan flare dan petasan di beberapa tribun → denda Rp60.000.000
- Pelemparan botol air mineral ke lapangan → denda Rp30.000.000
Total akumulasi sanksi dari pertandingan tersebut mencapai Rp175 juta.
Rincian Sanksi Komdis PSSI 7 Mei 2026
Pada sidang lanjutan, Komdis kembali menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung atas dua laga berbeda:
1. Laga Bhayangkara vs Persib (30 April 2026)
- Pelemparan botol ke lapangan oleh suporter
→ Denda Rp30.000.000
2. Persib Bandung vs PSIM Yogyakarta (4 Mei 2026)
- Pelemparan petasan lebih dari 10 kali hingga laga terhenti
- Penyalaan flare di tribun
- Ledakan petasan setelah pertandingan
→ Denda Rp250.000.000
Total tambahan sanksi pada sidang ini mencapai Rp280 juta.
Total Kerugian Klub Capai Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah
Jika ditotal, Persib Bandung harus menanggung akumulasi denda dari Komdis PSSI sebesar Rp455 juta, ditambah sanksi AFC senilai Rp3,5 miliar.
Angka tersebut menjadi pukulan finansial besar bagi klub, terlebih di tengah performa tim yang sedang berada dalam tren positif dan berpeluang meraih gelar juara Liga 1 2025/2026.
Pernyataan Resmi Persib: Kecewa dan Sayangkan Insiden Suporter
Dalam pernyataan resminya, Persib Bandung menyampaikan kekecewaan atas rangkaian sanksi yang diterima, khususnya dari AFC.
Klub menilai bahwa insiden tersebut seharusnya dapat dihindari, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya secara finansial, tetapi juga reputasi klub di level internasional.
“Persib sangat menyayangkan bahwa akibat tindakan yang seharusnya dapat dihindari, klub kini harus menanggung kerugian besar, baik secara finansial, reputasi, maupun terhadap perjuangan tim di level internasional,” demikian pernyataan klub.
Persib juga menegaskan bahwa dana sebesar itu sebenarnya dapat digunakan untuk pengembangan fasilitas latihan, pembinaan pemain muda, hingga peningkatan kualitas operasional klub.
Dampak Besar bagi Klub dan Bobotoh
Manajemen Persib menilai bahwa kerugian ini tidak hanya berdampak pada klub, tetapi juga pada seluruh pendukungnya.
Selain potensi kehilangan pendapatan dari laga tanpa penonton, sanksi tersebut juga menghambat upaya klub dalam memperkuat daya saing di kompetisi Asia.
Di tengah peluang besar meraih gelar juara Liga 1 2025/2026, Persib Bandung kini dihadapkan pada tantangan serius di luar lapangan. Rangkaian sanksi dari PSSI dan AFC menjadi pengingat penting bahwa profesionalisme dan kedisiplinan suporter memiliki dampak besar terhadap masa depan klub di level nasional maupun internasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








