bukamata.id – Di tengah kesibukan menyelesaikan skripsi dan tuntutan praktik klinik yang padat, Mojang Bandung Nadya Angelyca memilih menjalani hari-harinya dengan tenang. Mahasiswi Kebidanan Universitas Padjadjaran ini mengaku sedang menikmati fase hidup yang membuatnya merasa nyaman dan lebih menghargai setiap proses yang dijalani.
“Sekarang lagi fokus skripsian sebagai mahasiswa tingkat akhir kebidanan, sambil pelan-pelan belajar balance juga. Aku lagi suka olahraga seperti lari dan pilates,” ujarnya saat diwawancarai di Hotel Zest Sukajadi, Bandung, Jumat (6/6/2026).
Perempuan berusia 22 tahun itu mengaku sering dianggap sebagai sosok yang ceria dan mudah bergaul. Namun, saat pertama kali bertemu orang baru, dirinya justru cenderung pemalu.
“Kalau pertama ketemu pasti pemalu, tapi kalau sudah kenal mungkin energinya bisa nyambung,” katanya.
Ketertarikannya pada dunia kebidanan berawal dari kecintaannya terhadap bidang kesehatan. Menurutnya, profesi bidan memiliki kedekatan yang kuat dengan kehidupan perempuan dan memberikan kesempatan untuk hadir dalam momen-momen penting sebuah keluarga.
“Aku memang suka dunia kesehatan, dan aku juga ingin terlibat membantu orang lain, terutama di momen-momen bahagia mereka,” tuturnya.
Menjalani pendidikan kebidanan bukan perkara mudah. Selain perkuliahan, mahasiswa juga harus menjalani praktik lapangan dengan sistem shift yang sering kali membuat waktu istirahat menjadi tidak menentu.
“Di kebidanan itu bukan cuma kuliah pulang-kuliah pulang. Ada praktik dan shift jaga yang kadang bikin jam tidur berantakan. Tapi dari situ kita belajar mengatur waktu antara belajar, praktik, dan refreshing,” ungkapnya.
Di balik senyum dan aktivitas yang terlihat menyenangkan, Nadya mengaku kerap dilanda keraguan terhadap kemampuannya sendiri. Namun, ia memilih untuk tetap percaya pada proses yang sedang dijalani.
“Sering banget ragu, bisa nggak ya lanjut ke tahap berikutnya. Tapi aku percaya kalau kita terus jalan dan nggak menyerah, versi diri kita di masa depan pasti akan berterima kasih,” katanya.
Menurut Nadya, salah satu tantangan terbesar selama menempuh pendidikan kebidanan adalah disiplin yang tinggi, mulai dari sistem pembelajaran, jadwal ujian yang rutin, hingga aturan yang cukup ketat dalam keseharian mahasiswa.
Meski demikian, semua pengalaman tersebut justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.
Sebagai mahasiswa yang menghabiskan banyak waktu di Bandung, Nadya menggambarkan Kota Kembang dengan tiga kata: romantic, cozy, dan lively.
“Bandung itu nyaman, orang-orangnya punya energi yang santai tapi tetap produktif. Kreativitasnya juga tinggi, jadi bikin betah,” ujarnya.
Ke depan, Nadya memiliki cita-cita untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Ia secara khusus menaruh perhatian pada tumbuh kembang anak dan pentingnya edukasi bagi para orang tua.
“Aku pengen lebih banyak memberikan edukasi tentang tumbuh kembang anak. Menurut aku, kesehatan anak itu dimulai dari orang tuanya dulu, baru lingkungannya,” jelasnya.
Di akhir perbincangan, Mojang Bandung ini membagikan pesan sederhana bagi anak muda yang sedang berjuang meraih mimpi.
“Harus tetap semangat, jangan menyerah, dan nikmati prosesnya. Aku yakin semua usaha yang dilakukan hari ini akan membuahkan hasil di kemudian hari,” pungkasnya.
Bagi Nadya, kesuksesan bukan soal seberapa cepat mencapai tujuan, melainkan tentang keberanian untuk terus melangkah meski di tengah keraguan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










