bukamata.id – Perjalanan hidup Cynthia Corla Pricillia atau Bunda Corla kembali menjadi sorotan publik setelah menjalani debut akting layar lebarnya lewat film “Mertua Ngeri Kali.” Memerankan tokoh Donda, ia langsung dipercaya mengemban peran utama.
Namun bagi perempuan 51 tahun ini, kehadirannya di industri film hanyalah satu bab kecil dari rentetan perjalanan hidup panjang, penuh warna, penuh luka, tetapi juga penuh kemenangan.
Bunda Corla bukan figur instan. Sosok yang akrab disapa “Ratu Jreng” ini sudah melewati perjalanan hidup berliku, dari masa muda di Medan, pindah ke Jerman karena pernikahan, bekerja di restoran cepat saji, hingga tiba-tiba kembali menjadi bintang karena siaran langsung Instagram yang menghibur jutaan orang.
Popularitasnya, kontroversinya, hingga langkah barunya di dunia akting, seolah menegaskan satu hal: perempuan ini selalu menemukan cara untuk bangkit dan menghibur publik, apa pun situasinya.
Viral Tanpa Direncanakan: Ketika IG Live Mengubah Takdir
Fenomena Bunda Corla meledak pada akhir 2022. Tanpa strategi branding, tanpa tim manajemen besar, ia hanya melakukan hal yang paling alami baginya: menjadi dirinya sendiri.
Di sela-sela kesibukan bekerja di McDonald’s Jerman, ia menyapa warganet melalui IG Live, sambil berdansa, ngomel lucu, bercerita tentang kehidupan, atau sekadar menemani orang-orang yang kesepian. Karakternya yang meledak-ledak namun tulus membuat publik jatuh hati.
Jumlah penontonnya mencapai 234 ribu dalam satu sesi, sebuah rekor tak biasa untuk siaran langsung individu. Selebritas, pengusaha, hingga figur publik ikut nimbrung, bahkan memberikan saweran hingga ratusan juta rupiah.
Keviralan ini membuka kembali pintu dunia hiburan yang pernah ia masuki puluhan tahun lalu.
Jejak Masa Lalu: Dari Medan, Sinetron, hingga Video Klip Rhoma Irama
Banyak yang baru mengetahui bahwa sebelum tinggal di Jerman, Bunda Corla sebenarnya pernah merintis karier hiburan di Indonesia. Ia muncul dalam sinetron Si Bajaj (2004) dan tampil dalam video klip legendaris Rhoma Irama, “Begadang.” Namun jalan hidup membawanya ke Jerman setelah menikah dengan pria Jerman pada 1992.
Pernikahan lain sempat ia jalani dan jalani kembali, namun hidup berkeluarga tidak selalu berjalan sesuai harapan. Dari kegagalan, ia belajar bertahan.
Dari patah, ia menemukan jati diri baru. Hingga kini, sebagian status pernikahannya tetap menjadi misteri, namun publik mengenalnya sebagai sosok yang tetap tegar.
Hidup Sederhana di Jerman, namun Bahagia
Berbeda dari bayangan glamor “selebgram,” Bunda Corla menjalani hidup sederhana di luar negeri. Ia bekerja mengoperasikan dapur restoran cepat saji. Tidak mewah, tetapi memberi stabilitas dan ketenangan.
Di situlah, dalam kesederhanaan itulah, muncul sisi paling asli dari dirinya, yang justru membuatnya dicintai banyak orang.
“Ratu Jreng”: Autentik, Kocak, Dekat dengan Penggemar
Tidak ada karakter yang dibuat-buat. Tidak ada persona palsu. Bunda Corla tampil apa adanya, memasak, membersihkan rumah, berdansa, marah-marah lucu, atau sekadar curhat. Aksen Medannya yang khas membuat penonton merasa ia seperti “tetangga sendiri.”
Ketulusannya membuatnya dijuluki “Bunda Pemersatu Bangsa.” Saat siarannya viral, ia tidak pernah meminta “gift” atau tip. Fokusnya hanya satu: menghibur.
Sisi Gelap Popularitas: Perseteruan dan Kontroversi
Popularitas tak selalu membawa kedamaian. Bunda Corla terseret dalam konflik selebritas, terutama saat mencoba menengahi perseteruan Nikita Mirzani dan Ivan Gunawan. Alih-alih mereda, situasi justru memburuk.
Nikita membuka berbagai masa lalu Bunda Corla, mulai dari isu kehidupan pribadinya hingga kerja samanya dengan beberapa figur publik. Pertentangan kembali memuncak saat Bunda Corla menggelar meet and greet berbayar di Indonesia. Nikita bahkan mengancam melaporkannya ke Kedutaan Jerman terkait pajak.
Bagi Bunda Corla, berbagai sorotan itu bukan hal baru. Ia sudah lama berdamai dengan hidupnya yang penuh hiruk pikuk.
Comeback Besar: Layar Lebar sebagai Titik Balik Baru
Kini, lewat “Mertua Ngeri Kali,” perjalanan Bunda Corla menemukan panggung baru. Bukan sekadar film komedi, tetapi kesempatan baginya untuk menunjukkan bahwa ia mampu lebih dari sekadar menjadi fenomena media sosial.
Perannya sebagai Donda membawa aroma autentik yang menjadi ciri khasnya, energi, humor, dan spontanitas yang tidak bisa dipalsukan.
Bagi banyak orang, debut ini adalah kejutan. Namun bagi penggemarnya, ini adalah kelanjutan alami dari perjalanan panjang seorang perempuan yang selalu kembali berdiri, tak peduli badai apa pun yang menghantam.
Penutup: Perjalanan yang Tak Pernah Padam
Kisah Bunda Corla adalah kisah keberanian untuk bertahan dan tetap menjadi diri sendiri. Dari Medan ke Jerman, dari sinetron ke restoran cepat saji, dari IG Live ke layar lebar, semua menunjukkan satu hal: Ia tidak pernah berubah. Dunia yang berubah.
Dan selama keaslian masih menjadi barang langka, sosok seperti Bunda Corla akan selalu menemukan tempat di hati publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









