bukamata.id – Konflik rumah tangga Habib Bahar bin Smith kembali menjadi tontonan publik. Namun kali ini, panasnya bukan hanya soal isu poligami, melainkan perang terbuka antara dua perempuan yang sama-sama mengklaim sebagai istri: Fadlun Faisal Balghoits, atau yang karib disapa Luna, dan model muda asal Sulawesi, Helwa Bachmid.
Badai itu pecah setelah Helwa tiba-tiba memublikasikan curahan hatinya tepat satu tahun setelah tanggal yang ia klaim sebagai hari pernikahannya dengan Habib Bahar, 15 November 2024*. Dalam unggahan emosional itu, Helwa menuliskan, “Happy Anniversary sayang, ga nyangka ya kamu menutupi pernikahan kita udh satu tahun dan selama satu tahun ini hidup aku penuh kamu buat menderita.”
Ia melanjutkan dengan kalimat yang membuat publik terbelalak:
“Selama kita menikah aku tidak merasakan di bimbing secara agama… hidup ku bagaikan istri simpananmu yang kmu butuhkan di saat kamu hanya ingin hs sama aku… bahkan sekedar nnya keadaan ku aja kamu ga pernah.”
Unggahan itu bukan sekadar curhat. Itu adalah pintu yang membuka babak baru: konflik antara Helwa dan istri pertama, Luna Balghoits.
Luna Membantah dan Balik Serang: “Saya Punya Bukti”
Hanya selang beberapa jam setelah curhatan Helwa viral, Luna muncul ke publik dengan sikap tegas. Selama ini dikenal kalem, kali ini ia tampil berbeda: frontal, blak-blakan, dan siap berkonfrontasi.
Ia membantah keras tudingan Helwa bahwa dirinya ditelantarkan Habib Bahar selama menjadi istri siri.
Luna bahkan memamerkan bukti transfer antarbank, yang menurutnya dikirim langsung oleh Habib Bahar kepada ibu Helwa. Bukan sekali, melainkan beberapa kali. Selain itu, ia menunjukkan fakta bahwa Helwa dan ibunya diajak liburan, hingga **melakukan treatment kecantikan bersama.
Menurut Luna, tudingan Helwa bahwa ia tak dinafkahi adalah manipulatif.
Dengan nada yang tajam dan penuh kemarahan, Luna menegaskan: “Pantau saja, ya, nanti sampai saya ngejeblosin ibu dan anak itu ke dalam penjara.”
Publik langsung menerjemahkannya: “ibu dan anak” yang dimaksud adalah*Helwa dan ibunya.
Postingan Lunalah yang membuat situasi ini berubah dari drama rumah tangga menjadi konflik terbuka yang makin panas.
Helwa Tak Tinggal Diam: Bukti Dibalas Bukti
Serangan Luna tak membuat Helwa mundur. Ia justru membalas dengan narasi baru bahwa nafkah yang diberikan tidak layak, bahwa janji menunaikan umrah untuk ibunya tak kunjung ditepati, dan bahwa ia mengalami perlakuan yang penuh kekecewaan selama setahun pernikahan.
Helwa juga memperkuat klaim bahwa pernikahan mereka memang berlangsung pada *15 November 2024, dan menurutnya, kala itu Habib Bahar datang hanya membawa perhiasan 2 gram tanpa uang mahar.
Sederet unggahannya memperlihatkan dirinya ingin bersuara, setelah merasa tidak memiliki saluran komunikasi lagi dengan Habib Bahar. Ia menutup curhatannya dengan kalimat:
“Aku bukan ingin menjatuhkan kamu. Aku hanya sudah tidak punya ruang bicara sama kamu.”
Serangan balik ini membuat kubu pendukung keduanya bergerak. Linimasa pun pecah menjadi dua: pendukung Luna dan pendukung Helwa.
Diamnya Habib Bahar, Api yang Makin Membesar
Menariknya, hingga hari ini Habib Bahar belum mengeluarkan pernyataan apa pun.
Keheningan inilah yang membuat situasi semakin panas. Publik bertanya-tanya: siapa yang benar? Siapa yang memalsukan narasi? Atau, apakah keduanya memang menyampaikan kebenaran masing-masing?
Diamnya sang pendakwah menimbulkan interpretasi liar. Ada yang menilai ia sedang mencari waktu yang tepat untuk merespons. Ada pula yang menganggap Bungkamnya adalah strategi agar badai mereda. Namun yang paling banyak berkembang adalah dugaan bahwa ia memang memiliki lebih banyak cerita yang belum terungkap, terutama setelah Helwa menyebut ada “wanita lain di Kalimantan” yang diduga juga dinikahi Habib Bahar—meski tidak pernah ada konfirmasi dari pihak mana pun.
Jejak Istri-Istri Habib Bahar: Dari Fadlun hingga Jihana, dan Kini Helwa
Kisah rumah tangga Habib Bahar memang tak pernah sepi dari sorotan.
Fadlun Faisal Balghoits, istri pertama yang dinikahi sejak 2009, dikenal publik sebagai perempuan yang setia, tenang, dan rendah hati. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai empat anak. Bahar sering menyebut dirinya sangat menghormati istri pertamanya tersebut.
Istri kedua, Jihana Roqayah, meninggal pada 2019 dalam kecelakaan di Tol Cipali. Namanya sempat disebut di berbagai persidangan, menandakan kedekatan mereka sebelum Jihana wafat.
Dan kemudian muncul Helwa Bachmid, sosok muda yang kini menyulut badai baru setelah membuka kisah rumah tangganya ke publik.
Netizen Panas: “Team Luna” vs “Team Helwa”
Tak lengkap rasanya konflik publik tanpa suara netizen. Media sosial kini berubah menjadi arena debat tanpa akhir.
Banyak yang membela Luna. Mereka menilai bukti transfer yang ia tunjukkan adalah bentuk pembelaan yang sah. Ada pula yang memujinya karena selama ini diam namun akhirnya bicara tegas.
Namun tak sedikit pula yang berempati kepada Helwa. Mereka menilai curhatannya menunjukkan rasa sakit yang terpendam, terlebih karena ia mengaku tak mendapatkan perhatian dan bimbingan suami.
Kolom komentar dipenuhi kalimat seperti:
“Team Luna, dari dulu dia selalu sabar. Kalau sampai marah seperti ini, berarti ada sesuatu yang serius.”
“Tapi Helwa juga manusia. Kalau dia merasa sakit hati, wajar untuk bersuara.”
“Yang bikin makin panas tuh Habib Bahar nggak muncul-muncul. Netizen nih dibuat jadi detektif semua!”
Perseteruan yang awalnya tampak sebagai konflik pribadi kini telah berubah menjadi drama besar yang melibatkan publik, mengaduk-aduk emosi ribuan orang yang mengikuti perkembangannya.
Arah Konflik: Mereda atau Membesar?
Melihat eskalasinya, perseteruan ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Luna sudah membuka pintu hukum dengan ancaman penjara. Helwa masih terus menegaskan bahwa ia hanya ingin suaranya didengar. Dan sementara itu, Habib Bahar masih diam di tengah pusaran konflik kedua istrinya.
Hingga kini, publik hanya bisa menunggu. Namun satu hal tampak jelas: drama rumah tangga Habib Bahar tidak lagi hanya soal poligami. Ini sudah menjadi pertarungan narasi, “siapa yang benar”, dan siapa yang paling terluka.
Badai ini mungkin belum mencapai puncaknya. Dan selama salah satu pihak belum memberikan titik akhir, publik akan terus memantau—sekaligus memperkeruh—situasi yang sudah memanas sejak awal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











