Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher

Kamis, 18 Juni 2026 05:00 WIB

Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap

Kamis, 18 Juni 2026 04:00 WIB

7 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Persib dan PSM Masuk Daftar Larangan Transfer

Kamis, 18 Juni 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • 7 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Persib dan PSM Masuk Daftar Larangan Transfer
  • Masih Fresh! Klaim Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Amankan Hadiah Gems dan Player Pack Gratis
  • Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis
  • Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu
  • Akhirnya Rilis di iOS! Cara Pakai Dua Nomor WhatsApp Sekaligus dalam Satu iPhone
  • Update Besar-besaran! Android 17 Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Baru dan HP yang Kebagian Pertama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kas Nyaris Nol, Pemprov Jabar Gagal Bayar Proyek Rp621 Miliar, Kontraktor Gigit Jari

By Aga GustianaSelasa, 6 Januari 2026 10:46 WIB3 Mins Read
Proyek pembangunan jalan di Jawa Barat. (Foto: Instagram Dedi Mulyadi)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghadapi sorotan tajam setelah ratusan miliar rupiah pembayaran proyek fisik tak kunjung cair. Total nilai pekerjaan yang gagal dibayarkan sepanjang 2025 mencapai Rp621 miliar, membuat para kontraktor harus gigit jari dan menunggu hingga tahun anggaran berikutnya.

Fakta ini diakui langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman. Ia menyebut keterbatasan kas daerah memaksa pemerintah menunda kewajiban pembayaran proyek yang sejatinya telah rampung dikerjakan.

Kondisi kas Pemprov Jabar bahkan disebut nyaris kosong. Per 31 Desember 2025, saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dikabarkan hanya tersisa sekitar Rp500 ribu. Angka tersebut tak sebanding dengan besarnya beban pembayaran yang harus ditanggung pemerintah provinsi.

Akar persoalan disebut berasal dari pendapatan daerah yang tak mencapai target penuh. Sepanjang 2025, realisasi pendapatan Pemprov Jabar hanya menyentuh 94,37 persen. Akibatnya, ratusan miliar rupiah belanja tidak dapat direalisasikan tepat waktu dan harus digeser ke APBD murni 2026.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Motor dan Mobil yang Tak Bayar Pajak Dilarang Melintasi Jalan

Meski demikian, Herman menilai kondisi tersebut bukan kegagalan kinerja. Ia berdalih sejak awal Pemprov Jabar menerapkan strategi target pendapatan yang bersifat progresif, meski berisiko tak tercapai sepenuhnya.

“Tetapi perlu kami garisbawahi, bukan berarti kinerja pendapatan tidak optimal. Kami sengaja strateginya sekarang pendapatannya diprogresifkan, sehingga kualitas pendapatan kita kalau dibandingkan dengan provinsi lain, In Syaa Allah jauh lebih baik,” ujar Herman di Kota Bandung, Senin (5/1/2026).

Ia juga menyebut ada faktor eksternal yang turut memperburuk kondisi keuangan daerah. Mulai dari belum cairnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, hingga merosotnya penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) akibat meningkatnya tren kendaraan listrik yang mendapat insentif pajak.

Di tengah tekanan tersebut, Pemprov Jabar memastikan kewajiban pembayaran proyek tidak dihapus, melainkan hanya ditunda. Seluruh pekerjaan yang belum terbayar diklaim telah “diamankan” dalam APBD murni 2026.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang Ibu-Ibu Nongkrong di Sekolah, Ini Alasannya

“Artinya semua dibelanjakan dan untuk tunda bayar, kita akan bayar di 2026, sudah kita alokasikan, jadi aman. Enggak sudah diantisipasi,” ucapnya.

Namun bagi para penyedia jasa, penundaan ini tetap berdampak serius pada arus kas perusahaan. Terlebih, nilai tunda bayar mencapai ratusan miliar rupiah dan melibatkan banyak proyek strategis.

Menanggapi potensi wanprestasi, Herman menegaskan pihak kontraktor telah diberi tahu sejak awal terkait risiko pembayaran mundur. Ia menyebut para penyedia jasa menyatakan siap menerima skema tersebut.

“Enggak ada masalah yang penting pelaksana kegiatan mau menerima dan kooperatif. Kita sudah berikan warning dari awal dan teman-teman menerima dan yang terpenting ada kepastian. 2026 sudah pasti teralokasi dan pasti dibayar. Ini hanya tunda aja karena tahun anggaran harus kita tutup di 31 Desember,” ujarnya.

Di sisi lain, Herman menekankan bahwa Pemprov Jabar sengaja menghabiskan anggaran agar tidak menyisakan dana mengendap. Menurutnya, arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jelas: belanja harus dimaksimalkan meski berisiko menimbulkan tunda bayar.

Baca Juga:  Viral Warga Dipersulit Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Pertama, Dedi Mulyadi Langsung Copot Kepala Samsat!

“Tugas pemerintah menyejahterakan dan Pak Gub, kami semua fokus bagaimana belanja ini dioptimalkan, jangan sampai ada idle money. Saat kinerja belanja bagus, memang ada risiko ya. Tunda bayar. Enggak ada masalah, yang penting para pihak mau menerima, pihak penyedia mau menerima,” ucapnya.

Adapun proyek-proyek yang terdampak tunda bayar tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah. Mulai dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR), Dinas Perhubungan, hingga OPD lainnya.

“(Pekerjaannya) Ada jalan, PJU dan lain sebagainya. Yang jelas kita sudah antisipasi. Yang bahaya itu, apabila banyak yang idle money,” tuturnya.

Meski pemerintah menyebut situasi ini terkendali, fakta ratusan miliar rupiah gagal dibayarkan tepat waktu tetap memunculkan tanda tanya besar soal perencanaan fiskal Pemprov Jabar. Terlebih, beban tersebut kini dilempar ke APBD 2026, sementara para kontraktor harus bersabar menunggu hak mereka dicairkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar Dedi Mulyadi Herman Suryatman kontraktor Pemprov Jabar proyek jalan RKUD
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas

Kapolda Jabar Apresiasi Aksi Mahasiswa di DPRD Jabar Berjalan Tertib dan Kondusif

Gaduh Subsidi Sekolah Swasta Jabar: Klaim Pemprov Dibantah BMPS, Sebut Anggaran Tidak Masuk Akal

Krisis SPMB 2026 di Jabar Memanas! BMPS Sebut Sistem Semrawut dan Tak Transparan

Mahasiswa Bandung Raya Gelar Aksi Indonesia Darurat di DPRD Jabar, Bawa Replika Guillotine dan Tujuh Tuntutan

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.