Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persija Punya Banyak Bintang Muda, Shin Tae-yong Segera Datang?

Minggu, 7 Juni 2026 10:35 WIB

Mau Jadi ASN? Ini Jadwal dan Syarat Lengkap PPPK Sekolah Rakyat 2026

Minggu, 7 Juni 2026 10:12 WIB

Adam Alis Sejajar dengan Cristiano Ronaldo! Masuk Nominasi AFC Magic Moments of the Season

Minggu, 7 Juni 2026 09:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persija Punya Banyak Bintang Muda, Shin Tae-yong Segera Datang?
  • Mau Jadi ASN? Ini Jadwal dan Syarat Lengkap PPPK Sekolah Rakyat 2026
  • Adam Alis Sejajar dengan Cristiano Ronaldo! Masuk Nominasi AFC Magic Moments of the Season
  • Belajar dari Shift Jaga, Mojang Bandung Ini Temukan Arti Disiplin dan Konsistensi
  • Surga Dataran Tinggi Jabar: 10 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat untuk Liburan Seru
  • Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!
  • Serbuan Hadiah Minggu Ini! Kode Redeem FF Terbaru 7 Juni 2026, Klaim Skin Weapon dan Diamond Gratis
  • Jadwal Piala AFF U-19 Besok Malam: Bentrok Sengit Indonesia vs Vietnam Penentu Juara Grup A
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 7 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kenapa Cuaca Terasa Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

By Aga GustianaJumat, 11 Juli 2025 07:07 WIB2 Mins Read
cuaca dingin
Ilustrasi cuaca terasa lebih dingin. (Foto: Pixabay/RosZie)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan alasan di balik suhu udara yang terasa lebih dingin dalam beberapa waktu terakhir. Melalui unggahan di media sosial resminya, BMKG menyebutkan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor alamiah yang berkaitan dengan peralihan musim.

Salah satu penyebab utamanya adalah dominasi angin timuran atau monsun Australia yang mulai aktif saat memasuki musim kemarau. Angin ini dikenal bersifat kering dan membawa hawa dingin. Selain itu, langit yang cerah akibat minimnya tutupan awan menyebabkan panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu udara menjadi lebih sejuk.

Tak hanya itu, turunnya hujan di sejumlah wilayah juga turut berperan dalam penurunan suhu. BMKG menjelaskan bahwa hujan membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan bumi, serta menghalangi masuknya panas matahari ke permukaan tanah, yang makin menambah rasa dingin.

Baca Juga:  BMKG: Gempa 7,6 Magnitudo di Myanmar Tak Berdampak ke Indonesia

Musim Kemarau Tertunda

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (7/7/2025), Kepala BMKG mengungkapkan bahwa musim kemarau tahun ini mengalami keterlambatan signifikan. Hingga akhir Juni 2025, hanya sekitar 30 persen wilayah zona musim (ZOM) di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau.

Baca Juga:  2024 Jadi Tahun Terpanas di Indonesia, BMKG Ungkap Penyebabnya

“Padahal secara klimatologis, pada waktu yang sama, biasanya sekitar 64 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya, dikutip dari situs resmi BMKG.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh lemahnya monsun Australia serta tingginya suhu muka laut di bagian selatan Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan kelembapan udara dan mendorong pembentukan awan hujan, bahkan di saat seharusnya wilayah-wilayah itu mulai mengalami cuaca kering.

Baca Juga:  Gempa Bumi Magnitudo 4,2 Guncang Kabupaten Bandung, Getaran Terasa ke Garut

Fenomena ini juga meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di beberapa wilayah, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG cuaca dingin cuaca Indonesia monsun Australia Musim Kemarau 2025 perubahan iklim suhu ekstrem suhu turun
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Belajar dari Shift Jaga, Mojang Bandung Ini Temukan Arti Disiplin dan Konsistensi

Surga Dataran Tinggi Jabar: 10 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat untuk Liburan Seru

Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!

Game Free Fire

Serbuan Hadiah Minggu Ini! Kode Redeem FF Terbaru 7 Juni 2026, Klaim Skin Weapon dan Diamond Gratis

Tembus Row 3, Veda Ega Pratama Siap Tempur dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026

Go International Jalur Perjodohan: Ketika Orangutan Bogor Ketemu ‘Oppa’ Jepang

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Video ‘Rok Hijau di Dapur’ Viral Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Link Palsu Mengintai
  • Tren Viral TikTok Meledak! Video Misterius Rok Hijau Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.