Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri

Senin, 5 Oktober 2026 16:28 WIB

13 Kios PKL di Jalan Cihapit Dibongkar Mandiri, Pedagang Tetap Boleh Berjualan

Senin, 5 Oktober 2026 16:26 WIB

Bikin Salah Fokus! Gede Aiswarya Disebut Mirip Anjasmara Muda hingga Pratama Arhan

Senin, 5 Oktober 2026 16:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • 13 Kios PKL di Jalan Cihapit Dibongkar Mandiri, Pedagang Tetap Boleh Berjualan
  • Bikin Salah Fokus! Gede Aiswarya Disebut Mirip Anjasmara Muda hingga Pratama Arhan
  • Dandanan Sel Mewah Pakai Dana Napi, Irjen Kemen Imipas Ungkap Peran Indra Kenz di Lapas Cibinong
  • Bejat! Tiga Pelajar SMA di Cianjur Dijual Jadi PSK Online
  • Lepas dari Masalah Parkir Sempit, Samsat Pajajaran Resmi Pindah ke Pusdai Jabar
  • Siaga Musim Hujan, Wali Kota Bandung Kerahkan Seluruh Wilayah Bersihkan Drainase
  • Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai, Pemkot Bandung Pastikan Legalitas Lahan Aman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kondisi Faradilla Korban UIN Suska Berubah Drastis: Ada Apa dengan Mentalnya?

By Aga GustianaKamis, 5 Maret 2026 01:00 WIB3 Mins Read
Faradilla Ayu Pramesti (23), korban pembacokan di UIN Suska Riau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Harapan baru muncul dari ruang perawatan Faradilla Ayu Pramesti (23). Mahasiswi yang menjadi korban aksi sadis di kampus UIN Suska Riau ini menunjukkan progres kesehatan yang luar biasa. Setelah sempat kritis dan menjalani operasi besar di bagian kepala, Fara kini dilaporkan sudah mulai bisa melakukan aktivitas fisik ringan.

Perjuangan Fara untuk sembuh dari luka bacok yang dideritanya pada Kamis (26/2) lalu membuahkan hasil. Meski rasa pusing masih kerap menyerang, semangat hidupnya tidak padam.

Progres Fisik yang Signifikan

Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perkembangan kesehatan Fara. Sang ibunda menceritakan bahwa putrinya sudah mulai melewati masa-masa sulit pascaoperasi.

“Alhamdulillah dia sudah bisa duduk, walaupun masih ada rasa pusing. Kemudian alhamdulillah hari ini dia sudah mulai bisa berdiri,” ungkap ibunda Fara dengan nada haru.

Meskipun sudah bisa berdiri, tim medis masih melakukan pengawasan super ketat. Fokus utama saat ini adalah mencegah adanya komplikasi serius di area kepala yang menjadi sasaran senjata tajam pelaku, Raihan Mufazzar (22).

Trauma Psikis dan Tekanan Sosial

Di tengah perjuangan fisiknya, Fara kini dihadapkan pada ujian berat lainnya: tekanan mental. Kondisi psikologis korban kini menjadi sorotan tajam setelah dugaan tersebarnya video pribadi dengan pelaku di jagat maya.

Menanggapi hal ini, Polda Riau melalui Biro SDM bagian psikologi telah turun tangan memberikan pendampingan khusus. Langkah ini diambil karena Fara tidak hanya membutuhkan kesembuhan luka luar, tetapi juga pemulihan trauma batin yang mendalam.

Motif Asmara dan Penyesalan Pelaku

Raihan, sang pelaku, kini hanya bisa tertunduk lesu menghadapi ancaman hukuman 15 tahun penjara dan ancaman dikeluarkan dari kampus (Drop Out). Dalam proses pemeriksaan, ia mengaku gelap mata melakukan tindakan tersebut karena merasa sakit hati.

Dibalik aksi nekat tersebut, terungkap jalinan asmara yang rumit. Hubungan Fara dan Raihan diduga bersemi saat kekasih resmi Fara, Dwi Ferdiawan, sedang bekerja di Batam (LDR). Konflik memuncak saat Raihan mendesak kejelasan status namun mendapatkan penolakan, hingga akhirnya berujung pada insiden berdarah di lingkungan kampus.

Reaksi Netizen: Pelajaran Mahal tentang “Main Api”

Kisah tragis ini memicu perdebatan hangat di media sosial. Banyak netizen yang mengecam aksi kekerasan pelaku, namun tidak sedikit pula yang memberikan peringatan keras bagi para wanita agar lebih bijak dalam menjaga komitmen hubungan.

“Gak semua orang baik-baik saja saat dipermainkan perasaannya. Ada juga yang nekat seperti ini. Yuk tobat yuk,” komentar salah satu netizen di platform TikTok.

“Tidak membenarkan pembacokannya, tapi ketika mau main api, seumuran mereka pasti sudah tahu risikonya,” tulis akun lainnya.

Kini, publik berharap Fara dapat segera pulih sepenuhnya dan kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda tentang bagaimana mengelola emosi dan konflik dalam sebuah hubungan asmara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.