bukamata.id – Kasus penemuan mayat pemilik warung karaoke di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Aparat terus mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kapolsek Patokbeusi Polres Subang, Anton Indra Gunawan, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan. Polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan,” ujar Anton, Selasa (24/3/2026).
Laporan terkait penemuan mayat tersebut pertama kali diterima polisi pada Senin sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menerima laporan, tim identifikasi dari Inafis langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.
Korban Pemilik Warung Karaoke
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya. Dari keterangan saksi di sekitar lokasi, korban merupakan pemilik warung karaoke tersebut.
Sempat beredar dugaan di masyarakat bahwa korban meninggal akibat tindak pembunuhan. Namun, polisi menegaskan bahwa penyebab kematian belum dapat dipastikan sebelum hasil autopsi keluar.
“Kami belum bisa memastikan penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi,” jelas Anton.
Ditemukan Membusuk di Dalam Kamar
Saksi mata menyebutkan korban ditemukan dalam posisi terbaring di dalam kamar. Warga menduga korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan, mengingat kondisi jasad yang sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Seorang warga, Ujang Suhana, mengaku sebagai orang pertama yang menemukan korban. Ia mengatakan awalnya datang ke lokasi atas permintaan seorang pemandu lagu yang ingin memastikan apakah warung karaoke tersebut sudah buka atau belum.
“Saat saya datang, kondisi kafe tutup tapi lampu dan televisi masih menyala. Setelah diketuk beberapa kali tidak ada jawaban, saya mencium bau bangkai yang sangat menyengat,” ungkapnya.
Merasa curiga, Ujang kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.
Lokasi Sempat Jadi Perhatian Warga
Setelah evakuasi korban, petugas langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Penemuan jenazah ini sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalur Pantura, yang saat itu ramai oleh arus balik Lebaran.
Warung karaoke tersebut diduga tetap beroperasi selama masa arus mudik untuk melayani pengguna jalan yang beristirahat.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus mengungkap kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










