Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cek penerima PIP 2025

Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status

Rabu, 5 Agustus 2026 12:12 WIB

Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya

Rabu, 5 Agustus 2026 12:01 WIB

Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena

Rabu, 5 Agustus 2026 12:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status
  • Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya
  • Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena
  • Final Piala Presiden 2026 Tinggal Hitungan Jam, Igor Tolic Soroti Aturan FIFA yang Dilanggar
  • Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi
  • Prediksi Chelsea vs Juventus: The Blues Siap Balas Kekalahan, Juve Terancam Tumbang
  • Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi
  • Update Harga Emas 5 Agustus 2026, Emas 24 Karat Kini Dibanderol Mulai Rp2,22 Juta per Gram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Dedi Mulyadi Malah Tambah Masalah Baru, Warganet Singgung soal Penjajahan

By SusanaKamis, 3 April 2025 21:45 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meliburkan sopir angkot selama libur Lebaran 2025 kini menuai sorotan.

Alih-alih menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan, kebijakan ini justru melahirkan masalah baru yang merugikan para sopir angkot.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Jabar memberikan kompensasi sebesar Rp 1,5 juta kepada sopir angkot yang terkena dampak kebijakan ini, dimana Rp 1 juta dalam bentuk uang, dan Rp 500 ribu dalam bentuk paket makanan.

Namun, di lapangan, banyak sopir mengaku tidak menerima jumlah yang dijanjikan secara utuh. Sejumlah sopir di kawasan Puncak, Bogor, mengaku hanya menerima Rp 800 ribu, sementara sisanya disebut-sebut dipotong oleh oknum tertentu.

“Yang terjadi di lapangan, kan uang senilai 1 juta, bilangnya yang mungut itu ada keikhlasan, tapi ditarget 200 ribu, (dipotong oleh) dari Dishub sama KKSU,” ungkap seorang sopir angkot dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis (3/4/2025).

Bahkan, lebih parahnya lagi, ada sopir yang mengaku belum menerima uang kompensasi sama sekali. Akibatnya, beberapa dari mereka tetap memilih beroperasi meskipun telah dilarang, karena desakan kebutuhan ekonomi.

Hal ini justru menciptakan kebingungan di lapangan dan mengindikasikan lemahnya pengawasan pemerintah dalam menyalurkan bantuan.

Kebijakan ini pun mendapat sorotan dari warganet. Banyak yang menilai bahwa masalah pemotongan dana kompensasi ini mencerminkan budaya korupsi yang telah mengakar dalam birokrasi pemerintahan.

“Dari zaman Daendels sudah seperti itu Jawa Barat,” tulis akun @che*** di TikTok @wargaindonesiacom.

“Kita dijajah bangsa sendiri,” tambah akun @Rum***.

“Sudah tahu kan siapa penjajah sebenarnya?” komentar akun @Dud***.

Fenomena ini menambah daftar panjang kebijakan yang kurang matang dalam perencanaan dan pengawasan.

Jika tidak segera ditangani dengan tegas, kebijakan semacam ini hanya akan semakin memperburuk citra pemerintah daerah dan menambah ketidakpercayaan publik terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi kebijakan sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi

Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi

PARAH! Rekam Jejak 4 Oknum Nakes Yang Hina Pasien BPJS: Lulusan UGM dan UI Tapi Minim Empati?!

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Bansos

Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.