Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.669 Triliun, ke Mana Saja Aliran Dananya?

By Aga GustianaSelasa, 19 Mei 2026 16:04 WIB3 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar terbaru datang dari kondisi keuangan negara. Bank Indonesia (BI) merilis data terkini mengenai kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia yang berada di angka US$ 433,4 miliar (kisarannya mencapai Rp 7.669 triliun jika dihitung dengan kurs Rp 17.695) pada penghujung Maret 2026. Jika disandingkan dengan data Desember 2025 yang bertengger di angka US$ 431,7 miliar, artinya ada pergeseran naik tipis sekitar 0,8%.

Meski nominalnya merangkak naik, laju pertumbuhannya justru terpantau mengerem alias melambat cukup signifikan.

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau secara tahunan tumbuh 0,8%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2025 sebesar 1,9%,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Menilik Struktur Utang: Jauh dari Kata Mengkhawatirkan

Ada satu kabar baik di balik angka-angka tersebut. Beban utang kita terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru mengecil. Pada kuartal pertama tahun ini, rasionya turun menjadi 29,5% dari yang sebelumnya menyentuh 30% di akhir tahun lalu. Keamanan finansial ini kian kokoh karena porsi terbesar didominasi oleh kewajiban jangka panjang, dengan persentase hingga 85,4% dari keseluruhan utang.

Baca Juga:  Cara Mudah Tukar Uang Lebaran 2026 Lewat Situs pintar.bi.go.id

Jika dibedah, utang yang dikelola pemerintah berada di angka US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laju ini melandai jika berkaca pada kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh 5,5% (yoy). Salah satu pemicu dinamika ini adalah derasnya dana investor asing yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku pasar global masih menaruh kepercayaan penuh pada fundamental ekonomi Indonesia.

Baca Juga:  Aktivitas Dunia Usaha RI Melambat di Kuartal I-2025, Terendah dalam Hampir 3 Tahun

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian,” jelas Denny.

Ke Mana Saja Aliran Dananya?

Uang hasil pinjaman luar negeri tersebut dialokasikan untuk mendanai sektor-sektor krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Berikut adalah rincian sektor yang mendapat porsi terbesar:

  • Jasa Kesehatan & Aktivitas Sosial: 22,1% (Porsi terbesar)
  • Administrasi Publik, Pertahanan, & Jaminan Sosial Wajib: 20,2%
  • Sektor Pendidikan: 16,2%
  • Sektor Konstruksi: 11,5%
  • Transportasi & Logistik (Pergudangan): 8,5%

Menariknya, hampir seluruh utang pemerintah (99,99%) dikemas dalam skema tenor jangka panjang, sehingga risiko gagal bayar dalam waktu dekat sangat minim.

Utang Korporasi Swasta Justru Menyusut

Baca Juga:  Viral Uang Rp75 Ribu Ditolak Kasir, Begini Kata BI

Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor privat. Nilai ULN yang dimiliki oleh pihak swasta justru melorot menjadi US$ 191,4 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026, dari yang tadinya bertengger di angka US$ 194,2 miliar pada kuartal IV-2025.

Tren penurunan ini terjadi merata, baik di lingkup korporasi finansial (financial corporations) yang terkontraksi 3,6% (yoy), maupun perusahaan non-lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang juga menyusut 1,3% (yoy).

Demi memastikan kondisi fiskal ini tetap berada di jalur yang aman, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mempererat sinergi dengan pemerintah. Evaluasi berkala akan terus dilakukan agar penarikan utang benar-benar efektif menggerakkan roda ekonomi yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutur Denny.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.