Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru

Jumat, 27 Maret 2026 20:36 WIB

Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya

Jumat, 27 Maret 2026 20:09 WIB

Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts & Nevis: Elkan Baggott Starter

Jumat, 27 Maret 2026 19:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts & Nevis: Elkan Baggott Starter
  • POV: Momen Paling Sedih Pasca Lebaran, Lambaian Tangan Ibu di Depan Pagar
  • Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung
  • Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas
  • Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks
  • Gila! Andrew Jung Abaikan Gelar Top Skor Demi Persib Juara Liga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 27 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Soal Buzzer Berujung Doxing, Neni Nur Hayati Lawan Pemprov Jabar

By Aga GustianaSelasa, 22 Juli 2025 14:36 WIB3 Mins Read
Neni Nur Hayati
Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivis demokrasi sekaligus Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, mengambil langkah hukum setelah menjadi korban serangan digital dan doxing yang diduga melibatkan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Dalam pernyataannya, Neni menyebut serangan bermula dari unggahan video edukatif yang ia bagikan melalui TikTok pada 5 Mei 2025. Dalam video tersebut, ia mengkritisi penggunaan buzzer politik oleh sejumlah kepala daerah tanpa menyebutkan nama atau wilayah secara spesifik.

Namun, tak lama setelah unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan pada pertengahan Juli, Neni justru menjadi sasaran serangan digital secara masif. Ia menerima ancaman serius, termasuk ancaman penyiksaan dan pembunuhan, serta mendapati foto pribadinya tersebar di akun resmi Diskominfo Jabar dan sejumlah akun milik Pemprov Jabar lainnya seperti @jabarprovgoid, @humas_jabar, dan @jabarsaberhoaks.

“Saya belum pernah mendapatkan serangan digital yang sangat parah seperti sekarang. Brutalnya luar biasa, karena ancamannya itu sudah sampai pada ancaman penyiksaan dan lain sebagainya,” ujar Neni kepada media.

Baca Juga:  Dana Tunda Bayar Proyek Rp621 Miliar, Pernyataan Gubernur dan Bappeda Jabar Tak Sinkron

“Ini bukan hanya permasalahan hate speech atau caci maki, itu saya sudah biasa. Tapi ini sudah sampai pada ancaman nyawa, dan itu tidak bisa saya biarkan begitu saja,” lanjutnya.

Respon Pemprov Jabar Dinilai Tidak Memadai

Menanggapi polemik ini, Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, menyatakan bahwa tidak ada niat dari pihaknya untuk menyebarkan data pribadi seseorang.

“Konten Diskominfo tidak bermaksud mempublikasikan identitas seseorang ke publik,” ujar Adi. Ia menambahkan bahwa unggahan tersebut bertujuan untuk menyampaikan bahwa informasi publik seperti anggaran dapat diakses secara terbuka melalui kanal resmi yang tersedia.

Baca Juga:  Bey Sebut Sisa 4 Daerah di Jabar Belum Gelar Program Makan Bergizi Gratis

Namun, penjelasan tersebut tidak memuaskan pihak Neni. Melalui kuasa hukumnya, Ikhwan Fajrojhi, ia melayangkan surat somasi kepada Pemprov Jabar dan Dinas Kominfo.

“Hari ini kami menyampaikan somasi kepada Pemprov Jabar dan Diskominfo terkait pemasangan foto tanpa izin dalam konten yang dikaitkan dengan pernyataan Mbak Neni Nur Hayati,” ujar Ikhwan saat konferensi pers di Gedung Sate, Senin (21/7/2025).

Tuntutan: Permintaan Maaf dan Takedown Konten

Dalam somasi tersebut, Neni menuntut dua hal utama. Pertama, permintaan maaf terbuka dari Diskominfo Jabar dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kedua, penghapusan (takedown) seluruh konten yang memuat foto dirinya tanpa izin.

“Peristiwa ini sudah sangat merugikan klien kami. Kami memberi waktu 2×24 jam untuk takedown, dan 1×5 hari untuk permintaan maaf terbuka di media,” tegas Ikhwan.

Baca Juga:  Dari Rp23 Miliar ke Rp166 Miliar: Lahan Sekolah Jadi Fokus APBD Perubahan Jabar 2025

Ia juga menekankan bahwa Gubernur Dedi Mulyadi sebagai kepala daerah bertanggung jawab atas tindakan instansi di bawah pemerintahannya.

Ancaman Digital dan Peretasan Akun

Selain mendapat intimidasi secara verbal, Neni mengaku sejumlah akun media sosial miliknya diretas, termasuk akun WhatsApp dan TikTok. Ia juga menyebut ada beberapa rekan aktivis yang turut kehilangan akses ke akun pribadi mereka usai mendukung pernyataannya.

“Saya tidak hanya diserang di media sosial, tapi juga akun pribadi saya diretas. Ini jelas sudah mengarah pada bentuk pembungkaman terhadap warga negara yang kritis,” ucap Neni.

Meski kritiknya ditujukan pada kebijakan publik dan bukan personal, Neni merasa justru semakin dibungkam dan dikriminalisasi secara digital.

“Saya tidak pernah menyerang pribadi. Kritik saya selalu berbasis data dan dilakukan demi edukasi demokrasi kepada publik,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buzzer politik Demokrasi Diskominfo Jabar doxing kritik pemerintah media sosial Neni Nur Hayati Pemprov Jabar serangan digital TikTok viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pangandaran, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Turun Tajam! Kini Rp 2,81 Juta per Gram, Ini Daftarnya

Heboh di Brebes! Dua Pria Tewas di Atap Masjid, Ini Penyebabnya

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.