bukamata.id – Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan Indonesia. Seorang siswa sekolah dasar asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berhasil mencuri perhatian dunia setelah mendapat undangan resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), Amerika Serikat.
Siswa tersebut adalah Anantacetta Reugra Abiraya, yang akrab disapa Raya, murid kelas V SD Al Kautsar Temanggung. Ia dijadwalkan mengunjungi NASA pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari program akademik internasional.
Undangan ini bukan hanya sekadar perjalanan biasa. Raya disebut sebagai salah satu anak Indonesia yang sangat langka menerima kesempatan tersebut, bahkan disebut sebagai orang ketiga dari Indonesia yang pernah diundang langsung ke pusat penelitian antariksa dunia itu.
Perjalanan Prestasi Sejak Usia Dini
Nama Raya bukanlah pendatang baru di dunia kompetisi akademik internasional. Sejak duduk di kelas 2 SD, ia telah aktif mengikuti berbagai olimpiade sains, matematika, hingga coding di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, Raya telah mengikuti kompetisi di lebih dari 15 negara dan mengoleksi sekitar 70 medali internasional serta puluhan medali nasional, dengan total capaian lebih dari 100 penghargaan.
Ibunda Raya, Ajeng Primiana, mengungkapkan bahwa perjalanan ini dimulai dari berbagai ajang internasional yang diikuti secara konsisten dan penuh dukungan keluarga.
“Setelah menang champion di Jepang untuk IMOCSEA dan ISOCSEA, lalu lomba coding dan meraih emas, dari situ Raya mendapat undangan ke Tesla Olympiad di Amerika sekaligus kesempatan mengunjungi NASA,” ujarnya.
Prestasi Internasional yang Mengantarkan ke NASA
Rangkaian prestasi Raya tersebar di berbagai negara. Ia pernah meraih:
- Medali emas di Manila, Filipina
- Bronze Medal di Greater Bay Area Mathematical Olympiad, Macau (China)
- Gold Award Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO)
- Prestasi di Singapura, Malaysia, dan Australia
- Medali emas sains, matematika, hingga Bahasa Inggris
Prestasi tersebut membuat namanya dikenal di berbagai komunitas olimpiade dunia. Bahkan, Raya juga pernah mendapat apresiasi dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, atas capaian internasionalnya.
Diundang NASA dan Tesla Olympiad di Amerika Serikat
Undangan ke NASA datang setelah Raya mengikuti dan meraih hasil gemilang dalam kompetisi internasional di Jepang. Dari situ, pintu kesempatan terbuka menuju Tesla Olympiad di Amerika Serikat.
Raya dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada akhir Mei 2026 selama tujuh hari, didampingi orang tua. Dalam beberapa agenda internasional, peserta juga biasanya mendapat pendampingan dari perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.
NASA sendiri merupakan lembaga pemerintah Amerika Serikat yang bergerak di bidang riset antariksa, termasuk program misi bulan, eksplorasi Mars, hingga penelitian teknologi aeronautika.
Dukungan Keluarga: Kunci di Balik Prestasi Raya
Di balik deretan prestasi luar biasa tersebut, keluarga memiliki peran penting dalam perjalanan Raya. Sang ibu menegaskan bahwa kunci utama bukan hanya soal kecerdasan, tetapi keseimbangan antara belajar dan kebahagiaan anak.
“Yang paling penting itu menjaga mood anak. Karena lomba apa pun itu melelahkan. Jadi harus seimbang antara belajar dan bermain,” kata Ajeng.
Menurutnya, proses panjang ini tidak instan. Raya telah berjuang sejak usia dini, ketika anak-anak lain masih banyak bermain, ia konsisten mengikuti berbagai pelatihan dan kompetisi.
Sosok Raya: Cerdas, Sederhana, dan Punya Cita-Cita Unik
Meski dikenal sebagai “anak jenius” dengan segudang prestasi internasional, Raya tetap menjalani kehidupan seperti anak seusianya. Ia masih memiliki waktu bermain dengan teman-temannya di sela jadwal belajar dan lomba.
Raya mengaku sangat antusias dengan kesempatan mengunjungi NASA.
“Pengen lihat laboratoriumnya seperti apa. Seru pasti,” ujarnya polos.
Menariknya, di balik ketertarikannya pada sains dan matematika, Raya memiliki cita-cita berbeda dari kebanyakan anak berprestasi akademik, yaitu ingin menjadi anggota Akademi Kepolisian (Akpol) untuk melindungi negara.
Inspirasi dari Temanggung untuk Indonesia
Kisah Raya menjadi inspirasi bahwa prestasi besar dapat lahir dari daerah mana pun di Indonesia. Konsistensi, dukungan keluarga, dan lingkungan belajar yang positif menjadi faktor penting dalam membentuk generasi berprestasi global.
Setelah kunjungan ke NASA, agenda Raya masih padat. Ia dijadwalkan kembali mengikuti kompetisi di Kuala Lumpur pada Juni 2026, serta World International Mathematical Olympiad (WIMO), yang dikenal sebagai ajang “piala dunia matematika” bagi para juara dunia olimpiade.
Perjalanan Anantacetta Reugra Abiraya membuktikan bahwa usia bukan batas untuk meraih prestasi kelas dunia. Dari Temanggung menuju NASA, kisahnya menjadi simbol bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di panggung internasional dengan kerja keras dan dukungan yang tepat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










