bukamata.id – Seorang bocah berusia 8 tahun bernama Tinotenda Putu berhasil bertahan hidup selama lima hari di tengah habitat singa buas.
Tinotenda Putu hilang dari desanya di wilayah barat laut Zimbabwe pada 27 Desember 2024 lalu. Ia ditemukan di Taman Nasional Matusadona, yang dihuni hewan-hewan buas, termasuk singa.
Sebelum ditemukan, tim penyelamat sempat terhambat oleh hujan lebat di wilayah tersebut yang membuat mereka kesulitan menemukan jejak kakinya.
Kemudian, pada 30 Desember, jejak kaki bocah itu ditemukan di area taman dan Tinotenda ditemukan pada dini hari keesokan harinya.
Anggota parlemen untuk wilayah Mashonaland Barat, Mutsa Murombedzi turut membagikan kabar gembira penyelamatan tersebut sebagai ‘keajaiban’ dalam sebuah posting di X.
Ia mengatakan, anak tersebut telah “berjalan menjauh, kehilangan arah, dan tanpa sadar menuju ke Taman Margasatwa Matusadonha yang berbahaya.”
Menurut pengakuan Tinotenda, ia sempat mendengar kendaraan penjaga taman dan mencoba berlari ke arah suara tersebut, sayangnya ia terlambat untuk mencapai mereka.
Beruntung, para penjaga taman kembali ke area tersebut dan melihat jejak kaki manusia kecil yang mengarahkan mereka ke anak laki-laki tersebut.
“Ini mungkin kesempatan terakhirnya untuk diselamatkan setelah lima hari di alam liar,” tulisnya.
Mengutip lembaga nirlaba African Parks, taman nasional itu dihuni oleh berbagai satwa liar, termasuk gajah, zebra, kuda nil, singa dan kerbau.
Sementara Tinotenda diperkirakan telah berjalan melalui medan yang dipenuhi singa sejauh 49 kilometer. Ia menyusuri area tersebut selama lima hari.
Tinotenda bisa bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar dan meminum air tanah.
“Diperkirakan ia berjalan melalui medan yang keras di Taman Nasional Matusadonha yang dipenuhi singa sejauh 49 kilometer dari desanya hingga ke titik tempat ia ditemukan,” kata Zimbabwe Parks dalam sebuah pernyataan.
“Selama periode ini, ia bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar dan menggali lubang kecil di sepanjang tepi sungai yang kering untuk mengakses air bawah tanah untuk diminum, sebuah teknik yang dikenal di daerah rawan kekeringan,” keterangan ditambahkan.
Setelah ditemukan, Tinotenda langsung dibawa ke klinik setempat untuk pemeriksaan awal dan kemudian dipindahkan ke rumah sakit untuk evaluasi medis lebih lanjut.
Kabar terbaru mengatakan, bocah itu telah beristirahat dan dalam kondisi stabil. Ia akan diperiksa oleh tim kesehatan mental untuk memastikan ia tidak mengalami trauma yang berkepanjangan akibat insiden tersesat ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










