Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Minggu Cuan! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 5 Juli 2026 Lewat Fitur DANA Kaget, Langsung Cair

Minggu, 5 Juli 2026 06:00 WIB
Game Free Fire

Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?

Minggu, 5 Juli 2026 02:00 WIB

Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Ada Derby Iberia Portugal vs Spanyol

Minggu, 5 Juli 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Cuan! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 5 Juli 2026 Lewat Fitur DANA Kaget, Langsung Cair
  • Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?
  • Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Ada Derby Iberia Portugal vs Spanyol
  • Kejutan Belum Usai, Bos Persib Beri Kisi-kisi Proyek Rahasia Setelah 10 Juli
  • Demi Target Asia! Persib Rombak Staf Kepelatihan, Datangkan Arsitek Fisik dan Taktik Kelas Eropa
  • Followersnya Kalahkan Populasi Negara Sendiri! Kisah Ajaib Vozinha Bikin Messi Frustrasi di Piala Dunia
  • Kode Keras di Video Perkenalan Ragnar Oratmangoen, Persib Segera Amankan Mariano Peralta?
  • Gebrakan Kelima Pangeran Biru: Ragnar Oratmangoen Resmi Merapat ke Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.669 Triliun, ke Mana Saja Aliran Dananya?

By Aga GustianaSelasa, 19 Mei 2026 16:04 WIB3 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar terbaru datang dari kondisi keuangan negara. Bank Indonesia (BI) merilis data terkini mengenai kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia yang berada di angka US$ 433,4 miliar (kisarannya mencapai Rp 7.669 triliun jika dihitung dengan kurs Rp 17.695) pada penghujung Maret 2026. Jika disandingkan dengan data Desember 2025 yang bertengger di angka US$ 431,7 miliar, artinya ada pergeseran naik tipis sekitar 0,8%.

Meski nominalnya merangkak naik, laju pertumbuhannya justru terpantau mengerem alias melambat cukup signifikan.

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau secara tahunan tumbuh 0,8%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2025 sebesar 1,9%,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Menilik Struktur Utang: Jauh dari Kata Mengkhawatirkan

Ada satu kabar baik di balik angka-angka tersebut. Beban utang kita terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru mengecil. Pada kuartal pertama tahun ini, rasionya turun menjadi 29,5% dari yang sebelumnya menyentuh 30% di akhir tahun lalu. Keamanan finansial ini kian kokoh karena porsi terbesar didominasi oleh kewajiban jangka panjang, dengan persentase hingga 85,4% dari keseluruhan utang.

Baca Juga:  Di Tepi Jurang Utang: Indonesia Masih Aman, Tapi Sampai Kapan?

Jika dibedah, utang yang dikelola pemerintah berada di angka US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laju ini melandai jika berkaca pada kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh 5,5% (yoy). Salah satu pemicu dinamika ini adalah derasnya dana investor asing yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku pasar global masih menaruh kepercayaan penuh pada fundamental ekonomi Indonesia.

Baca Juga:  Jangan Antre! Begini Cara Tukar Uang Baru 2026 via PINTAR BI

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian,” jelas Denny.

Ke Mana Saja Aliran Dananya?

Uang hasil pinjaman luar negeri tersebut dialokasikan untuk mendanai sektor-sektor krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Berikut adalah rincian sektor yang mendapat porsi terbesar:

  • Jasa Kesehatan & Aktivitas Sosial: 22,1% (Porsi terbesar)
  • Administrasi Publik, Pertahanan, & Jaminan Sosial Wajib: 20,2%
  • Sektor Pendidikan: 16,2%
  • Sektor Konstruksi: 11,5%
  • Transportasi & Logistik (Pergudangan): 8,5%

Menariknya, hampir seluruh utang pemerintah (99,99%) dikemas dalam skema tenor jangka panjang, sehingga risiko gagal bayar dalam waktu dekat sangat minim.

Utang Korporasi Swasta Justru Menyusut

Baca Juga:  BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.000 Triliun per April 2025

Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor privat. Nilai ULN yang dimiliki oleh pihak swasta justru melorot menjadi US$ 191,4 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026, dari yang tadinya bertengger di angka US$ 194,2 miliar pada kuartal IV-2025.

Tren penurunan ini terjadi merata, baik di lingkup korporasi finansial (financial corporations) yang terkontraksi 3,6% (yoy), maupun perusahaan non-lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang juga menyusut 1,3% (yoy).

Demi memastikan kondisi fiskal ini tetap berada di jalur yang aman, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mempererat sinergi dengan pemerintah. Evaluasi berkala akan terus dilakukan agar penarikan utang benar-benar efektif menggerakkan roda ekonomi yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutur Denny.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Indonesia fiskal Utang Indonesia Utang Luar Negeri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.