Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Selasa, 19 Mei 2026 16:28 WIB

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Selasa, 19 Mei 2026 16:10 WIB
Terjerat utang

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.669 Triliun, ke Mana Saja Aliran Dananya?

Selasa, 19 Mei 2026 16:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!
  • Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius
  • Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.669 Triliun, ke Mana Saja Aliran Dananya?
  • Hargai Sejarah, Konvoi Persib 2026 Bakal Hadirkan 5 Generasi Juara Pakai Mobil Unimog
  • Jangan Asal Klik! Video Viral Guru Bahasa Inggris Diduga Jadi Umpan Link Berbahaya
  • Hanya Ada 3 di Indonesia! Bocah Jenius Asal Temanggung Ini Bikin NASA dan Tesla Kepincut!
  • Sambut Kans Hattrick Juara, Pemprov Jabar Siapkan Konvoi Persib 2026: Rute Dialihkan ke Gedung Merdeka
  • 25 Gerai Koperasi Desa di KBB Siap Operasi, BUMN Ikut Dukung Distribusi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.669 Triliun, ke Mana Saja Aliran Dananya?

By Aga GustianaSelasa, 19 Mei 2026 16:04 WIB3 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar terbaru datang dari kondisi keuangan negara. Bank Indonesia (BI) merilis data terkini mengenai kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia yang berada di angka US$ 433,4 miliar (kisarannya mencapai Rp 7.669 triliun jika dihitung dengan kurs Rp 17.695) pada penghujung Maret 2026. Jika disandingkan dengan data Desember 2025 yang bertengger di angka US$ 431,7 miliar, artinya ada pergeseran naik tipis sekitar 0,8%.

Meski nominalnya merangkak naik, laju pertumbuhannya justru terpantau mengerem alias melambat cukup signifikan.

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau secara tahunan tumbuh 0,8%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2025 sebesar 1,9%,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Menilik Struktur Utang: Jauh dari Kata Mengkhawatirkan

Ada satu kabar baik di balik angka-angka tersebut. Beban utang kita terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru mengecil. Pada kuartal pertama tahun ini, rasionya turun menjadi 29,5% dari yang sebelumnya menyentuh 30% di akhir tahun lalu. Keamanan finansial ini kian kokoh karena porsi terbesar didominasi oleh kewajiban jangka panjang, dengan persentase hingga 85,4% dari keseluruhan utang.

Baca Juga:  Resmi Dibuka! Ini Jadwal dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Lewat PINTAR BI

Jika dibedah, utang yang dikelola pemerintah berada di angka US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laju ini melandai jika berkaca pada kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh 5,5% (yoy). Salah satu pemicu dinamika ini adalah derasnya dana investor asing yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku pasar global masih menaruh kepercayaan penuh pada fundamental ekonomi Indonesia.

Baca Juga:  bank bjb Sabet Penghargaan dari BI, Jadi Bank dengan Layanan Kas Terbaik

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian,” jelas Denny.

Ke Mana Saja Aliran Dananya?

Uang hasil pinjaman luar negeri tersebut dialokasikan untuk mendanai sektor-sektor krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Berikut adalah rincian sektor yang mendapat porsi terbesar:

  • Jasa Kesehatan & Aktivitas Sosial: 22,1% (Porsi terbesar)
  • Administrasi Publik, Pertahanan, & Jaminan Sosial Wajib: 20,2%
  • Sektor Pendidikan: 16,2%
  • Sektor Konstruksi: 11,5%
  • Transportasi & Logistik (Pergudangan): 8,5%

Menariknya, hampir seluruh utang pemerintah (99,99%) dikemas dalam skema tenor jangka panjang, sehingga risiko gagal bayar dalam waktu dekat sangat minim.

Utang Korporasi Swasta Justru Menyusut

Baca Juga:  Di Tepi Jurang Utang: Indonesia Masih Aman, Tapi Sampai Kapan?

Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor privat. Nilai ULN yang dimiliki oleh pihak swasta justru melorot menjadi US$ 191,4 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026, dari yang tadinya bertengger di angka US$ 194,2 miliar pada kuartal IV-2025.

Tren penurunan ini terjadi merata, baik di lingkup korporasi finansial (financial corporations) yang terkontraksi 3,6% (yoy), maupun perusahaan non-lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang juga menyusut 1,3% (yoy).

Demi memastikan kondisi fiskal ini tetap berada di jalur yang aman, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mempererat sinergi dengan pemerintah. Evaluasi berkala akan terus dilakukan agar penarikan utang benar-benar efektif menggerakkan roda ekonomi yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutur Denny.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Indonesia fiskal Utang Indonesia Utang Luar Negeri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Hargai Sejarah, Konvoi Persib 2026 Bakal Hadirkan 5 Generasi Juara Pakai Mobil Unimog

Hanya Ada 3 di Indonesia! Bocah Jenius Asal Temanggung Ini Bikin NASA dan Tesla Kepincut!

Sambut Kans Hattrick Juara, Pemprov Jabar Siapkan Konvoi Persib 2026: Rute Dialihkan ke Gedung Merdeka

25 Gerai Koperasi Desa di KBB Siap Operasi, BUMN Ikut Dukung Distribusi

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.