Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Kamis, 20 Agustus 2026 06:48 WIB

Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!

Kamis, 20 Agustus 2026 06:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan
  • Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!
  • Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini
  • Kumpulan Kode Redeem FF 20 Agustus 2026 Terbaru: Klaim Skin & Diamond Gratis Hari Ini
  • Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Kalender Hijriah 1448 H dan Daftar Tanggal Merahnya
  • Tikung PSG di Detik Akhir, Aston Villa Resmi Amankan Tanda Tangan Zion Suzuki
  • Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!
  • Modal Tampil di Bali, Fitrah Maulana Siap Bersaing di Skuad Utama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.669 Triliun, ke Mana Saja Aliran Dananya?

By Aga GustianaSelasa, 19 Mei 2026 16:04 WIB3 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar terbaru datang dari kondisi keuangan negara. Bank Indonesia (BI) merilis data terkini mengenai kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia yang berada di angka US$ 433,4 miliar (kisarannya mencapai Rp 7.669 triliun jika dihitung dengan kurs Rp 17.695) pada penghujung Maret 2026. Jika disandingkan dengan data Desember 2025 yang bertengger di angka US$ 431,7 miliar, artinya ada pergeseran naik tipis sekitar 0,8%.

Meski nominalnya merangkak naik, laju pertumbuhannya justru terpantau mengerem alias melambat cukup signifikan.

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau secara tahunan tumbuh 0,8%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2025 sebesar 1,9%,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Menilik Struktur Utang: Jauh dari Kata Mengkhawatirkan

Ada satu kabar baik di balik angka-angka tersebut. Beban utang kita terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru mengecil. Pada kuartal pertama tahun ini, rasionya turun menjadi 29,5% dari yang sebelumnya menyentuh 30% di akhir tahun lalu. Keamanan finansial ini kian kokoh karena porsi terbesar didominasi oleh kewajiban jangka panjang, dengan persentase hingga 85,4% dari keseluruhan utang.

Jika dibedah, utang yang dikelola pemerintah berada di angka US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laju ini melandai jika berkaca pada kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh 5,5% (yoy). Salah satu pemicu dinamika ini adalah derasnya dana investor asing yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku pasar global masih menaruh kepercayaan penuh pada fundamental ekonomi Indonesia.

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian,” jelas Denny.

Ke Mana Saja Aliran Dananya?

Uang hasil pinjaman luar negeri tersebut dialokasikan untuk mendanai sektor-sektor krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Berikut adalah rincian sektor yang mendapat porsi terbesar:

  • Jasa Kesehatan & Aktivitas Sosial: 22,1% (Porsi terbesar)
  • Administrasi Publik, Pertahanan, & Jaminan Sosial Wajib: 20,2%
  • Sektor Pendidikan: 16,2%
  • Sektor Konstruksi: 11,5%
  • Transportasi & Logistik (Pergudangan): 8,5%

Menariknya, hampir seluruh utang pemerintah (99,99%) dikemas dalam skema tenor jangka panjang, sehingga risiko gagal bayar dalam waktu dekat sangat minim.

Utang Korporasi Swasta Justru Menyusut

Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor privat. Nilai ULN yang dimiliki oleh pihak swasta justru melorot menjadi US$ 191,4 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026, dari yang tadinya bertengger di angka US$ 194,2 miliar pada kuartal IV-2025.

Tren penurunan ini terjadi merata, baik di lingkup korporasi finansial (financial corporations) yang terkontraksi 3,6% (yoy), maupun perusahaan non-lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang juga menyusut 1,3% (yoy).

Demi memastikan kondisi fiskal ini tetap berada di jalur yang aman, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mempererat sinergi dengan pemerintah. Evaluasi berkala akan terus dilakukan agar penarikan utang benar-benar efektif menggerakkan roda ekonomi yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutur Denny.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Indonesia fiskal Utang Indonesia Utang Luar Negeri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!

Polemik Siswa SMP Nambal Lapangan: Antara Dugaan Eksploitasi & Budaya Gotong Royong!

gempa

Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang Flores, Korban Jiwa Tembus 70 Orang

Dedi Mulyadi Beberkan PR Jabar di Usia 81 Tahun, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan

ilustrasi gempa

Bandung Kembali Digoyang Gempa Pagi Ini, BMKG Ungkap Pemicunya

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.