bukamata.id – Fenomena unik terjadi di Pos Terpadu Gadog selama Operasi Ketupat Lodaya 2026, ketika seekor kucing berwarna oranye yang dijuluki “Oyen” ikut patroli bersama polisi memantau arus lalu lintas mudik.
Kucing mungil ini bahkan mengenakan seragam polisi mini, duduk santai di mobil patroli, namun tetap siaga menemani petugas di lapangan.
Video kucing Oyen yang viral di Instagram @poyici_oyen menunjukkan momen menggemaskan ini, dengan kucing yang tampak siap “bertugas” sambil duduk di dashboard mobil patroli. Keunikan ini langsung menarik perhatian warganet dan menjadi bahan perbincangan hangat.
Warganet Ramai Memberi Komentar
Respons netizen terhadap Oyen begitu hangat dan lucu. Dalam kolom komentar Instagram @poyici_oyen, warganet tak henti mengekspresikan kekaguman mereka.
Beberapa komentar bahkan mencerminkan imajinasi kreatif warganet seolah Oyen benar-benar anggota kepolisian yang sedang bertugas.
Misalnya, akun @ki2*** menulis jenaka, “Jangan lupa gaji THR untuk si Oyen,” yang menimbulkan tawa dan membayangkan kucing mungil ini sebagai polisi sungguhan yang berhak mendapat tunjangan Lebaran. Komentar ini menunjukkan bagaimana netizen menikmati konsep humanis yang dipadukan dengan unsur lucu, sehingga kehadiran Oyen terasa lebih hidup dan menghibur.
Sementara itu, akun @sep*** menyoroti sisi “profesionalisme” Oyen dengan komentar, “Anak buahnya laporan, komandan mantau.” Ungkapan ini memvisualisasikan kucing oren yang duduk tenang di mobil patroli seolah tengah mengawasi jalannya operasi, membuat warganet tersenyum sekaligus kagum dengan pose si Oyen yang tampak serius.
Tak kalah manis, akun @uja*** menuliskan, “Imut sekali kamu Oyen,” yang menegaskan daya tarik menggemaskan kucing ini.
Komentar seperti ini menunjukkan bahwa Oyen mampu mencairkan ketegangan di tengah padatnya jalur mudik, membuat pengendara yang lelah bisa tersenyum sejenak, sekaligus menarik perhatian anak-anak yang ikut bersama keluarga.
Yang paling panjang dan lucu datang dari akun @eva***, yang menarasikan interaksi antara manusia dan hewan dengan detail, “Itu temannya yang kemarin terpantau lelah & ngantuk ya pak… kok bapak mulu yang ngasih himbauan… temannya suruh atuh pak… jangan sampai dikira jadi polisi makan gaji buta.” Komentar ini tidak hanya membuat warganet lain tertawa, tetapi juga menekankan kesan humanis dan ramah dari pendekatan kepolisian yang memanfaatkan kehadiran Oyen.
Secara keseluruhan, dari deretan komentar ini terlihat jelas bahwa kehadiran Oyen bukan sekadar hiburan visual. Kucing polisi ini mampu membangun ikatan emosional antara aparat kepolisian dengan masyarakat, menciptakan suasana hangat, menghibur anak-anak, dan memberikan momen lucu yang dapat meringankan stres pemudik.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana strategi humanis yang kreatif mampu membawa efek positif pada persepsi publik terhadap tugas kepolisian di lapangan, terutama di tengah kepadatan arus mudik Lebaran.
Dari komentar-komentar ini terlihat bahwa kehadiran kucing Oyen bukan hanya hiburan visual, tetapi juga mampu membangun ikatan emosional dengan masyarakat.
Pendekatan Humanis Polisi Lewat Kucing Oyen
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan bahwa Oyen sengaja ditempatkan di Pos Terpadu Gadog untuk mengurangi kejenuhan masyarakat, terutama wisatawan yang singgah di jalur Puncak.
“Kami ingin memberikan suasana berbeda di Pos Terpadu Gadog. Kehadiran kucing Oyen ini diharapkan bisa menghibur wisatawan, terutama anak-anak, agar kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Wikha, Senin (24/3/2026).
Pendekatan humanis ini sejalan dengan strategi Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan nyaman dan ramah bagi pemudik.
Sejak Oyen ditempatkan di pos, sejumlah pengendara dan wisatawan terlihat menyempatkan diri:
- Mengelus dan bermain dengan Oyen
- Berswafoto bersama kucing polisi ini
- Menikmati suasana santai di tengah kepadatan lalu lintas
Selain hiburan, Pos Terpadu Gadog juga menyediakan fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan gratis bagi pemudik yang mengalami kelelahan, serta imbauan keselamatan dari petugas.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan atau mengantuk saat berkendara.
Efek Positif Kehadiran Oyen
Menurut AKBP Wikha, kehadiran Oyen bukan sekadar gimmick. Pendekatan humanis seperti ini dapat:
- Meningkatkan kenyamanan masyarakat saat menempuh perjalanan jauh.
- Mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan pengguna jalan, karena masyarakat melihat sisi ramah dan menyenangkan dari petugas.
- Memberi hiburan untuk anak-anak dan keluarga, sehingga perjalanan mudik lebih menyenangkan.
Fenomena Oyen yang viral ini membuktikan bahwa ide kreatif dan pendekatan humanis bisa menjadi magnet positif di tengah situasi padat dan menegangkan arus mudik Lebaran.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










