bukamata.id – Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026).
Kunjungan ini menjadi forum strategis bagi peserta pendidikan calon pemimpin nasional untuk mempelajari langsung dinamika pembangunan daerah serta ketahanan nasional di tingkat wilayah.
Sebanyak 55 peserta dari berbagai instansi mengikuti kegiatan sebagai bagian dari studi lapangan tahun anggaran 2026.
Ali Syakieb menekankan bahwa kehadiran delegasi lintas instansi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga strategis negara dalam memetakan potensi wilayah.
“Pertemuan ini menjadi ruang kolaborasi strategis untuk melihat secara langsung bagaimana dinamika pembangunan daerah serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan guna mendukung ketahanan nasional,” ujarnya.
Dalam paparannya, Wabup Ali menyoroti sektor peternakan di Pangalengan yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi susu terbesar di Indonesia.
Produksi susu segar di wilayah ini mencapai sekitar 75 ton per hari, menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat sekaligus mendukung pasokan protein hewani nasional.
Selain itu, Pemkab Bandung terus memperkuat program prioritas pemerintah pusat, termasuk pemenuhan gizi masyarakat. Saat ini terdapat 331 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung program Makan Bergizi Gratis untuk sekitar 1,2 juta penerima manfaat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di bidang ekonomi masyarakat, pemerintah daerah mendorong pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Sebanyak 278 koperasi aktif menyerap hasil pertanian dan peternakan langsung dari masyarakat, memberikan kepastian pasar dan harga lebih kompetitif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan desa.
Ketua Rombongan SSDN P4N Angkatan 69, Roy Sinaga, mengapresiasi tata kelola pemerintahan Kabupaten Bandung. Menurut Roy, berdasarkan penilaian Gubernur Lemhanas, kinerja tata kelola di Kabupaten Bandung berada di atas rata-rata nasional.
Kegiatan ini bertujuan menganalisis berbagai aspek pembangunan daerah dengan pendekatan Astagatra, meliputi geografi, sumber daya alam, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Selain pertemuan di aula, peserta juga meninjau langsung inovasi pengelolaan limbah peternakan menjadi pupuk organik dan energi biogas di Kertasari. Rombongan dijadwalkan mengunjungi Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) di Pangalengan, salah satu koperasi peternakan terbesar yang mengelola produksi susu lokal.
Kegiatan studi lapangan ini berlangsung hingga 11 Maret 2026, dengan berbagai agenda peninjauan langsung di lokasi strategis.
Diharapkan, peserta dapat memahami implementasi kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan konstruktif bagi pembangunan nasional.
Dengan potensi yang dimiliki, Kabupaten Bandung terus memantapkan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung stabilitas pangan nasional serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Pertukaran gagasan dalam forum ini diharapkan menghasilkan pemikiran yang tepat sasaran dan berkelanjutan untuk pembangunan Indonesia di masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










