bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menghadapi tantangan besar dalam upaya mengurangi banjir, terutama akibat keterbatasan lahan untuk pembangunan kolam retensi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa persoalan banjir di Bandung tidak hanya terkait teknis lapangan, tetapi juga persoalan administratif dan ketersediaan ruang.
“Kolam retensi itu problemnya adalah lahan kita sedikit sekali,” ujar Farhan, Selasa (28/10/2025).
Salah satu contoh yang cukup mencolok adalah proyek kolam retensi di kawasan Cempaka Arum. Pembangunannya tertunda karena masalah Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU).
“Kolam retensi di sana tidak bisa dibangun karena PSU belum selesai. Dan itu terkunci oleh kesepakatan warga,” jelas Farhan.
Untuk mempercepat proses, Farhan turun langsung memediasi pertemuan antara warga dan pengembang agar penyerahan lahan bisa segera tuntas.
“Saya urai dulu kesepakatan warga. Setelah ada kesepakatan, baru bisa diurus penyerahan PSU-nya. Ketika sudah diserahkan, barulah kolam retensi bisa dibangun,” katanya.
Farhan menegaskan, penyelesaian isu lahan di Kota Bandung memang tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap persoalan memiliki rantai administrasi panjang yang memakan waktu.
“Masalah lahan sedang kita bereskan satu per satu. Tidak sederhana, satu masalah saja bisa memakan waktu tiga jam untuk diselesaikan,” ungkapnya.
Di sisi lain, upaya pengendalian banjir tetap berjalan di lapangan. Pemkot Bandung terus membersihkan jaringan saluran air sepanjang 350 kilometer. Namun kerja tersebut sering berkejaran dengan kondisi cuaca.
“Saluran ini kita bersihkan satu per satu setiap hari, tapi memang kejar-kejaran dengan hujan,” ucap Farhan.
Ia mengajak masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan agar saluran tidak cepat tersumbat.
“Yang dibersihkan bulan Maret, bulan Juni sudah penuh lagi. Dibersihkan Juni, Agustus penuh lagi. Begitu terus kejar-kejaran,” tuturnya.
Dengan kombinasi penyelesaian masalah lahan, pembangunan kolam retensi baru, serta pembersihan saluran secara masif, Pemkot Bandung berharap upaya penanganan banjir bisa lebih efektif dalam jangka panjang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











