bukamata.id – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta kembali dibuat waspada setelah terdeteksi getaran gempa kecil yang bersumber dari wilayah Bantul pada Selasa pagi, 27 Januari 2026. Informasi ini disampaikan langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Getaran tersebut muncul tak lama setelah gempa yang lebih dulu terjadi di kawasan Pacitan, Jawa Timur, yang sempat terasa hingga wilayah Jogja. Meski kekuatannya jauh lebih kecil, gempa susulan ini tetap menambah kekhawatiran masyarakat.
BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 2,0 dan terjadi pada pukul 08.47 WIB. Berdasarkan hasil pemetaan awal, pusat gempa berada pada koordinat 8,31 Lintang Selatan dan 110,29 Bujur Timur, atau sekitar 45 kilometer di barat daya Kabupaten Bantul.
Kedalaman gempa tercatat sekitar 19 kilometer, tergolong dangkal, meski tidak menimbulkan kerusakan maupun laporan dampak signifikan dari warga.
Situasi ini terasa lebih menegangkan karena kondisi psikologis masyarakat DIY masih dipengaruhi oleh rangkaian gempa sebelumnya. Sehari sebelum kejadian ini, tepatnya Senin, 26 Januari 2026, wilayah Gunungkidul diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 4,6.
Bahkan dalam satu hari tersebut, tercatat setidaknya tiga kali gempa mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, dengan guncangan terbesar mencapai Magnitudo 4,6. Rentetan kejadian ini membuat warga lebih sensitif terhadap setiap getaran yang dirasakan.
BMKG menegaskan bahwa data gempa Magnitudo 2,0 di Bantul masih bersifat sementara. Informasi awal ini disampaikan untuk kecepatan penyebaran, sehingga masih memungkinkan adanya pembaruan seiring masuknya data tambahan dari sensor pemantau gempa.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana sebagai antisipasi jika terjadi aktivitas seismik lanjutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









