bukamata.id – Harapan baru muncul dari ruang perawatan Faradilla Ayu Pramesti (23). Mahasiswi yang menjadi korban aksi sadis di kampus UIN Suska Riau ini menunjukkan progres kesehatan yang luar biasa. Setelah sempat kritis dan menjalani operasi besar di bagian kepala, Fara kini dilaporkan sudah mulai bisa melakukan aktivitas fisik ringan.
Perjuangan Fara untuk sembuh dari luka bacok yang dideritanya pada Kamis (26/2) lalu membuahkan hasil. Meski rasa pusing masih kerap menyerang, semangat hidupnya tidak padam.
Progres Fisik yang Signifikan
Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perkembangan kesehatan Fara. Sang ibunda menceritakan bahwa putrinya sudah mulai melewati masa-masa sulit pascaoperasi.
“Alhamdulillah dia sudah bisa duduk, walaupun masih ada rasa pusing. Kemudian alhamdulillah hari ini dia sudah mulai bisa berdiri,” ungkap ibunda Fara dengan nada haru.
Meskipun sudah bisa berdiri, tim medis masih melakukan pengawasan super ketat. Fokus utama saat ini adalah mencegah adanya komplikasi serius di area kepala yang menjadi sasaran senjata tajam pelaku, Raihan Mufazzar (22).
Trauma Psikis dan Tekanan Sosial
Di tengah perjuangan fisiknya, Fara kini dihadapkan pada ujian berat lainnya: tekanan mental. Kondisi psikologis korban kini menjadi sorotan tajam setelah dugaan tersebarnya video pribadi dengan pelaku di jagat maya.
Menanggapi hal ini, Polda Riau melalui Biro SDM bagian psikologi telah turun tangan memberikan pendampingan khusus. Langkah ini diambil karena Fara tidak hanya membutuhkan kesembuhan luka luar, tetapi juga pemulihan trauma batin yang mendalam.
Motif Asmara dan Penyesalan Pelaku
Raihan, sang pelaku, kini hanya bisa tertunduk lesu menghadapi ancaman hukuman 15 tahun penjara dan ancaman dikeluarkan dari kampus (Drop Out). Dalam proses pemeriksaan, ia mengaku gelap mata melakukan tindakan tersebut karena merasa sakit hati.
Dibalik aksi nekat tersebut, terungkap jalinan asmara yang rumit. Hubungan Fara dan Raihan diduga bersemi saat kekasih resmi Fara, Dwi Ferdiawan, sedang bekerja di Batam (LDR). Konflik memuncak saat Raihan mendesak kejelasan status namun mendapatkan penolakan, hingga akhirnya berujung pada insiden berdarah di lingkungan kampus.
Reaksi Netizen: Pelajaran Mahal tentang “Main Api”
Kisah tragis ini memicu perdebatan hangat di media sosial. Banyak netizen yang mengecam aksi kekerasan pelaku, namun tidak sedikit pula yang memberikan peringatan keras bagi para wanita agar lebih bijak dalam menjaga komitmen hubungan.
“Gak semua orang baik-baik saja saat dipermainkan perasaannya. Ada juga yang nekat seperti ini. Yuk tobat yuk,” komentar salah satu netizen di platform TikTok.
“Tidak membenarkan pembacokannya, tapi ketika mau main api, seumuran mereka pasti sudah tahu risikonya,” tulis akun lainnya.
Kini, publik berharap Fara dapat segera pulih sepenuhnya dan kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda tentang bagaimana mengelola emosi dan konflik dalam sebuah hubungan asmara.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











