Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 16:27 WIB

Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming

Rabu, 28 Oktober 2026 15:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Belajar dari Shift Jaga, Mojang Bandung Ini Temukan Arti Disiplin dan Konsistensi

By Mulki AlbarMinggu, 7 Juni 2026 09:02 WIB3 Mins Read
Mojang Bandung Nadya Angelyca. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah kesibukan menyelesaikan skripsi dan tuntutan praktik klinik yang padat, Mojang Bandung Nadya Angelyca memilih menjalani hari-harinya dengan tenang. Mahasiswi Kebidanan Universitas Padjadjaran ini mengaku sedang menikmati fase hidup yang membuatnya merasa nyaman dan lebih menghargai setiap proses yang dijalani.

“Sekarang lagi fokus skripsian sebagai mahasiswa tingkat akhir kebidanan, sambil pelan-pelan belajar balance juga. Aku lagi suka olahraga seperti lari dan pilates,” ujarnya saat diwawancarai di Hotel Zest Sukajadi, Bandung, Jumat (6/6/2026).

Perempuan berusia 22 tahun itu mengaku sering dianggap sebagai sosok yang ceria dan mudah bergaul. Namun, saat pertama kali bertemu orang baru, dirinya justru cenderung pemalu.

“Kalau pertama ketemu pasti pemalu, tapi kalau sudah kenal mungkin energinya bisa nyambung,” katanya.

Ketertarikannya pada dunia kebidanan berawal dari kecintaannya terhadap bidang kesehatan. Menurutnya, profesi bidan memiliki kedekatan yang kuat dengan kehidupan perempuan dan memberikan kesempatan untuk hadir dalam momen-momen penting sebuah keluarga.

Baca Juga:  Zoominar 'Cash is King' Bongkar Rahasia UMKM Anti Bangkrut Tanpa Utang

“Aku memang suka dunia kesehatan, dan aku juga ingin terlibat membantu orang lain, terutama di momen-momen bahagia mereka,” tuturnya.

Menjalani pendidikan kebidanan bukan perkara mudah. Selain perkuliahan, mahasiswa juga harus menjalani praktik lapangan dengan sistem shift yang sering kali membuat waktu istirahat menjadi tidak menentu.

“Di kebidanan itu bukan cuma kuliah pulang-kuliah pulang. Ada praktik dan shift jaga yang kadang bikin jam tidur berantakan. Tapi dari situ kita belajar mengatur waktu antara belajar, praktik, dan refreshing,” ungkapnya.

Di balik senyum dan aktivitas yang terlihat menyenangkan, Nadya mengaku kerap dilanda keraguan terhadap kemampuannya sendiri. Namun, ia memilih untuk tetap percaya pada proses yang sedang dijalani.

Baca Juga:  Dorong Tata Kelola Profesional, Badan Bank Tanah Serahkan Pedoman Akuntansi ke BPK RI

“Sering banget ragu, bisa nggak ya lanjut ke tahap berikutnya. Tapi aku percaya kalau kita terus jalan dan nggak menyerah, versi diri kita di masa depan pasti akan berterima kasih,” katanya.

Menurut Nadya, salah satu tantangan terbesar selama menempuh pendidikan kebidanan adalah disiplin yang tinggi, mulai dari sistem pembelajaran, jadwal ujian yang rutin, hingga aturan yang cukup ketat dalam keseharian mahasiswa.

Meski demikian, semua pengalaman tersebut justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.

Sebagai mahasiswa yang menghabiskan banyak waktu di Bandung, Nadya menggambarkan Kota Kembang dengan tiga kata: romantic, cozy, dan lively.

“Bandung itu nyaman, orang-orangnya punya energi yang santai tapi tetap produktif. Kreativitasnya juga tinggi, jadi bikin betah,” ujarnya.

Baca Juga:  Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

Ke depan, Nadya memiliki cita-cita untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Ia secara khusus menaruh perhatian pada tumbuh kembang anak dan pentingnya edukasi bagi para orang tua.

“Aku pengen lebih banyak memberikan edukasi tentang tumbuh kembang anak. Menurut aku, kesehatan anak itu dimulai dari orang tuanya dulu, baru lingkungannya,” jelasnya.

Di akhir perbincangan, Mojang Bandung ini membagikan pesan sederhana bagi anak muda yang sedang berjuang meraih mimpi.

“Harus tetap semangat, jangan menyerah, dan nikmati prosesnya. Aku yakin semua usaha yang dilakukan hari ini akan membuahkan hasil di kemudian hari,” pungkasnya.

Bagi Nadya, kesuksesan bukan soal seberapa cepat mencapai tujuan, melainkan tentang keberanian untuk terus melangkah meski di tengah keraguan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Universitas Padjadjaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya

Ilustrasi Sate

Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.