Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Thom Haye

Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions

Rabu, 4 November 2026 16:20 WIB

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

Rabu, 4 November 2026 15:37 WIB

Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi

Rabu, 4 November 2026 15:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Dedi Mulyadi Malah Tambah Masalah Baru, Warganet Singgung soal Penjajahan

By SusanaKamis, 3 April 2025 21:45 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meliburkan sopir angkot selama libur Lebaran 2025 kini menuai sorotan.

Alih-alih menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan, kebijakan ini justru melahirkan masalah baru yang merugikan para sopir angkot.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Jabar memberikan kompensasi sebesar Rp 1,5 juta kepada sopir angkot yang terkena dampak kebijakan ini, dimana Rp 1 juta dalam bentuk uang, dan Rp 500 ribu dalam bentuk paket makanan.

Namun, di lapangan, banyak sopir mengaku tidak menerima jumlah yang dijanjikan secara utuh. Sejumlah sopir di kawasan Puncak, Bogor, mengaku hanya menerima Rp 800 ribu, sementara sisanya disebut-sebut dipotong oleh oknum tertentu.

Baca Juga:  Kebijakan Baru KDM, ASN Malas di Jabar Bakal Dipajang di Medsos

“Yang terjadi di lapangan, kan uang senilai 1 juta, bilangnya yang mungut itu ada keikhlasan, tapi ditarget 200 ribu, (dipotong oleh) dari Dishub sama KKSU,” ungkap seorang sopir angkot dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis (3/4/2025).

Bahkan, lebih parahnya lagi, ada sopir yang mengaku belum menerima uang kompensasi sama sekali. Akibatnya, beberapa dari mereka tetap memilih beroperasi meskipun telah dilarang, karena desakan kebutuhan ekonomi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Rencana Pemkab Majalengka Batalkan Investasi di Bandara Kertajati

Hal ini justru menciptakan kebingungan di lapangan dan mengindikasikan lemahnya pengawasan pemerintah dalam menyalurkan bantuan.

Kebijakan ini pun mendapat sorotan dari warganet. Banyak yang menilai bahwa masalah pemotongan dana kompensasi ini mencerminkan budaya korupsi yang telah mengakar dalam birokrasi pemerintahan.

Baca Juga:  Tak Ribet Lagi, Dedi Mulyadi Bakal Permudah Bayar Pajak Kendaraan

“Dari zaman Daendels sudah seperti itu Jawa Barat,” tulis akun @che*** di TikTok @wargaindonesiacom.

“Kita dijajah bangsa sendiri,” tambah akun @Rum***.

“Sudah tahu kan siapa penjajah sebenarnya?” komentar akun @Dud***.

Fenomena ini menambah daftar panjang kebijakan yang kurang matang dalam perencanaan dan pengawasan.

Jika tidak segera ditangani dengan tegas, kebijakan semacam ini hanya akan semakin memperburuk citra pemerintah daerah dan menambah ketidakpercayaan publik terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi kebijakan sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.