bukamata.id – Persib Bandung menghadapi konsekuensi serius menjelang tampil di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025–2026.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan sanksi finansial kepada Maung Bandung hanya beberapa pekan sebelum menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi.
Sanksi ini berkaitan dengan laga terakhir Grup G ACL 2 saat Persib menjamu Bangkok United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 10 Desember 2025.
Meski Persib menang tipis 1-0 dan lolos ke fase gugur, AFC menilai ada pelanggaran serius yang terjadi.
Pelanggaran Keselamatan Jadi Sorotan AFC
Dalam dokumen resmi AFC, Persib dinyatakan melanggar Pasal 65 dan Pasal 64 Kode Disiplin dan Etik AFC, serta Pasal 35 Peraturan Keselamatan dan Keamanan AFC.
Pelanggaran pertama terkait aksi penonton yang menyalakan sembilan flare selama pertandingan. Selain itu, AFC menyoroti kegagalan panitia pertandingan dalam menjaga jalur akses publik tetap steril. Koridor stadion, tangga, pintu gerbang, dan rute evakuasi darurat terhambat akibat ulah penonton, berpotensi membahayakan keselamatan.
Persib juga dinilai gagal menjalankan pengamanan pasca-pertandingan secara optimal. AFC menilai klub tidak dapat memastikan situasi hukum dan ketertiban tetap terkendali di dalam stadion maupun sekitarnya, yang dipicu oleh flare suporter.
Total Denda Capai Setengah Miliar Rupiah
Akibat pelanggaran tersebut, AFC menjatuhkan total denda sebesar USD 30.000 atau setara Rp505.020.000. Rinciannya:
- USD 20.000 (Rp336.680.000) – Pelanggaran Pasal 65.1 Kode Disiplin dan Etik AFC
- USD 5.000 (Rp84.170.000) – Pelanggaran Pasal 35 Peraturan Keselamatan dan Keamanan AFC
- USD 5.000 (Rp84.170.000) – Pelanggaran Pasal 64.1 Kode Disiplin dan Etik AFC
Meski dihukum finansial berat, Persib lega karena AFC tidak menjatuhkan sanksi larangan penonton, yang sebelumnya sempat menjadi kekhawatiran banyak pihak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










