bukamata.id – Kasus keracunan massal paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung.
Jumlah korban hampir menyentuh 1.000 siswa dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Data ini diambil dari dua klaster kejadian yang juga terjadi pada Senin (22/9/2025).
Paket MBG yang menjadi sumber makanan gratis tersebut diproduksi dari tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berbeda.
Tiga Sumber SPPG Penyebab Keracunan
Pertama, SPPG Kampung Cipari, Desa Cijambu, Cipongkor, yang dibagikan pada Senin (23/9/2025), menyebabkan 475 siswa menjadi korban per Rabu siang ini.
Kedua, SPPG Kampung Pasirsaji, Desa Neglasari, Cipongkor, yang dibagikan pada hari ini dan menimbulkan korban hingga 500 siswa.
Ketiga, sekitar 60 siswa SMKN 1 Cihampelas dari SPPG di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, juga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket MBG.
Gejala Keracunan dan Penanganan Cepat
“Tentu sekali lagi tidak kami harapkan, tapi faktanya ada musibah ya keracunan. Keluhannya pada umumnya mual, sesak, pusing, lemas, ada juga 1–2 yang kejang,” kata Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman di Posko Kecamatan Cipongkor.
“Yang pertama kami lakukan adalah memastikan semua anak tertangani dengan baik,” lanjutnya.
Di SPPG pertama, hampir seluruh korban telah dipulangkan ke rumah atau rawat jalan meski beberapa masih dirawat di RSUD Cililin.
Sementara itu, korban yang mengonsumsi MBG dari SPPG kedua sekitar 400 di antaranya mendapat penanganan di Posko Kecamatan Cipongkor, dan 100 lainnya dirawat di Posko Puskesmas Citalem. Adapun sekitar 60 korban dari SPPG ketiga telah mendapat perawatan di Puskesmas Cihampelas.
Pemerintah Pastikan Penanganan Profesional
Sekda Herman memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan profesional.
“Bagi anak-anak yang kami khawatirkan kesehatannya, terutama yang ada kejang, sesak, dan tidak stabil langsung dikirim ke rumah sakit. Kami tangani secara profesional, cepat, dan tepat,” ungkapnya.
Kasus keracunan massal paket Makan Bergizi Gratis ini menjadi perhatian serius Pemprov Jawa Barat agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










