bukamata.id – Hari Ayah Nasional 2025 menjadi momen penting untuk menghargai peran ayah dalam keluarga dan masyarakat. Peringatan ini memang tidak sepopuler Hari Ibu pada 22 Desember, namun maknanya tetap mendalam bagi banyak orang di Indonesia.
Hari Ayah Nasional hadir untuk mengapresiasi kasih sayang, pengorbanan, dan teladan seorang ayah yang kerap tidak diungkapkan secara verbal.
Kapan Hari Ayah Nasional 2025 Diperingati?
Peringatan Hari Ayah Nasional selalu jatuh pada 12 November setiap tahun. Pada tahun 2025, Hari Ayah Nasional diperingati pada Rabu, 12 November 2025.
Mengacu pada SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, tanggal tersebut tidak termasuk hari libur nasional atau tanggal merah.
Meski bukan hari libur resmi, masyarakat di berbagai daerah tetap memperingatinya dengan penuh penghormatan.
Banyak keluarga memilih merayakannya secara sederhana, seperti memberikan ucapan, hadiah kecil, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama ayah.
Asal Usul Hari Ayah Nasional di Indonesia
Sejarah Hari Ayah Nasional bermula pada 2014, ketika Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Solo mengadakan acara “Sayembara Menulis Surat untuk Ibu.”
Dalam kegiatan itu, seorang peserta bertanya mengapa tidak ada hari khusus untuk merayakan peran ayah. Pertanyaan tersebut kemudian menginspirasi PPIP untuk menggagas Hari Ayah Nasional.
Pada 12 November 2016, PPIP bersama DPRD Kota Solo secara resmi mendeklarasikan Hari Ayah Nasional untuk pertama kalinya. Deklarasi serupa juga dilakukan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pada kesempatan itu, PPIP meluncurkan buku “Kenangan untuk Ayah”, berisi 100 surat pilihan dari anak-anak di seluruh Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada sosok ayah.
Sejak deklarasi tersebut, 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional di seluruh Indonesia.
Makna Peringatan Hari Ayah Nasional
Hari Ayah Nasional bukan sekadar peringatan simbolis, tetapi momentum untuk memperkuat hubungan dalam keluarga. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, hari ini mengingatkan masyarakat akan peran ayah sebagai pelindung, pengajar, sekaligus panutan.
Bentuk perayaan pun beragam, mulai dari memberikan hadiah, membuat surat ucapan, makan bersama, hingga membuat video kenangan. Yang terpenting adalah ketulusan dalam menghargai cinta dan pengorbanan seorang ayah yang seringkali tidak terlihat secara langsung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










