bukamata.id – Pagi itu, langit Rinjani begitu cerah. Kabut tipis menggantung seperti tirai halus di antara bebatuan tajam. Di atas puncak, RN berdiri dengan napas terengah tapi penuh semangat. Setelah perjalanan panjang mendaki melalui jalur Kandang Sapi, Lombok Timur, ia akhirnya tiba di titik tertinggi.
RN tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ponsel dipasang, musik diputar. Ia mulai berjoget ringan di atas ketinggian 3.726 mdpl — gerakan sederhana yang bagi RN hanyalah cara merayakan pencapaiannya. Ia tak tahu, beberapa detik rekaman itu akan mengubah hidupnya.
Video yang ‘Dicuri’, Viral Tanpa Ampun
Beberapa hari kemudian, RN terkejut. Video jogetnya tersebar luas setelah akun Instagram @rinjaniindonesia mengunggah ulang tanpa seizin dirinya. Dalam captionnya, akun tersebut memperingatkan tentang bahaya di puncak dan pentingnya etika pendakian.
“Beruntung masih diberi teguran dan peringatan, kalau tidak nyawa sudah melayang dan Tim SAR pun datang. Mohon sekali lagi etika dijaga dimanapun kaki berpijak. Hormati adat istiadat dan budaya yang ada di Rinjani,” tulis akun tersebut.
Video itu langsung meledak. Puluhan ribu likes dan ribuan komentar membanjiri kolom unggahan. Dalam video, RN tampak sedikit kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya kembali berdiri tegak, momen singkat yang dianggap sebagian orang sebagai kelalaian fatal.
Hujatan Datang Bertubi-Tubi
RN tak tinggal diam. Ia merasa menjadi sasaran empuk komentar pedas netizen.
“Saya nggak suka video saya diambil orang. Apalagi sampai membuat asumsi yang tidak benar,” ujarnya kesal, Rabu (8/9/2025).
Ia menegaskan, sebenarnya tidak masalah jika videonya dibagikan ulang, asal ada izin dan bukan untuk mengumbar kebencian.
“Ini malah aku saja yang di-bully netizen,” tambahnya.
RN menjelaskan, joget itu dilakukan di posisi aman, tidak sedekat yang diasumsikan publik.
“Jadi saya tahu banget mana tempat aman dan tidak. Masa iya sengaja gitu mau mencari perkara dan membahayakan diri sendiri?” katanya tegas.
Namun semua penjelasan itu tak mampu membendung gelombang komentar yang sudah terlanjur mengalir deras.
Tangisan yang Tak Dilihat Kamera
Malam harinya, RN merekam video dirinya sendiri, kali ini bukan di puncak gunung, melainkan di kamar dengan mata sembab. Video tangisannya ia unggah ke akun pribadinya, @ririnjani1305.
“Semoga uang hasil kalian memviralkan saya, tidak berkah dunia akhirat,” tulisnya dalam caption yang menyayat hati.
Alih-alih mereda, unggahan ini justru membuat perdebatan semakin panas.
Netizen Terbelah: Adab vs Ekspresi Diri
Kolom komentar @rinjaniindonesia berubah jadi arena debat terbuka. Sebagian netizen menganggap tindakan RN tak pantas.
“Itu penting nya adab di atas ilmu,” tulis akun @andriyan***.
Tapi ada pula yang tak setuju dan membela RN habis-habisan.
“Emang itu kagak beradab? Emang itu kagak berilmu? Dimana titik salah nya? Ada yang diganggu? Ada yang dibahayakan?” balas akun @kalumeme***.
“Min, dia cuma mengekspresikan happynya dia. Apa yg salah? Kalau memang adat, tempat sakral, tutup aja gunungnya min. Toh dia juga nggak merusak alam,” cetus @rezha***.
“Dy hanya mengekspresikan kebahagiaan dgn caranya, dibilang adabnya buruk, tidak juga,” tulis @rindosis***.
Sementara sebagian lainnya memberi sentilan halus: “Mencintai Rinjani dengan tidak mendakinya adalah puncak rasa cinta itu sendiri,” ujar akun @nbrz***.
Balai Taman Nasional Turun Tangan
Kegaduhan tak berhenti di ranah warganet. Pihak Balai TN Rinjani akhirnya buka suara. Kepala Balai TN Rinjani, Yarman, memperingatkan bahaya aksi seperti RN.
“Tindakan seperti itu sangat berpotensi mengancam jiwa para petualang di ketinggian Puncak Rinjani yang rapuh,” ujarnya.
Mereka berencana memperketat patroli di titik-titik rawan seperti bibir kawah dan puncak. Beberapa netizen bahkan mendesak agar RN masuk daftar hitam pendaki, sebagai peringatan keras bagi pendaki lain.
Joget yang Memicu Badai
Apa yang dimulai sebagai tarian bahagia, berubah menjadi kontroversi nasional. Sebagian melihat RN sebagai korban viral dan salah paham, sementara yang lain menilainya sebagai bentuk kelalaian yang bisa memicu tragedi.
Gunung Rinjani bukan sekadar latar konten, tapi kawasan konservasi dengan aturan ketat dan kondisi ekstrem. Angin kencang, tanah labil, dan ketinggian ekstrem bisa mengubah satu gerakan kecil menjadi bencana.
RN mungkin hanya ingin menari sebentar di puncak gunung, merayakan pencapaian setelah pendakian panjang. Tapi internet punya cara sendiri untuk mengubah satu momen kecil menjadi badai besar yang mengguncang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










